Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 17:1-15
Diburu dengan tak bersalah
1 Doa Daud. Dengarkanlah, TUHAN, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku; berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu.
2 Dari pada-Mulah kiranya datang penghakiman: mata-Mu kiranya melihat apa yang benar.
3 Bila Engkau menguji hatiku, memeriksanya pada waktu malam, dan menyelidiki aku, maka Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan; mulutku tidak terlanjur.
4 Tentang perbuatan manusia,
sesuai dengan firman yang Engkau ucapkan, aku telah menjaga diriku terhadap jalan orang-orang yang melakukan kekerasan;
5 langkahku tetap mengikuti jejak-Mu, kakiku tidak goyang.
6 Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku.
7 Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.
8 Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu
9 terhadap orang-orang fasik yang menggagahi aku, terhadap musuh nyawaku yang mengepung aku.
10 Mereka tidak menunjukkan belas kasihan, mereka membual;
11 mereka mengikuti langkah-langkahku, mereka sekarang mengerumuni aku, mata mereka diarahkan untuk menghempaskan aku ke bumi.
12 Rupa mereka seperti singa, yang bernafsu untuk menerkam, seperti singa muda, yang mengendap di tempat yang tersembunyi.
13 Bangunlah, TUHAN, hadapilah mereka, rebahkanlah mereka, luputkanlah aku dengan pedang-Mu dari pada orang fasik.
14 Luputkanlah aku, ya TUHAN, dengan tangan-Mu, dari orang-orang dunia ini yang bagiannya adalah dalam hidup ini; biarlah perut mereka dikenyangkan dengan apa yang Engkau simpan,
sehingga anak-anak mereka menjadi puas, dan sisanya mereka tinggalkan untuk bayi-bayi mereka.
15 Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.
Apakah saudara pernah mengalami apa yang dialami oleh Raja Daud ini?
Lembaga Alkitab Indonesia memberikan judul mazmur ini adalah diburu dengan tak bersalah.
Raja Daud tidak bersalah, namun di buru oleh orang lain atau dipersalahkan, tentu pengalaman ini tidak enak.
Pernahkah Saudara mengalami, tidak bersalah namun dipersalahkan oleh orang lain, atau Saudara tidak berbuat salah tetapi mengalami hal-hal tidak mengenakkan di dalam hidup ini.
Mungkin Saudara akan berkata dalam hati,”Ini tidak adil,” dan Saudara ingin membalas kepada orang yang berbuat tidak adil tersebut, dan rasa geram/ marah bisa ada dalam hati Saudara.
Namun kalau kita membaca Firman Tuhan ini, Daud tidak berbuat salah namun dia diburu dan di benci oleh orang.
Apakah Daud melawan? Tidak sama sekali.
Saya yakin Daud sanggup dan mampu berperang dan melawan musuh-musuhnya, apalagi kita tahu bahwa dia seorang prajurit.
Namun, daripada Daud melawan, Daud justru mau bersandar kepada Tuhan, Mengapa? Karena Daud tahu Tuhan adalah Tuhan yang maha adil.
Ketika kita percaya dan mengenal Tuhan kita, Tuhan yang adil, maka sepatutnya respons kita adalah tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, namun kita membalas kejahatan dengan kebaikan.
Karena kita percaya kepada Tuhan yang adil.
Apakah yang patut kita doakan di hadapan Tuhan ketika kita menghadapi hal-hal seperti itu dalam hidup kita?
Pemazmur mengatakan ada 3 hal yang dia minta kepada Tuhan:
1. Tuhanlah yang bertindak
Mazmur 17:13 dia berkata, “Bangunlah Tuhan, hadapilah mereka, rebahkanlah mereka”.
Permohonan kita kepada Tuhan, biarlah Tuhan yang bertindak, bukan saya yang bertindak.
Biarlah Tuhan yang maha tahu dan maha adil berbuat sesuai dengan apa yang Tuhan pikir baik, itulah orang beriman.
Orang beriman, percaya akan kedaulatan Tuhan, percaya akan kuasa Tuhan, percaya bahwa tidak ada satu perkara di dalam dunia ini yang terjadi tanpa seizin Tuhan.
Disanalah kita berkata, “Bangunlah Tuhan, hadapilah mereka.”
2. Memohon perlindungan dari Tuhan
Mazmur 17:14 dia berkata, “Luputkanlah aku, ya Tuhan, dengan tanganMu”.
Kita butuh perlindungan Tuhan.
Seberapa hebat pun kita bisa membela diri, seberapapun banyak orang yang mendukung kita, seberapapun fasilitas yang kita miliki untuk keamanan diri kita berapapun investasi kita, berapa pun kekayaan yang kita miliki, itu semua tidak menjamin.
Disitu kita memohon hanya Tuhanlah yang sanggup meluputkan kita.
Dialah Tuhan yang mengasihi, dan orang percaya di dalam genggaman tangan Tuhan. Tidak ada apapun yang dapat memisahkan kita dari pada kasih Tuhan.
3. Komitmen untuk hidup dengan benar
Mazmur 17:15 berkata, “Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu”.
Ini kalimat yang sangat berharga bagi kita.
Ketika pemazmur mau hidup benar, maka ketika dia bangun dari tidurnya dia akan puas dengan rupa Tuhan, apa artinya?
Artinya adalah Tuhan berkenan kepada-nya.
Pesan Firman Tuhan bagi kita:
1. Kepuasan orang percaya yang tertinggi dan terutama dalam hidup adalah ketika Tuhan berkenan kepada kehidupan mereka.
Itulah yang kita kejar di dalam hidup kita, di dalam anugerah Tuhan.
2. Apapun yang kita alami, betapapun dunia tidak adil, bertapapun sahabatmu berbuat sesuatu yang tidak berkenan dihatimu, ingatlah bahwa ada Tuhan yang membela kita.
Mari kita berarap kepada Dia.
Doakan dan renungkan
* Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajahMu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupaMu.
* Kepuasan tertinggi dan terutama orang percaya dalam hidupnya adalah ketika Tuhan berkenan kepada mereka.
Perkenanan Tuhan memuaskanku