Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 13:1-6
Doa kepercayaan
Renungan Firman hari ini terambil dari:
Mazmur 13:1-6
1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud.
2 Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku?
3 Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari?
Berapa lama lagi musuhku meninggikan diri atasku?
4 Pandanglah kiranya, jawablah aku, ya TUHAN, Allahku! Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati,
5 supaya musuhku jangan berkata: "Aku telah mengalahkan dia," dan lawan-lawanku bersorak-sorak, apabila aku goyah.
6 Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.
Pernahkah kita mengalami hal yang dialami oleh pemazmur seperti yang tertera pada ayat 2?
Mazmur 13: 2
2 Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku?
Pemazmur mengalami masa yang tidak mudah di dalam hidupnya. Ia adalah orang yang percaya Tuhan. Jawaban Tuhan begitu lama, sehingga ia berkata, “Berapa lama lagi, ya Tuhan?”
Mungkin kita pernah memiliki pengalaman serupa dalam menantikan Tuhan. Menanti lama sehingga banyak orang percaya mengalihkan perhatiannya bukan kepada Tuhan, melainkan kepada hal-hal lain.
Banyak orang Kristen tidak sanggup menantikan Tuhan begitu lama. Ketika kita sedang menantikan Tuhan, jawaban itu belum juga tiba, kita bisa seperti pemazmur ini yang bertanya kepada Tuhan tentang berapa lagi kita dilupakan terus-menerus.
Kita merasa dilupakan oleh Tuhan. Selain itu, ia berkata berapa lama lagi Tuhan sembunyikan wajah-Nya.
Saat kita berharap kepada Tuhan, tetapi jawaban itu belum ada, seberapa banyak dari kita merasa Tuhan tidak peduli dengan kita.
Tuhan sembunyikan wajah-Nya dari kita. Wajar kita memiliki pengalaman seperti ini sehingga kita terus bertanya berapa lama lagi kita khawatir dan bersedih hati.
Kita mulai khawatir akan penantian demi penantian dengan jawaban yang tidak kunjung tiba. Pemazmur sangat berharap kepada Tuhan dan hanya kepada Tuhan.
Orang percaya harus menjadi orang yang selalu berharap kepada Tuhan. Berharap bahwa Tuhan yang menerangi jalan dan peduli kepada kita.
Mazmur 13:4
4 Pandanglah kiranya, jawablah aku, ya TUHAN, Allahku! Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati,
Ayat 4 adalah pengharapan pemazmur. Bagaimanakah pemazmur bisa tekun menantikan Tuhan tanpa tawar hati dan terus berharap kepada Tuhan?
Mazmur 13:6
6 Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.
Hidup kita pasti mengalami kebaikan Tuhan. Tidak ada manusia yang tidak mengalami kebaikan Tuhan.
Terlebih lagi kita, sebagai orang-orang yang percaya Tuhan Yesus, kita adalah anak-anak Allah yang mendapatkan berkat rohani.
Jika menelusuri ke belakang, hidup kita tidak selalu baik-baik saja di hadapan Tuhan. Berapa sering kita melanggar? Berapa sering Tuhan mengampuni dan tetap memberikan berkat kepada kita?
Pemazmur mengingat dan percaya akan kasih setia Tuhan. Di dalam penantian dan pergumulan kita yang begitu panjang dan belum ada jawaban, kita sudah mengalami kebaikan Tuhan.
Mari, percaya kepada kasih setia Tuhan itu. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita dan selalu setia kepada Firman-Nya.
Tuhan selalu ingin melakukan yang baik dalam hidup kita. Hanya saja, kita harus belajar menantikan waktu Tuhan. Waktu Tuhan adalah waktu yang terbaik bagi kita.
Pesan Firman Tuhan bagi kita
Mari kita belajar menantikan Tuhan dengan percaya kasih setia Tuhan yang terus menerus kepada kita. Kita bertekun, dekat dengan Tuhan, menanti dan berharap kepada Tuhan.
Doakan dan renungkan
*Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku?
*Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.
KebaikanNya dalam Kesesakanku