Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Matius 28:16-20
Yesus di hadapan Pilatus
Dan Kristus telah mati untuk semua orang supaya mereka yang hidup tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.
Kita pasti tidak suka kalau tidak diberi tahu informasi penting yang diketahui orang lain, apalagi informasi tersebut dapat menguntungkan kita.
Contohnya, setelah makan masih tersisa remahan makanan di sekitar mulut kita, namun tidak ada yang memberi tahu kita.
Lalu setelah sekian lama kita baru memeriksakan diri di depan cermin, biasanya pertanyaan yang terucap adalah, “Kok tidak ada yang memberi tahu saya sih?”
Waktu kecil, pembicara pernah berandai-andai; ketika orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan meninggal dunia dan mengetahui bahwa hidupnya tidak mendapatkan keselamatan kekal.
Apakah mereka juga memiliki perasaan yang sama? Terucap, “Kok tidak ada yang memberi tahu saya sih?”
Meskipun ini hanyalah khayalan anak kecil, tetapi hal ini membawa kita pada sebuah kesadaran bahwa kabar baik yang kita terima dari Yesus seharusnya dikabarkan kepada semua orang.
Matius 28:16-20
16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Sebagai puncak akhir dari kitab Matius, kita menjumpai bahwa inilah tujuan sebenarnya dari penulisan kitab Injil Matius.
Kitab Matius menyatakan bahwa di sepanjang kitab ini, kita telah menyaksikan kuasa Allah.
Kuasa Allah terdiri dari: Kuasa dalam pengajaran-Nya (Mat 7:29); Kuasa dalam penyembuhan (Mat 8:1-13); Kuasa dalam pengampunan dosa (Mat 9:6); Kuasa untuk mengusir roh jahat (Mat 10:1).
Melalui perkataan Yesus, "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi”, Matius ingin menyatakan kepada kita bahwa Yesuslah sang pemilik kuasa yang ada di bumi dan di seluruh alam semesta ini.
Kuasa ini bukan bertujuan memamerkan siapa Tuhan yang berkuasa itu, namun Tuhan mau membawa kita pada sebuah tindakan lanjutan.
Seolah-olah Tuhan berkata, “Setelah kamu menyaksikan semua kuasa-Ku di bumi, Aku mau kamu pergi menjadikan semua bangsa murid-Ku, membaptis mereka serta mengajarkan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.”
Hal ini juga diperjelas ketika Tuhan bangkit dan menunjukkan diri kepada murid-murid-Nya; hal ini tidak terjadi di Yerusalem, tetapi di Galilea.
Jika merujuk pada Matius 4:15, Galilea itu disebut sebagai wilayah bangsa-bangsa lain. Jadi kejadian tersebut menunjukkan bahwa kabar baik keselamatan Tuhan itu bukan hanya untuk orang-orang Yahudi atau umat Israel saja, tetapi untuk semua bangsa.
Tuhan ingin agar berita tentang kuasa-Nya ini dirasakan dan dialami oleh semua orang dari seluruh bangsa di dunia, tanpa terkecuali. Amanat Agung ini adalah sesuatu yang sering kali kita dengar.
Kita tahu bahwa kita dipanggil untuk menjadi murid-Nya, tidak hanya berdiam diri menikmati anugerah yang telah kita terima sebagai murid Yesus, tetapi pergi ke luar dan menjadikan semua orang murid Yesus juga.
Sering kali kita memahami bahwa mengabarkan Injil adalah dengan membawa Yesus kepada orang-orang.
Seperti program MLM, di mana untuk bisa mendapatkan komisi kita perlu menawarkan suatu produk agar bisa dibeli orang.
Namun sesungguhnya, pengabaran Injil adalah kita membawa orang kepada Yesus.
Dengan kematian dan kebangkitan-Nya, Tuhan hadir ke dalam dunia menjadi kabar yang sangat baik dan melegakan bagi kita semua.
Seperti nama-Nya, Allah Immanuel, Allah yang bersama kita. Tuhan ingin semua orang merasakan anugerah itu, bahwa Tuhan bersama semua manusia dan Ia mampu menjadi jawaban atas semua permasalahan manusia di dunia.
