Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 9:1-11 Allah Pelindung Orang-orang Saleh; Part 1
Ditengah hidup yang berjalan dengan cepat, berhenti sejenak untuk mengingat kebaikan Tuhan adalah cara kita menemukan anugerah dan kekuatan.
Salam jumpa dalam program Tuhan adalah Gembalaku.
Saudara, kita hidup di dalam dunia yang sangat menuntut kecepatan. Apalagi dengan berkembangnya teknologi, kita dituntut untuk efektif dan bisa mengerjakan banyak hal dalam waktu yang bersamaan.
Dengan adanya handphone misalnya. Orang bisa berkomunikasi dengan lebih cepat, sehingga kita dituntut untuk bekerja dengan lebih cepat lagi.
Bahkan, dengan adanyazoom, rapat pun bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.
Akibatnya, kita melalui hari demi hari begitu saja. Kita sulit mengingat atau merayakan sesuatu, karena semuanya terjadi dengan begitu cepat.
Kita seperti atlet, yang terus berlari dan berpacu dengan semua tuntutan yang ada. Padahal, ada banyak memori berharga yang membentuk kita.
Kita mungkin belajar mengampuni, karena mungkin kita mengingat moment di mana kita pernah diampuni oleh seseorang. Kita belajar berbagi, karena mungkin kita mengingat rasanya diberi di masa sulit.
Di dalam kehidupan orang Yahudi zaman dahulu, mengingat adalah elemen penting di hidup mereka.
Cerita tentang perbuatan Tuhan dibagikan dari generasi ke generasi. Mereka sadar, bahwa memori bersama dengan Tuhan, yang membentuk kehidupan mereka.
Begitu pun dengan Daud. Di Mazmur pasal 9, dia bersyukur untuk kebaikan Tuhan yang dia alami.
Seperti banyak mazmur lainnya, kita mungkin tidak bisa mengenali di moment seperti apa, atau apa yang sedang terjadi ketika nyanyian ini ditulis.
Kemungkinan besar, nyanyian ini ditulis setelah Daud mengalami pekerjaan Tuhan yang membebaskannya.
Mari, saat ini kita membuka dan merenungkan Firman Tuhan dari kitab Mazmur.
Mazmur 9:1-11 Allah Pelindung Orang-orang Saleh
1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Mut-Laben. Mazmur Daud.
2 Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib;
3 aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi,
4 sebab musuhku mundur, tersandung jatuh dan binasa di hadapan-Mu.
5 Sebab Engkau membela perkaraku dan hakku, sebagai Hakim yang adil Engkau duduk di atas takhta.
6 Engkau telah menghardik bangsa-bangsa, telah membinasakan orang-orang fasik; nama mereka telah Kauhapuskan untuk seterusnya dan selama-lamanya;
7 musuh telah habis binasa, menjadi timbunan puing senantiasa: kota-kota telah Kauruntuhkan; lenyaplah ingatan kepadanya.
8 Tetapi TUHAN bersemayam untuk selama-lamanya, takhta-Nya didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman.
9 Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.
10 Demikianlah TUHAN adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan.
11 Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.
Dalam Mazmur ini, Daud bukan hanya mengingat pekerjaan Allah, tapi juga bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati.
Segenap hati berarti mencakup keseluruhan diri dari pemazmur. Sama seperti ayat di Ulangan 6:5, kita diperintahkan untuk mengasihi Allah secara sadar dengan seluruh hidup kita.
Ulangan 6:5 Perintah yang Utama
Kasihilah Tuhan TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu.
Artinya, di sini Daud sedang bersyukur dengan totalitas hatinya. Rasa syukurnya meluap-luap, sama seperti misalnya ketika kita sedang mengalami peristiwa yang sangat menyenangkan hati.
Entah itu waktu kita wisuda, waktu kita mendapatkan pekerjaan baru, waktu kita bertemu dengan sahabat yang sudah lama tidak bertemu.
