Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 22 : 1-31
Siapa yang boleh datang kepada TUHAN?
Mazmur 22 : 1-31
1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Rusa di kala fajar. Mazmur Daud. Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.
2 Allahku, aku berseru-seru pada waktu siang, tetapi Engkau tidak menjawab, dan pada waktu malam, tetapi tidak juga aku tenang.
3 Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.
4 Kepada-Mu nenek moyang kami percaya; mereka percaya, dan Engkau meluputkan mereka.
5 Kepada-Mu mereka berseru-seru, dan mereka terluput; kepada-Mu mereka percaya, dan mereka tidak mendapat malu.
6 Tetapi aku ini ulat dan bukan orang, cela bagi manusia, dihina oleh orang banyak.
7 Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya:
8 "Ia menyerah kepada TUHAN; biarlah Dia yang meluputkannya, biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?"
9 Ya, Engkau yang mengeluarkan aku dari kandungan; Engkau yang membuat aku aman pada dada ibuku.
10 Kepada-Mu aku diserahkan sejak aku lahir, sejak dalam kandungan ibuku Engkaulah Allahku.
11 Janganlah jauh dari padaku, sebab kesusahan telah dekat, dan tidak ada yang menolong.
12 Banyak lembu jantan mengerumuni aku; banteng-banteng dari Basan mengepung aku;
13 mereka mengangakan mulutnya terhadap aku seperti singa yang menerkam dan mengaum.
14 Seperti air aku tercurah, dan segala tulangku terlepas dari sendinya; hatiku menjadi seperti lilin, hancur luluh di dalam dadaku;
15 kekuatanku kering seperti beling, lidahku melekat pada langit-langit mulutku; dan dalam debu maut Kauletakkan aku.
16 Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku.
17 Segala tulangku dapat kuhitung; mereka menonton, mereka memandangi aku.
18 Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku.
19 Tetapi Engkau, TUHAN, janganlah jauh; ya kekuatanku, segeralah menolong aku!
20 Lepaskanlah aku dari pedang, dan nyawaku dari cengkeraman anjing.
21 Selamatkanlah aku dari mulut singa, dan dari tanduk banteng. Engkau telah menjawab aku!
22 Aku akan memasyhurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaah:
23 kamu yang takut akan TUHAN, pujilah Dia, hai segenap anak cucu Yakub, muliakanlah Dia, dan gentarlah terhadap Dia, hai segenap anak cucu Israel!
24 Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya.
25 Karena Engkau aku memuji-muji dalam jemaah yang besar; nazarku akan kubayar di depan mereka yang takut akan Dia.
26 Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya!
27 Segala ujung bumi akan mengingatnya dan berbalik kepada TUHAN; dan segala kaum dari bangsa-bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya.
28 Sebab TUHANlah yang empunya kerajaan, Dialah yang memerintah atas bangsa-bangsa.
29 Ya, kepada-Nya akan sujud menyembah semua orang sombong di bumi, di hadapan-Nya akan berlutut semua orang yang turun ke dalam debu, dan orang yang tidak dapat menyambung hidup.
30 Anak-anak cucu akan beribadah kepada-Nya, dan akan menceritakan tentang TUHAN kepada angkatan yang akan datang.
31 Mereka akan memberitakan keadilan-Nya kepada bangsa yang akan lahir nanti, sebab Ia telah melakukannya.
Mazmur ini adalah Mazmur mesianik atau ratapan mesianik. Mazmur ini adalah mazmur nubuat tentang kedatangan Mesias.
Sebagai orang percaya, kita bisa membaca Mazmur ini berpadanan dengan membaca Injil tentang kesengsaraan Tuhan Yesus Kristus.
Apa yang ditulis oleh Mazmur ini digenapi oleh Tuhan Yesus Kristus di dalam kesengsaraan-Nya.
Mazmur ini ditulis ratusan tahun sebelum bangsa Roma memiliki kekuasaan besar dan belum mengenal apa yang disebut dengan penghukuman salib.
Namun, Mazmur ini sedang berbicara tentang kisah salib seorang Mesias yang digenapi, yaitu ketika Kristus mati di atas kayu salib.
