Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Senin, 06 Juli 2026

Tuhan Adalah Gembalaku


Mazmur 18:1-51

Nyanyian syukur Daud


Pada pembahasan ini pembicara hanya mengutip beberapa bagian dari keseluruhan Mazmur 18.


Mazmur 18:1-51


1 Untuk pemimpin biduan. Dari hamba TUHAN, yakni Daud yang menyampaikan perkataan nyanyian ini kepada TUHAN, pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari tangan Saul.


2 Ia berkata: "Aku mengasihi Engkau, ya TUHAN, kekuatanku!


3 Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!


4 Terpujilah TUHAN, seruku; maka aku pun selamat dari pada musuhku.


5 Tali-tali maut telah meliliti aku, dan banjir-banjir jahanam telah menimpa aku,


6 tali-tali dunia orang mati telah membelit aku, perangkap-perangkap maut terpasang di depanku.


7 Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.


25 Karena itu TUHAN membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai dengan kesucian tanganku di depan mata-Nya.


26 Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela,


27 terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit.


30 Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dan dengan Allahku aku berani melompati tembok.


31 Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.


50 Sebab itu aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu di antara bangsa-bangsa, ya TUHAN, dan aku mau menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.


Jika kita membaca keseluruhan Mazmur 18 ini, kita dapat menemukan bahwa Raja Daud berada di titik yang terendah. Ia sudah dicengkeram hampir sampai ke titik maut hidupnya.


Namun, dari pembacaan hari ini kita dapat melihat bahwa seruan doa Raja Daud didengar oleh Tuhan, bahkan Ia turun dari tahta kekuasaan-Nya untuk melepaskan Raja Daud.


Melalui seluruh Mazmur 18, kita akan sangat terpukau bagaimana Tuhan turun tangan untuk masalah ini.


Maz 18:30

Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dan dengan Allahku aku berani melompati tembok.


Ayat ini merupakan keyakinan Raja Daud kepada Tuhan dan merupakan konklusi dari pergumulan Raja Daud saat menghadapi tekanan maut yang besar, yaitu cengkeraman dari Raja Saul pada zaman itu.


Saat ia mendapatkan pertolongan Tuhan, ada satu resolusi dari hidup Daud.


Sebagai orang percaya, kita memiliki iman kepada Tuhan Yesus. Namun, dengan iman itu kita tidak serta-merta akan menjadi orang yang memiliki keberanian untuk membayar harga, berani karena kita percaya Tuhan kita adalah Tuhan yang luar biasa, penuh kuasa, dan sanggup menolong kita.


Keyakinan seperti itu memang tidak seketika kita dapatkan, tetapi pengalaman kita bersama Tuhan itu sangat membangun keyakinan kita di dalam Tuhan.


Bagaimana Raja Daud mempunyai pengalaman yang begitu luar biasa? Apa yang ia serukan dalam doa didengar Tuhan.


Ada satu rahasia yang sangat penting yang perlu kita ketahui sebagai orang percaya yang tercatat pada Mazmur 18:25-27.


25 Karena itu TUHAN membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai dengan kesucian tanganku di depan mata-Nya.


26 Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela,


27 terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit.


Raja Daud adalah orang yang dipilih dan dikasihi oleh Tuhan, tetapi jika ia hidup dengan sembarangan dan tidak menjaga diri di hadapan Tuhan, maka Tuhan tidak akan membelanya.


Maka ia mengatakan, “…TUHAN membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku...”


Sebagai orang percaya, bukan kita yang lebih dahulu memilih Tuhan, tetapi Tuhanlah yang terlebih dahulu memilih kita.


Ia mengasihi kita tanpa syarat. Akan tetapi, kita tidak boleh keterlaluan dengan berpikir apa pun yang kita perbuat Tuhan pasti tetap di pihak kita, itu tidak benar.


Tuhan bisa menjadi lawan kita ketika kita berbuat sembarangan. Kita harus menjaga hidup agar kita bisa berkenan kepada Tuhan.


Hal ini karena kehidupan doa, kehidupan keseharian, rasa syukur kepada Tuhan, dan pengalaman dengan Tuhan itu sangat dipengaruhi oleh bagaimana kita hidup.


Pesan Firman Tuhan bagi kita

1. Camkanlah baik-baik, cermati bagaimana kita hidup.


Apakah keyakinan kita terbangun akan Tuhan yang hidup dan bekerja luar biasa dalam hidup kita?


2. Mari kita mengerjakan hidup kita sebagai orang yang sudah diselamatkan, bukan sebagai orang yang binasa.


Doakan dan renungkan


* TUHAN membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai dengan kesucian tanganku di depan mata-Nya.


* Kita harus menjaga agar hidup kita berkenan kepada Tuhan, karena Tuhan bisa menjadi lawan kita ketika kita hidup sembarangan.


Cermati bagaimana kita hidup