Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 7:11-18
Allah, Hakim Yang Adil (Part 2).
Keadilan adalah jaminan bahwa kejahatan tidak akan menang sekaligus pengingat akan anugerah yang kita terima di dalam Yesus di atas kayu salib.
Tahun ini, kita merayakan salah satu pesta olahraga terbesar di dunia yang selalu ditunggu yaitu Piala Dunia.
Event ini selalu dipersiapkan dengan rapi dan matang, tetapi sekarang coba bayangkan, bagaimana kalau seandainya pertandingan sepak bola di acara paling bergengsi ini dilakukan tanpa wasit?
Bayangkan kalau wasitnya bisa disuap dengan mudah, pemain boleh memukul lawannya, boleh mencetak gol dengan tangan, atau bahkan mungkin boleh menambah pemain di tengah-tengah pertandingan.
Permainan yang awalnya indah pasti jadi tidak menyenangkan untuk ditonton. Saya yakin mungkin enggak banyak dari kita yang mau bela-belain bangun tengah malam untuk menonton pertandingan Piala Dunia ini.
Saudara tanpa kehadiran wasit yang adil, permainan yang paling indah sekalipun akan menjadi kekacauan.
Kata adil seringkali terdengar dingin dan menyeramkan, namun tanpa keadilan dunia yang kita tinggali hanya akan diisi dengan kekacauan.
Bayangkan ada orang yang membunuh ratusan orang hanya untuk kesenangan, tetapi tidak mendapat hukuman. Oleh sebab itu, dunia butuh keadilan, dan keadilan adalah karakter Allah.
Mazmur 89:15
89:14 (89-15) Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Mu, kasih dan kesetiaan berjalan di depan-Mu.
Pemazmur berkata bahwa keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta Allah.
Itulah sebabnya di Mazmur 7:18, Daud berkata bahwa ia bersyukur karena keadilan Tuhan.
Hari ini kita akan menyambung perenungan kita dari:
Mazmur 7:11-18
7:10 (7-11) Perisai bagiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati;
7:11 (7-12) Allah adalah Hakim yang adil dan Allah yang murka setiap saat.
7:12 (7-13) Sungguh, kembali ia mengasah pedangnya, melentur busurnya dan membidik.
7:13 (7-14) Terhadap dirinya ia mempersiapkan senjata-senjata yang mematikan, dan membuat anak panahnya menjadi menyala.
7:14 (7-15) Sesungguhnya, orang itu hamil dengan kejahatan, ia mengandung kelaliman dan melahirkan dusta.
7:15 (7-16) Ia membuat lobang dan menggalinya, tetapi ia sendiri jatuh ke dalam pelubang yang dibuatnya.
7:16 (7-17) Kelaliman yang dilakukannya kembali menimpa kepalanya, dan kekerasannya turun menimpa batu kepalanya.
7:17 (7-18) Aku hendak bersyukur kepada TUHAN karena keadilan-Nya, dan bermazmur bagi nama TUHAN, Yang Mahatinggi.
Renungan dari ayat 1-10 kemarin berfokus pada transparansi Daud, hari ini kita akan berfokus pada keadilan Allah.
Daud percaya bahwa Allah selalu memihak kepada kebenaran dan menghukum kejahatan.
Di ayat yang ke-12,Daud menggambarkan Allah sebagai hakim yang adil dan murka setiap saat. Kita tentu perlu berhati-hati dalam memahami ayat ini.
Kata “Murka setiap saat”, diterjemahkan sebagai “Menjatuhkan hukuman setiap saat”, dengan kata lain Allah selalu mengenali perbuatan jahat dan tidak akan pernah membiarkan kejahatan menang selamanya.
Dia membenci dosa karena kejahatan itu bukan karakter-Nya, Allah membenci dosa karena itu bertolak belakang dengan keindahan dan kebenaran yang merefleksikan karakter-Nya.
Ketidaksukaan Allah terhadap kejahatan itu kelihatan jelas sekali di ayat 13-14:
Mazmur 7:13-14
7:12 (7-13) Sungguh, kembali ia mengasah pedangnya, melentur busurnya dan membidik.
7:13 (7-14) Terhadap dirinya ia mempersiapkan senjata-senjata yang mematikan, dan membuat anak panahnya menjadi menyala.
Bayangkan Allah itu seperti seorang prajurit yang sudah siap menembakkan panah berapi ke arah musuh.
Allah selalu siap untuk menghukum kejahatan kapanpun juga, bahkan ketika orang yang jahat masih tertawa dan merasa bahwa dia aman dengan segala kejahatan yang mungkin dia sudah lakukan berkali-kali.
Di ayat 15, mereka yang dikatakan hamil kejahatan atau yang hidupnya sangat dipenuhi dengan pikiran-pikiran busuk akan menerima konsekuensi ini.
Hal ini lumrah, karena seperti kata firman Tuhan, pohon yang buruk pasti akan menghasilkan buah yang buruk juga.
Mazmur 7:16-17
7:15 (7-16) Ia membuat lobang dan menggalinya, tetapi ia sendiri jatuh ke dalam pelubang yang dibuatnya.
7:16 (7-17) Kelaliman yang dilakukannya kembali menimpa kepalanya, dan kekerasannya turun menimpa batu kepalanya.
Di ayat 16-17, Daud bahkan berkata bahwa mereka akan jatuh di lubang yang dia gali sendiri.
Ketika orang-orang ini merencanakan sesuatu yang jahat, mereka justru akan memperoleh ganjaran dari apa yang telah mereka perbuat.
Bagi kita yang mengalami ketidakadilan, ini adalah sebuah penghiburan yang melegakan.
Kita tahu bahwa Allah tidak pernah tutup mata dan kejahatan tidak akan berkuasa selamanya, tapi di sisi lain ini adalah peringatan yang keras bagi kita.
Roma 3:23
3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
Pada dasarnya kita juga adalah orang-orang yang hamil kejahatan seperti apa yang dikatakan oleh pemazmur.
Kita seharusnya mati di dalam penghukuman kekal bersama dengan dosa kita, tidak ada seorang pun dari kita yang layak di hadapan Allah.
Kabar baik dari Injil adalah kematian Kristus menanggung penderitaan yang seharusnya kita terima.
Dia mengambil hukuman yang seharusnya tidak Dia terima supaya kita menerima anugerah yang seharusnya tidak layak untuk kita peroleh.
Roma 3:25-26
3:25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
3:26 Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.
Anugerah ini berlaku untuk selama-lamanya.
1 Petrus 3:18
3:18 Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,
Kabar baik inilah yang membuat kita bersyukur karena keadilan Allah bukan karena kita berharap orang lain dihukum, tetapi karena pertama-tama kita memiliki Allah yang membenci kejahatan, dan juga penuh dengan kasih karunia.
1. Mari kita bersyukur atas keadilan Allah, sama seperti pemazmur.
2. Mari hidup dengan rasa syukur, karena di dalam keadilan Allah, Kristus mengingat kita dan menanggung kutukan kita di atas kayu salib.
Doakan dan renungkan
* Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah.
* Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta Tuhan, kasih dan kesetiaan berjalan di depan-Nya.
Di salib keadilan & kasihNya bertemu