Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Selasa, 26 Mei 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Matius 24:45-51

Perumpamaan Tentang Hamba Yang Setia Dan Hamba Yang Jahat.


Mari kita sama-sama membaca dan merenungkan firman Tuhan yang terambil dari Injil:


Matius 24:45-51


24:45 "Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?


24:46 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.


24:47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.


24:48 Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya:


24:49 Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk,


24:50 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya,


24:51 dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi."


Apa yang terpikir ketika kita menemukan atau mendengar kata “Mumpung” atau mungkin kita mengucapkan kata “Mumpung”?


Menurut ChatGPT, mumpung itu berbicara tentang sebuah kondisi selagi ada kesempatan atau kebetulan lagi pas momennya.


Kata mumpung ini bisa dikaitkan dengan apa yang terjadi pada hamba yang jahat.


Dikatakan dia punya kesempatan untuk menjadi pengawas bukan karena dia lebih hebat, tapi karena sang tuan rumah menunjuk dia menjadi pengawas.


Melakukan tugas untuk memperhatikan sesama hamba-hambanya, ditambah lagi kebetulan sang tuan memerlukan waktu lebih lama untuk kembali.


Ini bisa dikatakan hamba yang diceritakan dalam ayat 48-51 sedang berada dalam kondisi mumpung.


Mumpung lagi jadi pengawas, mumpung tuannya pergi lebih lama sehingga dia bisa menikmati hidup dan segala sesuatu yang dia inginkan.


Permasalahnya adalah dia lupa bahwa dia itu hanyalah pengawas yang ditunjuk, tidak lebih baik dan tidak lebih tinggi dari hamba-hamba yang lain.


Perhatikan waktu dikatakan hamba-hamba yang lain itu berbicara tentang sebuah kondisi, status, dan peringkat yang tidak berbeda, dia hanyalah hamba yang lain dari grup hamba-hamba yang lain (Ayat 49).


Kemudian kita juga lihat bahwa masalah utama sang hamba yang jahat adalah dia lupa akan tugas dan tanggung jawab yang sebenarnya sangat simple yaitu, memastikan teman-temannya bisa mendapatkan makanan.


Dia pun menjadi orang yang lupa bahwa tuannya itu hanya terlambat atau kedatangannya lebih lama sedikit dari waktu yang diprediksi, bukan berarti tuannya itu tidak akan pernah datang.


Dia lupa bahwa ketika tuannya datang, dia harus memberikan sebuah pertanggungjawaban kepada sang tuan yang memberikan kepercayaan, dia dikatakan hamba yang jahat karena memang hatinya jahat.


Perhatikan di ayat 48 ketika Tuhan berkata:


Matius 24:48


24:48 Akan tetapi apabilahamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya:


Tuhan memberikan sebuah perumpamaan tentang seorang hamba yang melakukan kegiatannya dengan kejahatan karena hatinya memang jahat.


Ayat 50-51 menegaskan ketika tuannya itu datang di saat yang tidak terduga, maka hamba itu akan menerima nasibnya dengan cara mendapatkan hukuman, dikatakan dia akan disatukan dengan grup orang-orang munafik.


Perhatikan di ayat 51 ketika Tuhan Yesus berkata:


Matius 24:51


24:51 dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi."


Tuhan Yesus memastikan bahwa hamba ini akan menerima hukuman yang sangat amat berat dan menakutkan.


Ketika kita membahas semua tentang hamba yang jahat, jangan lupa Tuhan Yesus memulai perumpamaan ini mengajak kita berpikir melalui sebuah pertanyaan retoris, “Siapakah hamba yang bijaksana?”


Matius 24:45


24:45 "Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?


Tuhan Yesus mengatakan perumpamaan ini untuk mengajak para pendengarnya berpikir, dan mengevaluasi dirinya mereka termasuk hamba yang bagaimana?


Apakah mereka termasuk hamba yang setia dan bijaksana ataukah mereka termasuk hamba yang hatinya memang jahat.


Hamba yang mencari kesempatan dalam kesempitan, dan hamba yang memakai semua hak dengan melupakan tanggung jawabnya?


Tuhan Yesus mengajak kita berpikir, dan mengambil sebuah keputusan bahwa “Saya mau menjadi hamba yang setia dan bijaksana.”


Ketika bagian ini membahas ada hamba yang jahat, maka ada hamba yang setia dan bijaksana, yang saya singkat dengan kata BAIK.


Hamba yang setia dan bijaksana punya karakter yang Tuhan mau, perhatikan dari ayat 45-47.


Dia adalah seorang yang:


1. B : Bertanggung jawab


Dia adalah yang bertanggung jawab mengatur rekan-rekannya


2. A : Aktif melayani sesama


Perhatikan tugas dari sang tuan sangat sederhana, memastikan hamba-hamba yang lain mendapatkan makanan pada waktunya, sangat praktis, simple, dan itulah yang harus dikerjakan.


Dia harus aktif melayani, memastikan rekan-rekannya mendapatkan makanan sesuai waktunya.


3. I : Integritas


Dia adalah seorang yang punya integritas, sekalipun tuannya pergi dia tidak berpikir seperti hamba yang jahat memukuli rekan-rekannya yang lain.


Kemudian dia menikmati hidup dengan bermabuk-mabukan dan menikmati segala kebebasan yang dia bisa alami.


Sebaliknya, hamba yang baik adalah hamba yang berintegritas, dia melakukan tugasnya dengan teratur, setia, tanpa pernah menghitung di kalender kapan tuannya pulang.


4. K : Konsisten


Dia punya sebuah konsistensi yang baik dan sebuah kedisiplinan yang luar biasa, dia terus melakukannya bahkan ketika tuannya tidak ada, ketika mungkin tuannya terlambat datang.


Mari kita menjadi seorang hamba yang setia dan bijaksana dengan mengingat akronim BAIK (Bertanggung jawab,Aktif melayani sesama, punyaIntegritas danKonsisten).


Kita juga punya kedisiplinan dalam melakukan segala sesuatu sehingga kita selalu menjadi orang yang siap waktu menyambut kedatangan Tuhan yang kedua kali. Biarlah kita didapati sebagai seorang yang setia dan bijaksana.


Doakan dan renungkan


* Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?


* Siapakah hamba jahat yang mencari kesempatan dalam kesempitan, yang memakai semua hak tapi melupakan tanggung jawabnya?


Hamba setia atau jahatkah aku?