Mazmur ini berbicara tentang penderitaan Sang Mesias itu yang kita tahu adalah penderitaan Tuhan Yesus Kristus. Di dalam Mazmur ini, pada ayat 15 dikatakan: "Seperti air aku tercurah."
Kita mengerti Tuhan Yesus Kristus di atas kayu salib mengalami apa yang disebut kehausan atau dehidrasi karena mengalami penghakiman.
Hal itu terjadi dari malam sampai Dia tergantung di atas kayu salib dan Ia berkata, "Aku haus."
Mazmur ini juga berkata: "Dalam debu maut Kau letakkan aku." Hal itu tertulis di ayat 16. Ketika naik ke atas kayu salib, Tuhan Yesus Kristus merasakan diri-Nya sebagai seorang Mesias utusan Allah yang khusus.
Saat itu, Dia merasa terpisah dari Tuhan. Tuhan Allah memalingkan wajah-Nya dari-Nya karena Dia sedang menanggung cawan murka Allah. Dia melakukan itu karena sedang menanggung dosa-dosa manusia.
Alkitab menyampaikan di dalam Mazmur ini: "Mereka menusuk tangan dan kakiku."
Hal itu tercantum di ayat 17. Ketika membaca bagian ini, kita langsung mengerti bahwa ini adalah peristiwa penyaliban. Tangan dan kaki Tuhan Yesus Kristus dipaku di atas kayu salib.
Seakan-akan dunia berkata, "Engkau tidak boleh berbuat apa-apa dan engkau tidak berkuasa." Dunia ingin menghentikan seluruh perbuatan-Nya, dan itulah yang terjadi di kayu salib.
Bahkan, ada bagian yang pasti sangat kita pahami tentang apa yang terjadi pada Tuhan Yesus.
Di ayat yang ke-19 dikatakan: "Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubahku."
Ini yang terjadi ketika Tuhan Yesus disalib. Bukan saja Tuhan Yesus dianiaya, tetapi barang milik-Nya pun dirampas dan dibagi-bagikan.
Bahkan untuk jubah-Nya, mereka membuang undi untuk mengambilnya. Inilah Mazmur penderitaan yang telah digenapi oleh Tuhan Yesus.
Mazmur ini tidak berhenti sampai di sana. Justru Mazmur ini berbicara tentang kemenangan Sang Mesias tersebut.
Di ayat 29 sampai 30 dikatakan: "Sebab Tuhanlah empunya kerajaan. Dialah yang memerintah atas bangsa-bangsa."
Kepada-Nya akan sujud menyembah semua orang sombong di bumi. Di hadapan-Nya akan berlutut semua orang yang turun ke dalam debu dan orang yang tidak dapat menyambung hidup.
Filipi 2 : 9-11
9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!
Hari ini, sejak Tuhan Yesus datang pertama kali, kita sedang mengalami apa yang disebut dengan Kerajaan Allah. Apakah yang dimaksud dengan Kerajaan Allah?
Kerajaan Allah adalah keadaan di mana Kristus memiliki otoritas dan kuasa atas segala ciptaan-Nya.
Segala sesuatu telah diserahkan kepada kekuasaan-Nya sampai satu kali Dia datang kembali menjadi hakim atas segala sesuatu.
Di situlah Tuhan Yesus mengatakan dalam Firman-Nya: "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan diberikan kepadamu."
Perhatikan baik-baik bahwa ketika kita hidup menyenangkan hati Tuhan, Tuhan kita adalah Tuhan yang tahu segala kebutuhan kita.
Oleh karena itu, Rasul Paulus pernah menasihati dan berkata: "Marilah kita pikirkan perkara-perkara yang di atas, di mana Kristus duduk bertahta di sebelah kanan Allah."
Artinya, mari kita hidup bagi Tuhan karena Dia yang layak menerima pelayanan dan penyembahan kita.
Bagi Dia kemuliaan sampai selama-lamanya.
Doakan dan renungkan
* Sebab TUHANlah yang empunya kerajaan, Dialah yang memerintah atas bangsa-bangsa.
* Kepada-Nya akan sujud menyembah semua orang sombong di bumi, di hadapan-Nya akan berlutut semua orang yang turun ke dalam debu.
Tak terkecuali, semua menyembah