Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Minggu, 28 Juni 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Mazmur 10:12-18

Allah, Pelindung orang-orang saleh (part 4)


Di dunia yang sering kali mengabaikan jeritan orang lemah, kita bersyukur karena kita memiliki Allah yang selalu mencondongkan telinga-Nya kepada setiap kita.


Ada sebuah frekuensi suara yang disebut sebagai “infrasonik”, adalah gelombang bunyi atau getaran dengan frekuensi yang sangat rendah.


Getarannya ada di angka di bawah 20 hertz, sehingga suaranya biasanya tidak bisa di dengar oleh telinga manusia.


Hanya beberapa hewan seperti paus, gajah, dan badak yang bisa mendengarkan frekuensi ini.


Menariknya, meskipun frekuensinya sangat rendah dan tidak bisa terdengar, ternyata suara infrasonik bisa merambat dengan jarak yang sangat jauh.


Gelombang ini biasanya berasal dari aktivitas geologis seperti gempa bumi dan tanah longsor atau hasil dari aktivitas manusia seperti penggunaan mesin berat.


Ini menarik, karena ternyata suara kelihatannya tidak terdengar ternyata memiliki jangkauan yang paling jauh.


Di dalam kehidupan masyarakat saat ini siapa yang suaranya paling tidak terdengar?


Orang-orang yang lemah, tertindas dan mengalami ketidakadilan.


Orang-orang yang berkuasa pasti selalu di dengar, tetapi tidak dengan mereka yang dianggap kecil dan tidak punya apa-apa, padahal Allah selalu berpihak kepada mereka.


Di kitab Yehezkiel, Allah pernah mengecam para pemimpin Israel karena mereka tidak memperhatikan orang-orang yang lemah dan membutuhkan pertolongan.


Yehezkiel 34:4, “Yang lemah tidak kamu kuatkan, yang sakit tidak kamu obati, yang luka tidak kamu balut, yang tersesat tidak kamu bawa pulang, yang hilang tidak kamu cari, melainkan kamu injak-injak mereka dengan kekerasan dan kekejaman.”


Kepedulian Allah menunjukkan bahwa Dia memperhatikan orang-orang yang tertindas, apalagi di masa-masa sulit.


Di dalam Mazmur pasal yang ke-10, Allah menunjukkan perhatiannya kepada orang-orang ini.


Mazmur 10:12-18

Allah pelindung orang-orang saleh


12 Bangkitlah, TUHAN! Ya Allah, ulurkanlah tangan-Mu,

janganlah lupakan orang-orang yang tertindas.


13 Mengapa orang fasik menista Allah,

sambil berkata dalam hatinya: "Engkau tidak menuntut?"


14 Engkau memang melihatnya, sebab Engkaulah yang melihat kesusahan dan sakit hati,

supaya Engkau mengambilnya ke dalam tangan-Mu sendiri.

Kepada-Mulah orang lemah menyerahkan diri;

untuk anak yatim Engkau menjadi penolong.


15 Patahkanlah lengan orang fasik dan orang jahat,

tuntutlah kefasikannya, sampai Engkau tidak menemuinya lagi.


16 TUHAN adalah Raja untuk seterusnya dan selama-lamanya.

Bangsa-bangsa lenyap dari tanah-Nya.


17 Keinginan orang-orang yang tertindas telah Kaudengarkan, ya TUHAN;

Engkau menguatkan hati mereka,

Engkau memasang telinga-Mu,


18 untuk memberi keadilan kepada anak yatim dan orang yang terinjak;

supaya tidak ada lagi seorang manusia di bumi yang berani menakut-nakuti.


Bagian yang kita baca hari ini menyambung perenungan yang kita sama-sama gumulkan di hari sebelumnya.


Di dalam nyanyiannya, Daud mengeluhkan orang-orang yang fasik, yang memburu dan menyengsarakan orang yang tertindas.


