Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 25:1-22
Doa mohon ampun dan perlindungan
Betapa senangnya jikalau kita bisa merenungkan firman Tuhan, karena melalui firman-Nya Tuhan sedang menyapa kita.
Mazmur 25:1-22
1 Dari Daud. Kepada-Mu, ya TUHAN, kuangkat jiwaku;
2 Allahku, kepada-Mu aku percaya; janganlah kiranya aku mendapat malu; janganlah musuh-musuhku beria-ria atas aku.
3 Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu; yang mendapat malu ialah mereka yang berbuat khianat dengan tidak ada alasannya.
4 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.
5 Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.
6 Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.
7 Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.
8 TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
9 Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.
10 Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.
11 Oleh karena nama-Mu, ya TUHAN, ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu.
12 Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya.
13 Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi.
14 TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.
15 Mataku tetap terarah kepada TUHAN, sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jaring.
16 Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku,sebab aku sebatang kara dan tertindas.
17 Lapangkanlah hatiku yang sesak dan keluarkanlah aku dari kesulitanku!
18 Tiliklah sengsaraku dan kesukaranku, dan ampunilah segala dosaku.
19 Lihatlah, betapa banyaknya musuhku, dan bagaimana mereka membenci aku dengan sangat mendalam.
20 Jagalah kiranya jiwaku dan lepaskanlah aku; janganlah aku mendapat malu, sebab aku berlindung pada-Mu.
21 Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau.
22 Ya Allah, bebaskanlah orang Israel dari segala kesesakannya!
Hidup kita tidak pernah lepas dari kesulitan ataupun pergumulan. Meskipun tidak pernah kita undang, tetapi hal tersebut datang begitu saja tanpa kita duga. Semua itu sering kali di luar kendali kita.
Akan tetapi dari Mazmur ini, kita diajarkan bahwa ada satu hal yang di bawah kontrol kita, yaitu: Sikap hati kita.
Pemazmur mengajarkan kepada kita suatu sikap hati yang penting dalam menanggapi tantangan kehidupan ini, baik kesulitan maupun penderitaan, dan melalui sikap hati ini kita bisa mengambil manfaat dari apa yang kita alami.
Sikap hati seperti apakah itu? Hati yang mau belajar.
Mazmur 25:19-20
19 Lihatlah, betapa banyaknya musuhku, dan bagaimana mereka membenci aku dengan sangat mendalam.
20 Jagalah kiranya jiwaku dan lepaskanlah aku; janganlah aku mendapat malu, sebab aku berlindung pada-Mu.
Dari ayat 19-20, kita dapat membaca bahwa pemazmur mengalami banyak kesulitan. Di tengah pergumulan ini ada satu sikap yang menonjol dari pemazmur.
Dia adalah seorang yang rela belajar dari Tuhan, yaitu belajar mengikuti jalan Tuhan, seperti yang ia katakan di ayat 4-5.
Mazmur 25:4-5
4 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.
5 Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.
Pemazmur berkata, “Beritahukan jalan-Mu, tunjukkan kepadaku,” tetapi tidak berhenti di sana, ia mengatakan, “Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku.”
Mazmur 25:10
10 Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.
Kerelaan belajar dari Tuhan melalui pengalaman hidup kita itu tidak terlepas dari iman kita. Iman kita membuat kita rela mengikuti jalan Tuhan.
Mazmur 25:15
15 Mataku tetap terarah kepada TUHAN, sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jaring.
Ayat 15 ini merupakan sikap dari pemazmur. Tidak mudah bagi kita yang sedang bergumul atau menderita cukup panjang untuk tetap mengarahkan mata kita kepada Tuhan.
Seberapa sering mata kita terarah pada permasalahan kita? Jika semakin sering, bukankah kita akan merasa semakin khawatir, takut, gentar, dan ingin cepat menyelesaikannya? Kita akan mencari ide dan cara dengan hikmat kita sendiri untuk menyelesaikannya.
Maka dari itu penting bagi pemazmur berkata, “Mataku tetap terarah kepada-Mu” yang berarti ia tetap mau belajar mengikuti jalan-jalan Tuhan.
Belajar memiliki arti mencoba menerima dan membiasakan sesuatu yang bukan kebiasaan kita.
Jalan dan rancangan Tuhan sering kali berbeda dari jalan dan rancangan kita. Bagaikan langit dan bumi jauhnya. Kerap kali kita tidak mau menjalani jalan Tuhan itu.
Pesan Firman Tuhan bagi kita
1. Kita harus memiliki semangat seorang murid Tuhan Yesus, semangat belajar daripada Tuhan.
2. Maukah kita memiliki hati yang mau belajar? Karena dari situ, pergumulan kita tidak menghancurkan kita, tapi justru memberikan manfaat dalam hidup kita.
Doakan dan renungkan
* Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN,... Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku…
* “Belajar” memiliki arti menerima dan membiasakan sesuatu yang bukan kebiasaan kita.
Ajarlah aku, Tuhan