Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Matius 27:55-56 Yesus Mati
Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. Demikianlah kata Tuhan kepada kita.
Salam jumpa dalam program Tuhan adalah Gembalaku.
Saudara, mungkin kita pernah mendengar seseorang yang bernama Jonathan Edwards. Dia adalah seorang hamba yang setia dalam pelayanannya. Tetapi, pernahkah kita mendengar nama Sarah Edwards?
Sarah adalah istri dari Jonathan. Banyak kisah yang mencatat, bahwa Sarah adalah istri yang begitu setia mendampingi Jonathan.
Ketika Jonathan harus sibuk menyiapkan pelayanannya di ruang studionya, Sarah istri yang setia yang mengurus kesebelas anaknya, mengatur keuangan, menjamu tamu, dan memastikan rumah tangganya berjalan dengan damai.
Tidak hanya itu, bahkan ketika Jonathan sempat dipecat dari tempat pelayanan, di mana ia sudah melayani selama 23 tahun, dia harus pindah sekeluarga ke tempat lain.
Sarah tidak pernah menunjukkan, bahwa ia kecewa dengan Jonathan, melainkan ia terus mendukung pelayanannya.
Hingga akhirnya, ketika Jonathan Edwards meninggal dunia, dan sepertinya saat itu mereka dalam keadaan berjauhan, Sarah menerima kabar surat dari anaknya, bahwa suaminya telah meninggal.
Kemudian Sarah meresponi kematian Jonathan dengan menuliskan dalam surat balasannya, “Apa yang harus kukatakan? Tuhan yang kudus dan baik telah menutupi kita dengan awan gelap. Tuhanlah yang telah melakukannya.”
“Dia membuatku memuja kebaikkan-Nya, bahwa kita memiliki Jonathan begitu lama. Tetapi, Tuhanku hidup dan Dia memiliki hatiku.”
Sarah adalah seorang yang tidak hanya setia kepada suaminya, tetapi pertama-tama ia, seorang yang setia kepada Tuhan.
Mari kita membaca kitab yang terambil dari Matius di bawah ini:
Matius 27:55-56 Yesus Mati
55 Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia.
56 Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.
Setelah Yesus mati, Matius mencatat banyak sekali peristiwa supernatural yang terjadi, seperti gempa bumi, terbelahnya tabir Bait Suci, dan juga kebangkitan orang-orang mati dari kubur.
Di sini, Matius mencatat reaksi orang-orang yang menyaksikan peristiwa ini.
Menarik sekali di sini, karena saya rasa kita jarang sekali bisa melihat peran perempuan dalam Alkitab, maupun dalam kehidupan kita sehari-hari.
Tapi hari ini saya ingin mengajak kita memikirkan, bahwa para perempuan inilah yang justru dianggap oleh Yesus sebagai murid yang setia.
Seluruh kitab Injil dari Matius hingga Yohanes, semuanya menyebutkan, bahwa sekelompok perempuan mengikuti Yesus dari Galilea,
menemani-Nya sampai Yerusalem, serta menyaksikan semua peristiwa yang terjadi pada minggu sengsara, termasuk penyaliban, penguburan, dan kebangkitan Tuhan Yesus.
Matius mencatat beberapa hal yang membuat peran dari para perempuan ini menjadi begitu berarti dan penting:
1) Banyak perempuan melihat dari jauh; berarti ada banyak perempuan.
Memang nama yang disebut hanya beberapa saja, seperti Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yusuf, serta ibu dari anak-anak Zebedeus.
Tapi Matius mengatakan, bahwa sebenarnya ada banyak perempuan yang setia menemani di sana.
Meskipun mereka dikatakan melihat dari jauh, karena mungkin mereka khawatir masih dikenali sebagai pengikut Yesus.
Tapi, keberanian dan komitmen mereka kepada Yesus, tidak membuat mereka lari dari tempat kejadian.
2) Perempuan ini dikatakan mengikuti Yesus dari Galilea.
Kata “mengikuti” ini bukan hanya mengikuti dari belakang secara fisik, tetapi benar-benar mengikuti Yesus sebagai murid-murid Nya.
Sebagai pengikut-pengikut Yesus, mereka melayani Yesus, mereka memanggil Yesus sebagai Tuhan, dan mereka menyembah-Nya, setelah mereka menyaksikan kebangkitan-Nya.
Ini artinya tidak hanya menjadikan mereka sebagai murid Yesus, tapi juga menjelaskan kepada kita dan semua pembaca Alkitab, bahwa inilah teladan seorang murid Yesus yang sejati.
Bahkan mereka menyaksikan, apa artinya menjadi murid, yang seharusnya justru ditampilkan oleh keduabelas murid Yesus.
