Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 12:1-9
Doa minta tolong terhadap orang yang curang
Manusia bisa memanipulasi kata-kata mereka demi keuntungan pribadi, tetapi janji Allah tidak pernah menipu karena ketetapan-Nya selalu sempurna dan dapat diandalkan.
Hari ini kita hidup di dunia yang berhadapan dengan penyakit krisis kepercayaan. Berapa banyak dari kita, pernah mendengar janji yang manis, tetapi tidak pernah ditepati?
Janji itu mungkin pernah datang dari tokoh-tokoh di pemerintahan, rekan kerja, atau bahkan orang-orang terdekat kita. Demikian juga dengan berita.
Adanya media sosial dan konstelasi informasi, kita sering kali bergumul untuk melihat mana berita yang bisa dipercaya. Akibatnya, kita sulit untuk mempercayai sesuatu.
Terkadang di dalam dinamika relasi, saking seringnya kita dikecewakan, kita bisa membangun tembok di hati kita dan berkata, "Saya tidak mau percaya kepada siapapun."
Jika kita bergumul dengan krisis kepercayaan, Tuhan pasti akan memulihkan kita. Di balik krisis ini, kita bisa lega karena kita memiliki satu pribadi yang dapat dipercaya, yaitu Allah dari dahulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya.
Janji-Nya tetap dan bisa dipercaya. Keyakinan yang sama dimiliki oleh Daud di dalam Mazmur pasal 12. Saat dia berhadapan dengan keadaan yang sulit, dia memilih untuk tetap percaya kepada janji dan ketetapan Allah.
Mari kita bersama-sama merenungkan firman Tuhan dari:
Mazmur 12:1-9
1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Yang kedelapan. Mazmur Daud.
2 Tolonglah kiranya, TUHAN, sebab orang saleh telah habis, telah lenyap orang-orang yang setia dari antara anak-anak manusia.
3 Mereka berkata dusta, yang seorang kepada yang lain, mereka berkata dengan bibir yang manis dan hati yang bercabang.
4 Biarlah TUHAN mengerat segala bibir yang manis dan setiap lidah yang bercakap besar,
5 dari mereka yang berkata: "Dengan lidah kami, kami menang! Bibir kami menyokong kami! Siapakah tuan atas kami?"
6 Oleh karena penindasan terhadap orang-orang yang lemah, oleh karena keluhan orang-orang miskin, sekarang juga Aku bangkit, firman TUHAN; Aku memberi keselamatan kepada orang yang menghauskannya.
7 Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.
8 Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya, Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini.
9 Orang-orang fasik berjalan ke mana-mana, sementara kebusukan muncul di antara anak-anak manusia.
Dalam nyanyian ini, Daud sedang mengeluh dan memohon kepada Tuhan. Keluhan utama Daud terkait dengan kebohongan dan ucapan manis yang menipu, digunakan para musuh untuk memfitnah orang-orang lemah.
Menipu saja sudah sangat merugikan. Apalagi, menipu orang-orang yang lemah. Orang lemah yang sudah berjuang dengan kerasnya hidup, malah harus mengalami nasib yang malang karena penipu ini.
Ayat 2 menyoroti ungkapan perasaan Daud karena keseriusannya melihat masalah ini.
Mazmur 12:2
2 Tolonglah kiranya, TUHAN, sebab orang saleh telah habis, telah lenyap orang-orang yang setia dari antara anak-anak manusia.
Daud berhadapan bukan dengan masalah fisik atau teror secara militer, melainkan masalah moral yang begitu mengerikan dan keji.
Pada ayat 3-5, Daud menceritakan kejahatan yang orang-orang tersebut dilakukan, dikatakan bahwa mereka berdusta dan berkata-kata dengan bibir yang manis.
Dalam bahasa aslinya, bibir yang manis juga bisa dipahami sebagai bibir yang licin. Merujuk kepada mereka yang berkata-kata bukan untuk menyatakan kebenaran. tapi menyampaikan agenda tersembunyi yang tentu menguntungkan mereka.
Mereka mungkin pandai berbicara dan menjanjikan sesuatu. Namun, itu bukan berasal dari kejujuran, melainkan niat jahat yang dibungkus dengan begitu rapi. Bayangkan betapa jahatnya mereka.
Mereka bukan hanya berbohong, tetapi mereka berkata bahwa mereka menang. Merasa berkuasa dengan bibir mereka. Bahkan berpikir bahwa tidak ada seorang pun yang dapat menjadi tuan di hidup mereka.
Bagi orang-orang ini, mereka lebih besar daripada Tuhan. Setelah berbicara tentang orang-orang yang jahat, Daud memberikan perbandingan yang sangat kontras dengan Tuhan.
Pada ayat 3-5, orang jahat menipu orang yang lemah. Namun, pada ayat 6, Tuhan dikatakan berpihak kepada mereka yang lemah dan miskin.
Pada ayat 3-5, tertulis bahwa mulut orang-orang yang jahat ini tidak bisa dipercaya. Pada ayat 7, firman Tuhan berkata bahwa janji Tuhan itu janji yang murni bagaikan perak yang teruji.
Sama seperti perak yang dipanaskan dan disaring berkali-kali di dalam tungku yang memisahkan logam berharga dari kotoran, firman Tuhan digambarkan sebagai sesuatu yang telah melalui proses pemurnian sebanyak tujuh kali.
Tujuh kali bukan ungkapan perhitungan yang asal-asalan. Tujuh melambangkan kesempurnaan. Artinya, perkataan Tuhan sama sekali tidak bercacat. Bebas dari manipulasi atau kebohongan.
Pada ayat 8, pemazmur meyakini bahwa Tuhan akan menepati janji-Nya dan senantiasa menjaga kehidupan orang-orang percaya.
Sebagai orang yang sudah melalui banyak hal bersama dengan Tuhan, Daud pasti sangat tahu karakter Allah yang setia dan dapat diandalkan.
Kita bisa hidup di dunia yang penuh dengan kebohongan, manipulasi, atau tipu daya; tapi kita bersyukur karena kita memiliki Allah yang ketetapan-Nya dapat kita pegang.
Tuhan tidak berbohong saat berkata bahwa Dia akan memelihara, menjaga, merawat, dan memimpin hidup kita. Tuhan juga tidak membual saat berkata bahwa Dia bekerja untuk mendatangkan kebaikan.
Salah satu bukti terbesar bahwa Allah menepati janji-Nya adalah ketika Ia mengutus anak-Nya Yesus Kristus, untuk menjadi korban pendamaian bagi setiap kita.
Di atas kayu salib, janji-Nya untuk menyelamatkan umat-Nya digenapi. Pada ayat 9, Daud mengingatkan bahwa dunia tidak langsung bebas dari kepalsuan, orang jahat masih ada.
Pesan Firman Tuhan bagi kita
1. Di tengah dunia yang penuh dengan kebohongan, kita dipanggil untuk menjadikan firman Tuhan yang murni sebagai satu-satunya jangkar di hidup kita.
2. Sebagai anak-anak-Nya, mari belajar percaya kepada-Nya.
Doakan dan renungkan
* Dunia penuh dengan kebohongan, manipulasi, atau tipu daya sehingga sering kali kita mengalami krisis kepercayaan.
* Firman Tuhan yang murni adalah jangkar kehidupan kita. Janji dan ketetapan Allah selalu sempurna dan dapat diandalkan.
Jangkar Kehidupan