Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Matius 27:27-31
Yesus Diolok-Olokkan.
Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah Raja.
Setiap kita yang hidup di Indonesia tentu tahu bahwa ada budaya harus menghormati orang tua. Dari kecil kita diajarkan untuk bersikap santun dan berkata sopan kepada orang tua kita.
Misalnya sewaktu saya kecil, saat saya bicara dengan kalimat yang tidak baik atau nada yang tinggi kepada orang tua saya, maka saya pasti ditegur dan kemudian diajarkan bagaimana seharusnya bicara lebih sopan kepada orang tua.
Sebagian besar dari kita juga mengalami hal yang serupa bahwa terhadap orang yang lebih tua, kita tahu bagaimana harus menghormati mereka.
Jika kita tahu bagaimana harus menghormati orang tua kita, maka seharusnya lebih lagi kita tahu bagaimana harusnya menghormati Tuhan, Raja kita.
Mari kita membaca Alkitab kita yang terambil dari:
Matius 27:27-31
27:27 Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus.
27:28 Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya.
27:29 Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: "Salam, hai Raja orang Yahudi!"
27:30 Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya.
27:31 Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan.
Saudara, mungkin kita sudah sangat sering mendengar kisah ketika Yesus diolok-olok atau kita pernah menyaksikan kesadisan yang diperbuat oleh para tentara Romawi kepada Yesus dalam film-film seperti contohnya film Passion of the Christ.
Tapi kita jarang untuk meresapi dan memahami apa arti dari semua yang dikenakan kepada Yesus pada waktu itu.
Menurut beberapa penafsir, setelah Yesus itu dicambuk di hadapan Pontius Pilatus, maka kemudian Yesus dibawa ke gedung pengadilan atau markas gubernur.
Di situ diperkirakan oleh beberapa ahli penafsir, ada sekitar 100 sampai 200 tentara yang mengelilingi Yesus dan mengejeknya secara terus-menerus.
Pertama, pakaian Yesus ditanggalkan dan mereka mengenakan jubah ungu kepada-Nya. Jubah ungu pada zaman itu sebenarnya identik dengan warna merah tua atau crimson.
Ada beberapa penafsir yang menafsirkan bahwa kemungkinan jubah yang dipakaikan ini adalah jubah bekas milik Pilatus sendiri atau mungkin jubah militer usang milik seorang perwira biasa.
Intinya ini bukanlah sebuah jubah yang bagus seperti yang dikenakan oleh Isak kepada anaknya Yusuf.
Secara simbolis biasanya raja itu terkenal dengan memakai jubah indah, tapi karena mereka pikir bahwa Yesus itu seperti Raja abal-abal, maka mereka memberikan jubah yang usang.
Kedua, mahkota duri yang digunakan sebagian besar para ahli berpendapat merujuk kepada tanaman Ziziphus Spina Chrsti seperti tanaman semak yang memiliki cabang yang lentur, daun hijau mengkilap, dan disertai dengan duri-duri yang tajam.
Untuk para raja atau kaisar biasanya dipakaikan mahkota atau mahkota bunga, namun mereka membuat mahkota dari cabang tanaman yang tajam menaruhnya di atas kepala Yesus sebagai tujuan mengejek Yesus sebagai orang seorang Raja.
Ketiga, mereka juga memberikan buluh atau bisa jadi itu seperti batang tebu yang menggambarkan seperti seorang raja yang suka membawa tongkat kerajaan sebagai bentuk kedaulatan raja.
Buluh itu hanyalah batang tebu biasa diberikan kepada Yesus sekali lagi dengan mengejek bahwa Yesus itu sebagai Raja, dan di ayat 30 kita juga diberitahu bahwa buluh itu diambil oleh para tentara dan digunakan oleh mereka untuk memukul Yesus.
Dari semua yang dikenakan kepada Yesus ini, para tentara Romawi mengejek Yesus seolah Yesus adalah Raja, sambil berlutut mereka mengatakan, "Salam hai Raja orang Yahudi.”
Bagi seorang tentara Romawi yang sehari-hari mungkin harus mengawasi dan mengatur orang Yahudi, maka Yesus sebagai orang Yahudi adalah sasaran yang empuk buat mereka.
Mereka semua menghina dan menindas Yesus bukan hanya sekali, tapi berkali-kali, seperti yang tercatat dalam:
Yesaya 52:14
52:14 Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi.
Mungkin kita bertanya kenapa Yesus, Raja yang sebenarnya itu harus menanggung ini semua tanpa membatah atau melawan sedikitpun? Karena ini bukanlah sebuah pertunjukan kelemahan Yesus.
Dia telah menyatakan dengan jelas sebelumnya bahwa Ia sangat bisa untuk memanggil ribuan Malaikat untuk membebaskan Dia, dan melepaskan diri-Nya dari penghinaan yang harus Dia tanggung.
Yesus tidak sedang menunjukkan bahwa Ia adalah seorang Raja yang lemah, tetapi Ia adalah Raja yang penuh rahmat, yang sedang menuntaskan misi-Nya, yaitu untuk menyelamatkan umat manusia.
Kita yang tidak menyaksikan secara langsung tidak akan pernah bisa membayangkan secara detail apa yang Yesus lalui pada saat itu.
Kitab Matius telah menuliskannya dengan begitu detail sehingga kita bisa tahu bahwa penderitaan yang ditanggung oleh Yesus itulah yang seharusnya menjadi penderitaan atau hukuman kita.
Penderitaan yang dialami Yesus yang dilakukan oleh tentara Romawi mengolok-ngolok Yesus sebagai Raja, sesungguhnya Dialah Raja yang sesungguhnya itu.
Para tentara Romawi mengejek Yesus sebagai Raja gadungan tanpa mereka benar-benar mengetahui bahwa Dialah Raja yang sesungguhnya yang memerintah dan berkuasa atas semua hidup di muka bumi ini sampai selamanya.
Syukurnya bagi kita, kita hidup pada zaman dimana kita sudah menerima Alkitab di tangan kita dan kita tahu bahwa Dialah Raja diatas segala raja.
Pertanyaannya bagi kita, apakah kita sudah sungguh hidup menghormati Tuhan sebagai Raja diatas segala raja?
Jika kita mungkin masih sering hidup sesuka hati, merasa diri adalah tuan atas hidup kita, maka kita perlu hati-hati, jangan sampai kita terlena dan kita lupa bahwa Dialah Raja yang mengatur hidup kita.
Setiap kali kita bertindak, berkata-kata, berencana, ingatlah ada Tuhan, Dialah Raja kita, Dialah Tuan yang kita mengabdi kepada-Nya.
Doakan dan renungkan
* Para tentara Romawi dengan sadis mengolok-olok dan menyiksa Yesus sebagai Raja gadungan.
* Tanpa mereka ketahui, Dialah Raja yang sesungguhnya, yang memerintah dan berkuasa atas hidup mereka dan semua ciptaan di muka bumi.
Andai mereka tahu