Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Matius 24:32-36
Kedatangan Anak Manusia
Perumpamaan tentang pohon ara (part 2)
32 Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.
33 Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.
34 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi.
35 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.
36 Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.”
Meskipun saya seorang pecinta binatang, tetapi ada beberapa jenis binatang yang saya tidak suka, bahkan geli melihatnya.
Salah satunya adalah laron, yang katanya ada pada waktu memasuki musim hujan, tanda keberuntungan, namun apapun katanya, saya tetap geli melihatnya.
Konon laron merupakan tanda supaya kita mulai bebersih rumah, karena itu pertanda adanya rayap karena suasana di rumah kita lembab.
Tuhan Yesus mengajak para murid-Nya untuk memperhatikan apa yang terjadi pada batang dan tunas pohon ara, ketika cabang mulai melembut itu tandanya musim panas segera datang.
Ini menunjukkan sesuatu yang sangat dekat, saat itu Tuhan mengaitkan dengan kedatangan-Nya yang kedua kali. Bagaimana dan kapan.
Ada 3 hal tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya:
1. Kedatangan Tuhan Yesus tidak lama lagi (ayat 33-34);
Saat itu juga Tuhan mengajak kita memperhatikan keadaan dunia ini, ketika ada tanda-tanda penyesatan, pengkhianatan, kasih yang menjadi turun, peperangan, maka ini menunjukkan kedatangannya yang tidak lama lagi.
Tuhan mengaitkan kata tidak lama lagi seperti seseorang yang berada di ambang pintu, ketika ia menurunkan gagang pintu bukankah dia segera masuk ke dalam ruangan?
2. Kedatangan Tuhan Yesus tidak diketahui oleh siapa pun (ayat 36);
Tuhan mengajak jangan mencari tahu waktunya karena tidak ada seorang manusia, malaikat-malaikat bahkan Tuhan Yesus pun tidak tahu, hanya Allah Bapa yang tahu.
Artinya kita tidak diminta untuk cari tahu sesuatu yang tidak dinyatakan kepada kita.
3. Kita tidak boleh lengah, kita harus dalam posisi stand by (siap sedia).
Matius 24:35
Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.
Artinya apa yang Ia nyatakan sifatnya serius dan harus segera ditanggapi dengan serius, karena itu pasti terjadi.
Tuhan Yesus juga berkata bahwa dalam segala hal kita tidak boleh lengah, ketidaktahuan kita akan waktu dan saat Ia datang, seharusnya menjadikan kita anak-anak Tuhan yang selalu stand by, jangan sampai ketinggalan/kehabisan.
Sadar atau tidak, kehidupan di dunia kita sangat suka dengan war (perang), bukan perang Irak - Israel atau negara lain, melainkan war tanggal kembar atau war tiket konser.
Kita rela untuk stand by, tidur lebih larut untuk mendapatkan diskon besar/tiket, rasanya puas bila kita bisa mendapatkannya.
Kalau untuk tiket konser yang berlangsung beberapa jam atau diskon selama dua hari kita rela stand by,
mengapa untuk anugerah Tuhan yang begitu mahal yang diberikan secara gratis kita tidak berani bayar harga untuk stand by?
Pesan Firman Tuhan:
1. Tuhan Yesus ingin kita stand by, dengan cara mempertahankan hidup kita setia ikut Tuhan dan tidak mengabaikan prinsip-prinsip kebenaran Firman Tuhan.
2. Mari kita menjadi pribadi yang standby/siap sedia, kapan pun Dia datang kita sudah siap.
Doakan renungkan
* Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.
* Tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.
Kita harus siap siaga