Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 5:1-13 (TB2)
Doa pada pagi hari
Di kehidupan kita, ada satu garis pemisah yang menentukan segalanya, apakah kita hidup sebagai orang yang mencintai dosa atau sebagai murid yang rindu selalu mencerminkan kekudusan Allah?
Kita hidup dengan banyak orang yang memiliki karakter, preferensi (kesukaan) dan kebiasaan yang berbeda.
Secara psikologis misalnya, ada orang yang introvert (lebih suka kesendirian) dan ekstrovert (lebih suka bersosialisasi).
Secara kebiasaan, ada orang yang lebih suka bersaat teduh setelah bangun tidur, atau justru malam sebelum tidur. Ada yang suka bubur diaduk, ada juga yang suka tidak diaduk.
Setiap perbedaan ini menunjukkan keunikan dan cara hidup yang berbeda, tentu tidak salah dan memperkaya relasi kita dengan sesama.
Masalahnya ada “perbedaan” yang perlu kita waspadai sebagai anak Tuhan, yaitu hidup di dalam dosa atau hidup di dalam Tuhan.
Hidup di dalam Tuhan akan membawa kita semakin dekat kepada Allah dan karakter-Nya yang kudus, sedangkan hidup di dalam dosa membuat kita semakin mencintai dosa dan jauh dari Tuhan.
Itulah sebabnya mengapa setiap hari kita membutuhkan Firman Tuhan yang membangkitkan kepekaan kita akan bagaimana seharusnya kita hidup di hadapan Allah.
Mazmur 5:1-13 (TB2)
Doa pada pagi hari
1 Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan suling. Mazmur Daud.
2 Berilah telinga kepada perkataanku, ya TUHAN, indahkanlah keluh kesahku.
3 Dengarlah jeritanku minta tolong, ya Rajaku dan Allahku, sebab kepada-Mulah aku berdoa.
4 TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku membentangkan isi hatiku kepada-Mu, dan aku menunggu-nunggu.
5 Sebab Engkau bukanlah Allah yang berkenan pada kefasikan; orang jahat takkan menumpang padaMu.
6 Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan.
7 Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu.
8 Tetapi, aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.
9 TUHAN, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu karena seteruku; ratakanlah jalan-Mu di depanku.
10 Sebab perkataan mereka tidak ada yang jujur, batin mereka penuh kebusukan, kerongkongan mereka seperti kubur ternganga, lidah mereka penuh kelicikan.
11 Biarlah mereka menanggung kesalahan mereka, ya Allah, biarlah mereka jatuh karena rancangannya sendiri; buanglah mereka karena banyaknya pelanggaran mereka, sebab mereka memberontak terhadap Engkau.
12 Biarlah semua orang yang berlindung pada-Mu bersukacita, biarlah mereka bersorak-sorai selamat-lamanya. Biarlah Engkau menaungi mereka, sehingga yang mengasihi nama-Mu bersukaria karena Engkau.
13 Sebab Engkau memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau melindungi dia dengan kerelaan-Mu seperti perisai.
Mazmur 5 ini adalah doa Daud saat ia meminta pertolongan Tuhan, kemungkinan saat itu dia sedang menghadapi musuh yang mengancam dia, karena itu dia berdoa agar Allah menjatuhkan hukuman kepada mereka.
Meskipun terdengar seperti permohonan balas dendam, Daud sebenarnya hanya menghendaki agar perjanjian dengan Allah ditegakkan. Dia mau menekankan karakter Allah yaitu kekudusan-Nya.
Kekudusan Allah memiliki 2 konsekuensi, yaitu:
1. Berkat
2. Kutuk
Allah Yahweh dan dewa-dewa pada jaman itu berbeda, dewa tetap dianggap kudus oleh orang-orang kafir itu meskipun mereka bisa melakukan kejahatan, sedangkan kekudusan Allah berarti sempurna dan Dia bebas dari segala kenajisan.
Di ayat 5, versi aslinya Daud sepertinya juga ingin berkata bahwa kejahatan bahkan tidak bisa menghampiri/menjangkau Allah, karena kesucian-Nya.
Jadi ada Mazmur pasal 5, orang yang hidupnya di dalam Tuhan akan menikmati berkat dan masuk ke dalam rumah-Nya (hadirat Tuhan) seperti yang dikatakan di ayat ke 6.
Mereka juga menikmati pimpinan Tuhan dalam hidupnya, sama seperti yang Daud minta di ayat 9.
Apa tanda dari orang yang hidup di dalam Allah?
1. Kerinduan menyembah Tuhan dan memiliki rasa takut akan Dia.
2. Membiarkan Dia hadir sebagai pribadi yang paling berkuasa di kehidupan kita.
Menyembah Allah berarti menjadikan Allah paling berharga dan menjadikan Dia teladan dalam hidup kita.
Hidup di dalam dosa hanya akan mendatangkan penghukuman yang mengerikan.
Ayat 10 dan 11, Daud menceritakan pengalamannya berhadapan dengan musuh yang kemungkinan besar adalah seorang pemfitnah, dia berdoa agar mereka menanggung kesalahan mereka karena mereka memberontak.
Mereka mungkin tidak secara langsung melawan Allah, tetapi bukankah ketika seseorang terus menyakiti sesamanya dia sedang melawan Allah?
Bukankah ketika kita terus merendahkan/menjatuhkan orang lain itu kita sedang memberontak terhadap Allah?
Daud tidak sedang mengajarkan kita tentang balas dendam, karena Yesus sudah memanggil kita untuk mengasihi musuh.
Allah itu mencintai kebenaran dan Allah sangat membenci kejahatan.
Jadi siapakah kita ini? Saat Yesus menyucikan kita di atas kayu salib dan Roh Kudus tinggal di dalam kita, maka hidup di dalam Allah adalah kehidupan yang kita jalani.
Apakah itu benar-benar tercermin melalui hidup kita saat kita ada di pekerjaan, studi, lingkungan rumah atau keluarga, apakah orang-orang bisa melihat kekudusan Allah dari hidup kita?
Efesus 5:8 (TB2)
Hidup sebagai anak-anak terang
Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.
Mari kita belajar untuk menghidupi identitas kita sebagai anak-anak terang, bukan dengan kekuatan kita, tetapi dengan anugerah Allah yang akan senantiasa memampukan dan menguatkan kita.
Doakan dan renungkan
* Biarlah semua orang yang berlindung pada Tuhan bersukacita. Biarlah Tuhan menaungi mereka, sehingga yang mengasihi nama Tuhan bersukaria karenaNya.
* Sebab Engkau memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau melindungi dia dengan kerelaan-Mu seperti perisai.
Sukacita orang benar