Di ayat 8, mereka bahkan dikatakan membunuh orang yang tidak bersalah, benar benar keji.


Di mata banyak orang, orang lemah sering kali diperlakukan seenaknya.


Maka dari itu sambil mengingat orang-orang tertindas yang ada disekitarnya, Daud memohon pertolongan dari Tuhan.


Di ayat 12 dia berkata :Bangkitlah, TUHAN! Ya Allah, ulurkanlah tangan-Mu,janganlah lupakan orang-orang yang tertindas.


Kata “Ulurkanlah tanganmu” sering kali menjadi simbol keterlibatan dalam pertempuran.


Di dalam kejujurannya, Daud meminta Allah untuk melakukan sesuatu, meskipun tentu kita percaya bahwa di dalam keheningan sekalipun Allah pasti bekerja.


Permohonan Daud tentu bukannya tidak berdasar.


Selain karena dia mengingat apa yang Tuhan kerjakan di masa lalu, dia juga mendasarkan nyanyiannya pada iman dan keyakinan bahwa Tuhan adalah Raja.


Ketika Daud berbicara tentang raja, dia membayangkan peran raja di konteks timur dekat kuno sebagai pelindung orang yang tertindas dan pembela anak yatim dan orang yang teraniaya.


Idealnya, raja semestinya bukan hanya tinggal di istana atau duduk dengan nyaman di singgasananya.


Di sepanjang Mazmur Pasal 9-10 yang merupakan satu kesatuan, Daud sudah menyebut orang-orang miskin, orang terinjak, orang malang, orang yatim, orang tidak bersalah, orang tertindas dan orang sengsara.


Penyebutan-penyebutan ini menunjukkan bahwa sebagai Raja, Allah tidak pernah meluputkan pandangannya dari mereka yang lemah.


Suara mereka selalu terdengar di telinga sang Raja. Ini menarik karena secara tidak langsung Daud sedang menyindir orang orang fasik.


Saat mereka berusaha menjadi raja atas hidup mereka sendiri, Allah akan menghakimi mereka sebagai raja yang seenarnya dari kehidupan yang ia ciptakan ini.


Firman Tuhan hari ini memberikan kita kekuatan sekaligus teguran.


Saat mendengarkan Firman Tuhan hari ini kita mungkin sedang berjuang dengan hidup yang sulit dan tidak adil.


Kita mungkin direndahkan dan diinjak-injak orang, kita mungkin dilupakan,


Namun mazmur pasal 10 meneguhkan kita dan menunjukkan kita siapa Allah yang kita sembah.


Saat Kristus pertama kali lahir, kedatangan-Nya pertama kali diperkenalkan kepada orang-orang yang justru tidak dihargai di tengah masyarakat, misalnya para gembala.


Di sisi lain, perenungan ini adalah sebuah teguran bagi kita yang mempunyai status di tengah masyarakat.


Bagaimana kita memperlakukan orang orang yang secara posisi lebih rendah daripada kita di tempat kerja?


Bagimana kita memperlakukan para pekerja di tempat umum?


Apakah kita mengasihi orang-orang yang menolong kita di dalam pekerjaan di rumah kita?


Pesan Firman Tuhan bagi kita:


Kalau kita benar-benar mengenal Kristus, Raja yang telah meninggalkan kemuliaan-Nya dan merendahkan diri-Nya bagi setiap orang yang jengah hidup di dalam dosa,


maka mari berdoa supaya Tuhan memakai kita menjadi perpanjangan tangan-Nya untuk mengasihi mereka yang Allah kasihi dan untuk membela mereka yang Allah dekap erat di dalam hati-Nya.


Doakan dan renungkan


*Di mata banyak orang, orang lemah sering kali diperlakukan seenaknya dan suara mereka tidak terdengar.


* Tidak demikian dengan Tuhan. Ia mendengar keinginan orang-orang yang tertindas; Ia menguatkan hati mereka dan Ia memasang telinga-Nya.


Allah peduli orang lemah