Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Minggu, 14 Juni 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Matius 28:1-10

Kebangkitan Yesus


Apakah saudara tahu dengan yang namanya Labirin?


Labirin adalah sebuah struktur yang terdiri dari rangkaian jalan, lorong atau jalur rumit, berliku-liku dan sering kali memiliki banyak jalan buntu.


Biasanya kita menemukan Labirin dalam bentuk yang dibuat dari pagar tanaman yang sangat tinggi sekali melampaui tinggi kita.


Mungkin Saudara pernah punya pengalaman main Labirin.


Biasanya kalau kita berada dalam Labirin kita akan kesulitan untuk menemukan jalan keluar karena kita harus meraba-raba belok kemana yang tidak akan membawa kita masuk ke jalan buntu.


Tapi hal yang menarik dari labirin adalah, kita tahu bahwa labirin itu di rancang dengan jalan masuk dan jalan keluar sehingga waktu kita main, kita tahu bahwa pasti ada jalan keluarnya.


Tetapi masalahnya, waktu kita di dalam, karena tidak bisa melihat jalannya secara utuh, kita tidak tahu harus belok kemana.


Mungkin ada diantara Saudara yang pernah mendampingi anak saudara mengerjakan gambar Labirin Tudi yang dari atas.


Atau waktu kita masih anak-anak pernah mengerjakan aktivitas membuat garis dari jalur masuk hingga jalur keluar.


Kalau kita melihatnya dari atas pasti akan lebih mudah bagi kita untuk menemukan jalan keluarnya.


Tapi kalau kita berada dalam labirin itu, kita akan berkali-kali menemukan jalan buntu dan bisa membuat kita merasa putus asa dan frustasi.


Kehidupan kita sebagai orang Kristen adalah bagaikan orang yang berjalan di dalam Labirin.


Kita menemukan banyak jalan buntu dan mungkin belum bisa menemukan jalan keluarnya.


Itu semua karena kita tidak bisa melihat gambaran besar yang utuh dari Labirin tersebut.


Hanya Tuhan yang bisa melihat gambaran besar Labirin itu dari atas, karena Dialah yang mendesign perjalanan kehidupan kita.


Tetapi sekalipun kita berada di dalam kefrustasian untuk mencari jalan keluar, kita tahu bahwa ada jalan keluarnya diujung sana, itulah pengharapan kita.


Matius 28:1-10


1 Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.


2 Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.


3 Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.


4 Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.


5 Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.


6 Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.


7 Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu."


8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.


9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.


10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."


Jika kita pernah membaca seluruh kitab Injil kita bisa menemukan beberapa versi yang berbeda tentang kebangkitan Yesus yang tercatat di dalam kitab Matius, Markus, Lukas maupun Yohanes.


Di kitab Markus misalnya, menyatakan bahwa para perempuan itu telah membawa rempah-rempah pada saat mereka hendak mengunjungi kubur Yesus.


Bahkan mereka bertanya- tanya, siapa yang akan membantu mereka menggulingkan batu tersebut buat mereka.


Demikan pula di kitab Lukas dicatatnya adalah dua orang malaikat.


Perbedaan versi yang kita bisa jumpai di dalam seluruh kitab Injil ini bukan dimaksudkan untuk membuat kita bingung dan jadi bertanya-tanya mana versi yang benar dan mana yang salah.


Tetapi versi yang dituliskan secara sengaja di dalam kitab Matius itu memang sesuai dengan tujuan atau counter yang Matius ingin capai.


Yaitu bahwa Kekristenan itu adalah iman yang berlandaskan sejarah.


Kita menemukan bukti-bukti terpercaya bahwa Allah telah masuk ke dalam sejarah manusia di dalam pribadi Yesus Sang Mesias.


Semua dijelaskan dengan details dalam perikop yang baru kita baca secara sengaja.


Matius ingin menunjukkan bahwa ini credible, bisa dipercaya.


Mulai dari ketika kita lihat, Matius telah beberapa kali menyebutkan ada penjaga yang berjaga dan ada perempuan-perempuan yang menyaksikan penguburan Yesus.


Pertama-tama, gempa bumi telah terjadi, sama seperti gempa bumi yang telah terjadi pada saat Yesus mati di kayu salib, terjadi pula gempa bumi yang kedua kalinya pada saat kebangkitan-Nya.


Seseorang yang bernama Cornelius A latide pernah mengatakan, “Bumi yang gemetar karena duka atas kematian Kristus seakan-akan melompat karena sukacita atas kebangkitan-Nya”.


Selain daripada gempa bumi, ada juga seorang malaikat Tuhan yang turun dari langit, datang ke batu penutup itu, menggulingkannya dan duduk diatasnya.


Satu fakta penting bagi kita bahwa batu yang digulingkan itu bukan nya bermaksud untuk membuka jalan bagi Yesus sehingga Yesus bisa keluar dari kubur itu.


Tetapi untuk menunjukkan kepada para perempuan yang berada disana bahwa Yesus sudah tidak ada di situ.


Diayat 6 mereka berkata, Ia tidak ada disini sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakannya, mari lihatlah tempat Dia dibaringkan.