3) Kata “melayani Dia” di sini dalam bahasa aslinya adalah “diakoneo”.
Definisi dari kata ini memang to wait at table yang artinya seperti seorang hamba yang menunggu dan melayani.
Tapi kata “diakoneo” di sini jauh melampaui mengerjakan pekerjaan teknis, seperti masak atau membersihkan.
Kata “diakoneo” merangkum seluruh tujuan penebusan Yesus datang ke dalam dunia, menjadi kata yang identik dengan misi pelayanan para rasul, dan menjadi panggilan bagi para murid di gereja mula-mula.
Sebenarnya, kita bisa mengatakan bahwa para wanita ini bukan hanya menolong pelayanan Yesus secara teknis tapi juga bergabung dengan dua belas rasul sebagai sahabat Yesus, yang begitu dekat dengan Dia, dan yang menjadi saksi dari pelayanan-Nya.
Dari ketiga hal ini, mungkin nampaknya hanya sederhana.
Matius menyebutkan ada perempuan yang menyaksikan itu semua. Tetapi sebenarnya menjelaskan kepada kita suatu perspektif yang lebih mendalam.
Perspektif yang sangat penting, bahwa Tuhan memakai para perempuan ini sebagai saksi utama dari karya penebusan Yesus Kristus.
Kita tahu, bahwa para perempuan ini menyaksikan kematian Yesus, dari awal Yesus disalibkan, kemudian Dia dikuburkan, dan sampai Dia bangkit.
Oleh karena itu, ketika ada perempuan yang ditulis di dalam Alktab sebagai saksi, kita bisa menerima kabar bahwa Yesus benar-benar mati, bukan hanya sekedar pingsan.
Dan kita juga tahu, bahwa pada saat perempuan-perempuan ini menyaksikan kebangkitan Yesus, ada kabar baik yang dinyatakan kepada orang-orang melalui perempuan-perempuan itu, yaitu kabar Yesus sudah hidup kembali.
Menariknya, tidak diberitahukan kepada kita, bahwa ada murid-murid Yesus yang masih berada di sana pada saat kematian Yesus, selain Yohanes, yang kita tahu pasti karena ada perkataan Yesus kepada Yohanes yang mengatakan kepada Yohanes, inilah ibumu.
Tapi justru, para perempuanlah yang tercatat menyaksikan semua peristiwa itu.
Memang pada zaman itu, perempuan tidak dianggap sederajat dengan laki-laki. Perempuan dianggap lebih rendah, bahkan mungkin klaim-klaimnya dianggap tidak benar.
Mereka juga tidak layak untuk memegang posisi atau jabatan apa pun, dan dianggap lebih pantas untuk melayani pekejaan rumah tangga.
Melalui kisah yang kita baca ini, telah menyadarkan kita, bahwa Allah menganugerahkan kehormatan Kristus kepada para perempuan,
Justru para perempuan inilah yang dinyatakan sebagai murid sejati Yesus.
Yesus memberi kehormatan khusus kepada mereka, sehingga mereka menjadi saksi utama dari semua peristiwa kematian penguburan dan kebangkitan Yesus.
Orang yang mungkin dianggap rendah oleh dunia, justru diberikan perhatian khusus oleh Allah dan dijadikan teladan, bahwa inilah murid yang sejati, yang benar-benar setia kepada Kristus, sampai kepada akhirnya.
Jika Saudara adalah seorang perempuan yang mendengarkan firman Tuhan hari ini, maka kabar baik ini mengingatkan kita, bahwa semua perempuan berharga di mata Tuhan.
Sekalipun, mungkin kita mengalami perilaku-perilaku dianggap rendah oleh manusia, tapi ketika kita benar-benar mengikut Tuhan dengan setia, maka setiap kita dilihat-Nya, dihargai-Nya, dan diberikan-Nya kehormatan sebagai murid-murid yang dikasihi-Nya.
Karena Yesus tidak pernah membedakan berdasarkan gender.
Tetapi setiap kita yang setia kepada-Nya, Dia akan menjumpai kita sebagai hamba yang baik dan setia.
Dan bagi kita yang setia, Tuhan menjanjikan dan memberikan kepada kita, mahkota kehidupan.
Doakan dan renungkan
* Tuhan memakai para perempuan, yang sering dianggap rendah oleh dunia, sebagai saksi utama dari karya penebusan.
* Yesus memberi kehormatan khusus kepada mereka, sehingga mereka menjadi saksi utama dari awal peristiwa penyaliban, kematian, penguburan dan kebangkitan Yesus.
Perempuan berharga di mata-Nya