Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Kamis, 02 Juli 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Mazmur 14:1-7 Kebebalan Manusia


Hari ini kita akan merenungkan firman Tuhan dari Mazmur 14.

Biarlah Mazmur 14 ini menjadi berkat bagi kita sekalian.


Mazmur 14:1-7Kebebalan Manusia


1 Untuk pemimpin biduan. Dari Daud. Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.


2 TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah.


3 Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.


4 Tidak sadarkah semua orang yang melakukan kejahatan, yang memakan habis umat-Ku seperti memakan roti, dan yang tidak berseru kepada TUHAN?


5 Di sanalah mereka ditimpa kekejutan yang besar, sebab Allah menyertai angkatan yang benar.


6 Kamu dapat mengolok-olok maksud orang yang tertindas, tetapi TUHAN adalah tempat perlindungannya.


7 Ya, datanglah kiranya dari Sion keselamatan bagi Israel! Apabila TUHAN memulihkan keadaan umat-Nya, maka Yakub akan bersorak-sorak, Israel akan bersukacita.



Saya ingin menggarisbawahi apa yang ditulis dalam ayat pertama dari Mazmur ini. Dikatakan demikian:


Mazmur 14:1b

Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.


Yang ditulis oleh Mazmur, yaitu orang bebal, yang berkata, “Tidak ada Allah.”, maksudnya adalah orang-orang yang tidak percaya akan Allah, atau orang-orang yang tidak percaya kepada keberadaan Allah.


Bebal di sini, bukan terkait dengan intelektualitas seseorang. Namun, terkait hati seseorang.


Menariknya adalah, dikatakan bahwa orang bebal berkata “dalam hatinya”, Jadi di sini pemazmur ingin menekankan, bahwa perbuatan lahiriah lahir dari hati seseorang.


Pertanyaannya adalah, apakah hanya orang yang tidak percaya eksistensi Allah, yang bisa berkata seperti ini dalam hatinya?


Sebagai orang percaya, dalam hidup kita secara pengakuan, kita bisa berkata, “Saya percaya Allah itu ada.”


Namun bisa jadi di dalam perilaku kita sehari-hari, kita melanggar apa yang Tuhan mau, di mana kita tidak peduli akan kehadiran Allah, menjadikan kita berbuat semau-maunya, seuntung- untungnya kita, dan tidak peduli akan pimpinan Tuhan.


Mungkin secara tidak langsung kita berkata dalam hati: tidak ada Allah. Meskipun mungkin, ketika kita ditanya, “Apakah engkau percaya akan Allah?” Kita berkata, “Saya percaya.”


Tetapi, secara praktek hidup, kita berbuat seakan-akan kita tidak percaya akan adanya Allah. Penting sekali kalimat yang dikatakan pemazmur, orang bebal berkata dalam hatinya, “Tidak ada Allah.”


Kapankah kita berbuat semaunya kita, sebagai orang percaya, tapi seakan-akan Allah tidak ada? Pada saat kita menjadi orang yang bebal.


Bebal di sini seperti yang dikatakan sebelumnya, bukan masalah intelektual. Tapi, masalah hati yang buta.


Pesan firman Tuhan bagi kita:


1. Kita sebagai orang percaya bisa terjerumus pada apa yang dikatakan oleh firman Tuhan ini, yaitu menjadi orang bebal.


Satu hal yang perlu kita sadari, firman Tuhan mengatakan Mazmur 14:2.


Mazmur 14:2

TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah.


Jangan lupa, Allah melihat ke bawah. Allah memperhatikan anak-anak, termasuk Saudara dan saya.


Bukan saja ketika Saudara dan saya sedang beribadah, tapi juga saat sedang beraktifitas sehari-hari.


Allah menyaksikan, apakah kita yang adalah orang percaya, juga adalah orang yang tidak mencari Allah dalam hidup ini.


Mari kita waspada. Setiap kita pasti ada pergumulan, kekuatiran, ketakutan, kesulitan, tantangan.


Jalan yang sulit, sering kali membuat kita mengkompromikan iman kita, dan secara tidak langsung kita mau berkata, “Allah tidak melihat. Allah tidak ada. Saya berbuat apa yang saya mau.”


2. Mari kita introspeksi diri, karena Tuhan melihat dari surga.


Saya berdoa, biarlah ketika Tuhan melihat Saudara dan saya, Dia melihat hamba-hamba yang setia dan yang baik, sedang melakukan apa yang Tuhan mau.


Doakan dan renungkan


* Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." Busuk dan jijik perbuatan mereka.


* Jalan yang sulit sering kali membuat orang percayapun mengkompromikan imannya, dan secara tidak langsung, perbuatannya berkata, “Allah tidak melihat. Allah tidak ada. Saya berbuat apa yang saya mau.”


Waspadalah!