Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Minggu, 24 Mei 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Matius 24:37-42

Nasihat supaya berjaga-jaga (part 1)


Mari kita sama-sama membaca dan merenungkan bagian Firman Tuhan yang terambil dari injil:


Matius 24:37-42


37 "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.


38 Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,


39 dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.


40 Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan;


41 kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.


42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.


Kita pasti sadar atau tidak asing dengan prinsip yang mengatakan, “Silence is Golden”, diam itu adalah emas.


Ini adalah prinsip yang mau mengatakan, kalau tidak tahu apa-apa lebih baik diam.


Kalau kita tidak tahu apa-apa namun kita terus menerus ikut ngomong, maka sebenarnya kita hanya akan membuat atau memperuyum masalah yang sudah ada.


Ini adalah sebuah prinsip yang tepat jika dikenakan kepada orang-orang yang hidup baik di zaman Nuh maupun di zaman kita saat ini.


Ini adalah gambaran terhadap orang-orang yang clueless, yang tidak tahu apa-apa, karena mereka memang tidak mencari Tuhan dan tidak mau peduli tentang adanya Tuhan.


Ini adalah sebuah gambaran di mana orang-orang baik di zaman Nuh atau di zaman kita mencibir tentang iman atau ketaatan kita kepada Tuhan.


Tuhan Yesus mengkaitkannya dengan peristiwa air bah di zaman Nuh.


Waktu Nuh diminta untuk membuat sebuah bahtera, maka waktu dia membuat bahtera tentunya itu memakan waktu cukup lama, kenapa?

Karena di dalam bahtera dia harus memasukkan setiap jenis binatang dan sepasang.


Tentunya ini juga bukan hanya binatang tapi juga keluarga dia dan juga kebutuhan hidup dia dan juga makanan dari para binatang tersebut.


Intinya adalah orang-orang yang hidup di zaman Nuh melihat ketaatan Nuh, mencibir Nuh, mengecilkan Nuh dan mungkin mengolok-ngolok Nuh.


Mereka tidak mengerti, mereka tidak tahu, mereka clueless, karena mereka tidak mengerti dan tidak tahu apa yang akan terjadi.


Dan itu juga bukan yang terjadi di dalam kehidupan kita zaman sekarang.


Ketika kita hidup di dalam ketaatan, kita menjauhi dosa, kita menahan bibir kita untuk tidak mengatakan kata-kata kasar.


Ketika kita menahan diri kita untuk tidak melakukan dosa yang umum terjadi atau dilakukan oleh orang-orang di sekitar kita.


Bukankah orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, orang-orang yang clueless, orang-orang yang tidak mengenal tentang kebenaran Firman Tuhan akan mencibir kita dan mengatakan,


“Sok suci kamu”, “Ngapain sih mempertahankan kekudusan, aneh banget kamu tidak ikut kita melakukan dosa atau tidak berkata-kata kasar”, “Engak apa-apa lagi, mengatakan hal hal yang seperti itu.”


Bukankah selalu ada orang-orang di sekitar kita yang berusaha untuk menggoyahkan iman dan ketaatan kita kepada Tuhan?


Orang-orang ini adalah orang-orang yang clueless, mereka tidak tahu bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang pasti akan datang, Tuhan yang tidak mungkin tidak menepati janji-Nya.


Dan ketika Dia datang untuk kedua kalinya, sama seperti air bah yang datang di zaman Nuh. Tidak ada yang tahu karena mereka hidup seperti biasanya.


Mereka hidup dikatakan, makan, minum, kawin dan mengawinkan, sesuatu yang terjadi di hari-hari seperti biasanya dan itu tidak terduga.


Namun air bah itu datang, demikian juga dengan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.


Bersyukur kita diberitahu, bersyukur kita punya kebenaran Firman Tuhan yang mengatakan, yang mengingatkan, yang meneguhkan iman kita bahwa Dia pasti akan datang.


Dan ketika Dia datang, Dia akan membawa orang-orang benar untuk tinggal bersama Dia.


Perhatikan dari ayat yang ke-40,41 dan 42, kata kerja yang digunakan adalah kata kerja dalam bentuk “present” artinya, itu terjadi hari ini.


Dikatakan kalau ada dua orang pergi ke ladang maka yang satu akan pergi diambil bersama Tuhan dan yang lain akan ditinggal.


Demikian juga dengan kedua perempuan yang sedang menggiling biji untuk bahan makanan mereka hari itu, yang satu akan dibawa dan yang lain akan ditinggal.


Ayat 42 menjadi kesimpulan yang kemudian mengkaitkannya dengan kata, “Berjaga-jagalah!”


Sekali lagi dalam bentuk “present”, artinya ketika kita membacanya tahun depan, ini tetap terjadi saat ini, hari ini, seolah-olah Tuhan ingin mengatakan, “Today is the day”, hari ini adalah harinya.


Milikilah pemikiran seperti ini, hari ini mungkin saja Tuhan datang, today is the day, hari ini adalah harinya, di mana Tuhan akan datang.


Sehinga kita perlu selalu mawas diri, kita harus selalu siap, kita harus selalu berjaga-jagalah, kapanpun itu, karena today is the day, hari ini adalah harinya.


Mari kita menjadi orang yang selalu SIAP! Jangan terlalu memperhatikan omongan di sekitar yang menggoyahkan iman kita, namun Mari kita menjadi orang yang SIAP!.


Pesan Firman Tuhan bagi kita:

SIAP artinya:


S = Setiap saat mencari Tuhan

Jangan ketika ada kesusahan saja baru kita mencari Tuhan.

I = Ingat dan lakukan kebenaran-Nya

Mari baca Firman Tuhan, bukan hanya untuk to do list atau checklist, karena saya orang kristen maka saya harus baca Alkitab.


Tetapi kita sama sekali tidak ingat akan kebenaran tersebut dan tidak sama sekali melakukan kebenaran tersebut.


Mari ingat dan lakukan kebenaran-Nya.

A = Awas dosa dan iblis mengintai

Mari kita punya satu pemahaman bahwa iblis itu selalu berusaha menggoyah iman kita, oleh karena itu kita harus berdiri teguh atas kebenaran.

P = Perkuat persaudaraan dan persekutuan sesama orang percaya (connecting)


Gereja kita punya tema “Connecting”, ini adalah sebuah tema yang ingin mengajak setiap jemaat Tuhan terhubung satu sama lain.


Supaya kita bisa diberkati dan menjadi berkat, supaya kita bisa dikuatkan dan menguatkan, supaya kita bisa sama-sama bertumbuh di dalam value, nilai yang sama, yaitu value kebenaran Firman Tuhan.


Value atau Nilai yang mempersiapkan kita untuk selalu siap menantikan kedatangan Kristus yang kedua kali.


Mari kita menjadi pribadi yang SIAP setiap saat.


Doakan dan renungkan


* Sebagaimana halnya pada zaman Nuh, mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua.


* Oleh sebab itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.


Walau sibuk, tetap berjaga