Hati Daud dipenuhi dengan sukacita sampai dia berkata, dia mau menceritakan semua perbuatan Allah yang ajaib.
Jadi nyanyian ini adalah ungkapan natural dari Daud, karena dia mau, orang lain tahu, apa yang Allah telah lakukan.
Jika kita makan di suatu restoran yang enak, kita pasti tidak akan menyimpan memori itu sendiri. Kita akan otomatis menceritakannya kepada orang lain.
Apa yang Allah telah lakukan dihidup Daud? Mengalahkan musuh-musuh Daud.
Allah melakukannya, bukan sekedar karena Allah lebih suka Daud dan bangsa Israel. Bukan begitu.
Allah membela Daud, pertama-tama, karena keadilan-Nya dan kebencian-Nya terhadap kejahatan.
Di ayat 9, pemazmur menyebut Allah sebagai pribadi yang menghakimi dunia dengan keadilan.
Mazmur 9:9
Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.
Artinya, Tuhan mengalahkan musuh-musuh Daud, karena mereka memang melakukan hal yang keji di mata-Nya. Mereka melakukan sesuatu yang pantas untuk dihukum.
Penghukuman Tuhan pun tidak main-main. Di ayat 6, digambarkan bahwa nama mereka telah dihapus untuk selama-lamanya.
Mazmur 9:6
Engkau telah menghardik bangsa-bangsa, telah membinasakan orang-orang fasik; nama mereka telah Kauhapuskan untuk seterusnya dan selama-lamanya;
Ini ungkapan yang powerful sekali. Kemungkinan musuh Daud di sini bukan hanya segelintir orang. Tapi satu bangsa, karena Daud juga berbicara tentang timbunan dan kota.
Tentu Daud tidak bersuka cita karena ada bangsa yang dihukum. Daud bersyukur karena Allah melindungi Daud dan menegakkan keadilan-Nya.
Daud dan nyanyiannya mengingatkan kita, bahwa hidup di dalam Tuhan sangat indah. Tidak pernah sekali pun dalam kehidupan kita, Tuhan tidak setia.
Kebaikan yang Daud alami, menjadi kekuatan bagi Daud, sehingga dia mengenal Allah sebagai tempat perlindungannya.
Mazmur 9:10
Demikianlah TUHAN adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan.
Jika kita mencari tahu bahasa aslinya, tempat “perlindungan” atau “refuge” dalam ayat 10, artinya adalah tempat tinggi berbatu yang tidak bisa diakses.
Jadi tempat ini memberikan pelindungan bagi seseorang dari musuh yang mendekat.
Pengalaman Daud bersama Tuhan membentuk hati Daud, untuk semakin percaya kepada Allah, sama seperti yang ia katakan di ayat 10.
Jika kita melihat ke belakang dengan teliti, kita pasti bisa menemukan moment-moment kebaikan Tuhan.
Entah itu dalam pekerjaan kita, dalam keluarga kita, dalam kehidupan relasi kita, atau mungkin dalam kehidupan pelayanan kita.
Ada banyak jejak-jejak kebaikan Tuhan yang dapat kita telusuri. Ada banyak berkat Tuhan, yang Dia sediakan lewat moment-moment sederhana.
Sayangnya, kita sering kali terjebak dengan hidup yang terus bergerak cepat. Kita lupa untuk mengingat moment-moment berharga yang Tuhan sediakan.
Salah satumomentatau memori yang paling menggetarkan adalah peristiwa salib. Keselamatan yang Tuhan berikan, memberikan keyakinan kepada kita bahwa Tuhanlah perlindungan kita.
Pesan Firman Tuhan bagi kita:
1. Mari belajar untuk terus mengingat kehadiran Tuhan di hidup kita, sambil terus berjalan di perjalanan kehidupan yang penuh dengan pergumulan ini.
2. Biarlah Dia yang menjadi sukacita kita.
Doakan dan renungkan
* TUHAN adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan.
* Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.
Ajar aku mengenalMu