Maka tugas kita sebagai orang percaya adalah membawa orang-orang untuk bisa merasakan kebersamaan dengan Allah yang kita alami saat ini.
Menikmati anugerah kematian dan kebangkitan-Nya sehingga bisa memberikan mereka pengharapan sejati seperti apa yang telah kita terima.
Seperti ungkapan, “Mari ikut saya mengenal Tuhan Yesus dan kamu akan tahu betapa besarnya Tuhan mengasihi dan mau menolong hidupmu.”
Frasa “karena itu pergilah” bersifat imperatif, artinya kita dipanggil untuk proaktif dan membawa semua orang yang belum percaya kepada Tuhan.
Kalimat “jadikanlah semua bangsa murid-Ku” ini adalah tujuan dari tindakan proaktif kita.
Kalimat “baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” itu bersifat berkelanjutan, artinya ini adalah proses setelah kita menjadikan orang lain sebagai murid Yesus.
Kalimat “ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu”
Ini berlaku di sepanjang hidup kita, artinya bukan hanya menginformasikan tentang Firman Tuhan kepada orang lain, tetapi juga agar mereka menaati Firman itu.
Panggilan untuk pergi dan menjadikan semua orang murid-Nya adalah tugas kita sebagai orang percaya.
Hudson Taylor pernah berkata: The Great Commission is not an option to be considered; it is a command to be obeyed.
( Amanat Agung bukan sebuah opsi yang kita pertimbangkan; tapi itu adalah perintah untuk kita taati.)
Panggilan ini bukan berarti kita baru akan berhasil jika kita mengikuti pelayanan misi ke suku-suku terabaikan yang jauh di luar sana.
Tentu ini adalah salah satu bentuk pelayanan misi yang baik, tetapi panggilan ini adalah panggilan yang kita kerjakan sehari-hari dalam hidup kita.
Saat kita memperlakukan rekan sekantor, anak buah, asisten rumah tangga, teman sekolah, orang di restoran, bahkan saat kita berada di kendaraan umum atau tempat publik.
Setiap kita berada di mana pun dan kapan pun di lingkungan masyarakat, kita dipanggil untuk melakukan Amanat Agung Allah.
Jika Tuhan ingin agar semua orang bisa merasakan besarnya kasih Tuhan, lantas apa hak kita untuk menghalangi orang dari mendapatkan kasih itu?
Suatu waktu saat pembicara dan suami dalam perjalanan pulang dari sebuah mal, mereka pulang menggunakan taksi online.
Pengemudi kendaraan itu bukan orang Kristen namun pernah berelasi dengan orang Kristen dan ia berkata bahwa semua agama baik.
Kemudian suami pembicara bertanya, “Jika memang semua agama baik, kenapa tidak terpikir untuk percaya Yesus?” dan pengemudi itu menjawab, “Di sepanjang hidup saya, saya tidak pernah menemukan orang Kristen yang baik.“
Seandainya ada satu saja orang Kristen yang memberi kesaksian hidup yang baik, maka pembicara merasa bahwa pengemudi itu pasti akan percaya.
Inilah panggilan bagi kita untuk terus mengabarkan Injil, bukan hanya pada saat kita melakukan misi yang nampak secara jelas di luar sana.
Tetapi di mana pun kita berada dan dengan siapa pun yang kita jumpai, kita dipanggil untuk menjadikan orang lain menjadi murid Yesus.
Allah yang berjanji bahwa Ia akan menyertai kita sampai akhir zaman adalah Allah yang bekerja dan menyempurnakan semua langkah misi hidup kita.
Namun pertanyaannya, maukah kita menjalani panggilan ini? Maukah kita membawa orang-orang kepada Yesus?
Doakan dan renungkan
* Tuhan Yesus berjanji,”…Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
* Allah yang berjanji adalah Allah yang bekerja dan menyempurnakan semua langkah misi hidup kita.
Membawa orang kepada Yesus