Dengan menjelaskan saat para perempuan itu masuk ke dalam kubur, Matius ingin menunjukkan bahwa Yesus itu bukan hanya bangkit secara roh tetapi juga bangkit secara fisik, karena tubuh-Nya tidak ada lagi di dalam kubur itu.


Bagi para perempuan yang telah dinyatakan berita kebangkitan ini, mereka diperintahkan oleh malaikat untuk pergi dan mengatakan kepada para murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit.


Yang menarik disini, para perempuan ini segera lari dengan cepat dan dengan perasaan takut dan sukacita yang besar.


Tetapi saat di perjalanan tiba-tiba Yesus menjumpai mereka dan berkata, “Salam bagimu.”


Waktu para perempuan ini melihat Yesus di depan mereka, mereka mendekati, memeluk kaki Yesus dan langsung menyembah-Nya.


Kata menyembah disini yang di pakai adalah dari kata Proskuneo yang artinya sujud menyembah sampai ke tanah.


Kehadiran Yesus itu mengubah rasa takut mereka menjadi sebuah sikap penyembahan kepada Yesus.


Mereka tersungkur di depan Yesus, memeluk kaki-Nya dan menyembahNya.


Mereka yang telah menyaksikan Yesus dari sejak disalibkan, dikubur, kemudian tiba-tiba muncul di depan mereka.


Mereka menyadari bahwa di hadapan Yesus yang telah bangkit, Dia lah yang layak untuk diberikan penghormatan.


Matius secara sengaja ingin menyatakan kepada kita bahwa sangatlah penting untuk memelihara perspektif tentang kebangkitan itu di dalam hidup kita.


Para perempuan pada awalnya masih penuh ketakutan, ketika mereka menemukan ada malaikat disana, mungkin juga kaget ketika mereka melihat bahwa kubur itu sudah kosong.


Tetapi setelah diperintahkan oleh malaikat untuk memberitahu kepada para murid, mereka tetap pergi.


Mungkin mereka juga pergi masih dengan kesadaran tidak penuh akan apa yang terjadi.


Tetapi saat Yesus menampakkan diri di depan mereka, seolah-olah semua kebingungan itu seperti menemukan jalan keluarnya.


Berhadapan secara fisik di depan Yesus itu membuat mereka menyembah-Nya.


Hidup mereka tidak sama lagi, karena Tuhan yang mereka sembah itu bukan hanya sekedar pemimpin biasa, tetapi Allah atas alam semesta, Allah yang berkuasa atas kematian.


Mungkin kita sudah sering mendengar kisah tentang kebangkitan Yesus bukan? Bahkan setiap tahun.


Tetapi hari ini Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa kita harus memandang hidup kita masing-masing melalui lensa dari kubur yang kosong itu.


Pada saat kita menempatkan kebangkitan Yesus pada perspektif yang benar, maka seluruh perspektif ketika kita menghadapi pergumulan di dunia ini akan menjadi berbeda, yaitu berada di dalam perspektif kekekalan.


Karir kita mendapatkan perspektif kekekalan sehingga kita bisa menjelaskan prioritas waktu, keuangan dan kesuksesan kita dengan kehendak Allah bagi hidup kita.


Pernikahan kita menjadi sebuah kehidupan bersama dengan murid Yesus, dimana kita saling mendukung pasangan kita untuk memenuhi panggilan Allah bagi kita.


Sama halnya, entah itu penyakit orang tua kita, kematian orang-orang yang kita sayangi, perjuangan kita melawan sakit keras.


Kubur yang kosong itu akan menempatkan kita pada sebuah perspektif yang lebih tepat.


Karena kita tahu bahwa dengan kebangkitan Yesus, Ia memberikan kepada kita pengharapan yang kekal.


Pada saat kita bisa menghadapi pergumulan kita dengan perspektif kebangkitan-Nya, disitulah artinya kita sedang menyembah Allah kita yang bangkit untuk kita.


Oleh karena itu, pengharapan kebangkitan itu seharusnya tidak hanya kita alami setahun sekali pada saat kita merayakan paskah.


Tetapi pengharapan itu kita rasakan dan kita nikmati setiap hari yang menjadi penghiburan kita yang sejati bahwa kuasa yang telah mengalahkan maut itu adalah kuasa yang akan memulihkan dan membangkitkan kita.


Pesan Firman Tuhan bagi kita:


Sama seperti ilustrasi diawal tentang perjalanan kita yang seperti di dalam Labirin, kita tahu meskipun kita tersesat, meskipun kita masih menemukan jalan buntu, tapi kita tahu diujung sana ada jalan keluar.


Ada pengharapan yang tersedia bagi kita dan kebangkitan Yesus memberikan jalan keluar itu bagi kita.


Doakan dan renungkan


* Saat kita menghadapi pergumulan dan melihatnya dengan perspektif kebangkitan-Nya, kita dapat menyembah Allah yang bangkit untuk kita.


* Perspektif kebangkitanNya memberi harapan pada kita setiap hari, bahwa kuasa yang telah mengalahkan maut itu adalah kuasa yang akan memulihkan dan membangkitkan kita.


Kuasa KebangkitanNya nyata