Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Sabtu, 30 Mei 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Matius 26:1-5

Pemberitahuan keempat tentang penderitaan Yesus

Rencana untuk membunuh Yesus


1 Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya:


2 “Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan.”


3 Pada waktu itu berkumpullah imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi di istana Imam Besar yang bernama Kayafas,


4 dan mereka merundingkan suatu rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk membunuh Dia.


5 Tetapi mereka berkata: “Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat.”


IRONI

Berbicara tentang sesuatu yang tidak seharusnya terjadi atau sesuatu yang terjadi namun tidak sesuai dengan yang direncanakan, suatu kenyataan yang bertentangan dengan yang seharusnya.


Contohnya: seorang bos harusnya bisa membuat keputusan penting untuk menentukan arah dan laju dari perusahaan, namun kenyataannya ada bos yang tidak bisa memutuskan apapun, karena sebenarnya ia adalah “bos boneka.”


Pada Matius 26:1-5 diceritakan suatu ironi yang menimpa Anak Manusia.


Sebelumnya Yesus sudah menceritakan apa yang akan terjadi pada kedatangan-Nya yang kedua kali, Dia akan menjadi hakim, raja yang menghakimi seluruh umat manusia, membawa pemisahan antara orang benar dan tidak benar.


Ironinya Anak Manusia akan ditangkap, diadili dan mendapatkan keputusan-keputusan yang tidak adil dan disalibkan.


Dikatakan Yesus dengan jelas kepada murid-murid-Nya bahwa Ia akan ditangkap dan disalibkan pada hari raya Paskah.


Menariknya pada ayat ke 3 ada pihak-pihak yang berencana lain dari apa yang Yesus katakan.


Imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi sedang berkumpul di rumah Imam Besar Kayafas, sedang merencanakan tipu muslihat untuk menangkap dan membunuh Tuhan Yesus.


Mereka diam-diam merencanakan sesuatu yang bertentangan untuk menangkap Yesus bukan pada hari Paskah, yang dimulai pada hari Kamis malam.


Hal ini untuk menghindari keributan pada rakyat dan Yesus tidak menjadi pahlawan karena mengorbankan diri-Nya sebagai Anak Domba Paskah.


Namun bukankah justru apa yang mereka rencanakan menjadi suatu ironi, karena rencana mereka tidak terjadi dan Tuhan tetap mengontrol.


Apa yang Yesus katakan kepada murid-murid-Nya, itulah yang terjadi.


Tuhan Yesus ditangkap pada hari Kamis malam di taman Getsemani, kemudian diadili dan disalibkan pada hari Jumat yang kita peringati sebagai Jumat Agung.


Matius 26:1-5 bukan hanya menceritakan tentang ironi di masa lalu yang dialami imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi, tetapi juga menjadi sebuah peringatan bagi kita agar tidak menjalani kehidupan yang ironis.


Sebagai pribadi yang sudah mengalami karya penebusan agung dari Anak Domba Paskah, kita masih sering hidup dalam dosa bahkan menikmatinya.


Pesan Firman Tuhan:


1. Mari, sebagai anak-anak Tuhan yang sudah dibebaskan dari dosa, kita tinggalkan dosa-dosa kita.


2. Mari kita mohon kekuatan yang daripada Tuhan, supaya kita bisa menjalani kehidupan yang sesuai dengan kehendak Tuhan.


Sehingga suatu hari nanti waktu Dia datang kembali sebagai hakim yang menghakimi kita, kita didapati menjadi anak-anak Tuhan yang setia dan yang tidak menjalani kehidupan yang ironis.


Hari ini mari kita bertekad meninggalkan dosa-dosa yang masih tersimpan dalam hati dan pikiran kita dan mungkin di handphone kita.


Doakan dan renungkan


* Yesus memberitahukan murid-muridNya bahwa dua hari menjelang Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan.


* Ironinya, yang akan membunuh Yesus adalah para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi yang dipimpin oleh imam besar Kayafas.


Ironi yang terjadi