Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Kamis, 21 Mei 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Matius 24:23-28 Siksaan yang Berat dan Mesias-mesias Palsu


Mari kita bersama-sama membaca dan merenungkan Firman Tuhan dari kitab Matius di bawah ini:


Matius 24:23-28 Siksaan yang Berat dan Mesias-mesias Palsu


23 Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya.


24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.


25 Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.


26 Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu percaya.


27 Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.


28 Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun."



Apa yang menjadi perbedaan antara ungkapan “yang penting selamat” dengan ungkapan yang mengatakan “utamakan selamat”?


Menurut chatgp,t perbedaan kedua ungkapan ini adalah:


1) Ungkapan “utamakan selamat” adalah sesuatu yang dilakukan sebagai sebuah tindakan pencegahan atau preventive, sehingga ini berbicara tentang sebuah proses atau berfokus pada sebuah proses.


2) Sedangkan ungkapan “yang penting selamat” adalah sebuah ungkapan yang menunjukkan, bahwa ini sesuatu yang dilakukan secara reaktif atau nekat dan berfokus pada hasil akhir, bukan pada proses.


Sejujurnya, kita termasuk kelompok orang yang mana? Kelompok orang yang setuju dengan ungkapan “yang penting selamat”, atau kelompok orang yang setuju dengan ungkapan “utamakan selamat”?

Mungkin, sebagian besar orang umumnya berada di kelompok orang “yang penting selamat”.


Tidak heran, ketika ada ketidaknyamanan kondisi-kondisi yang tidak sesuai rencana kita, atau sesuatu yang membuat kita tidak nyaman, maka kita akan mempunyai respon, yang seperti lagu berkata “can we skip to the good part?”.


Kita mau menyingkirkan proses secepat mungkin, karena kita ingin keluar dari segala masalah yang terjadi dalam hidup kita. Kita ingin langsung hasil akhirnya. Apa pun caranya, yang penting selamat.


Sadar atau tidak sadar, semangat untuk “yang penting selamat”, menjadi sumber penyesatan di zaman akhir ini.


Bayangkan, ketika manusia mengalami apa yang namanya kegelisahan karena perang, ketidaknyamanan karena rumor yang membuat mereka kehilangan kondisi yang ideal menurut mereka, atau kasih yang menjadi semakin dingin, pengkhianatan, dibenci karena iman mereka kepada Tuhan Yesus, atau hal-hal lain yang tidak sesuai ekspektasi mereka.


Semangat ini menjadi semangat yang digunakan oleh para penyesat untuk menyesatkan mereka.


Semangat “yang penting selamat” dengan mengorbankan kebenaran, menjadi sumber mereka untuk membawa orang-orang yang lemah iman, untuk percaya ketika dikatakan lihat ada mesias di sana, lihat ada mesias di sini, lihat ada mesias di gurun, atau lihat ada mesias di dalam bilik.


Semangat ini yang membuat orang-orang ini percaya pada super hero dadakan atau mesias dadakan yang bisa menyelamatkan mereka dengan segera.


Namun, bersyukur kepada Tuhan. Sebagai anak-anak Tuhan, kita diingatkan untuk tidak mudah dibohongi atau tersesat karena mencari sesuatu yang spektakuler, karena Tuhan kita bukanlah Tuhan yang hanya mengadakan tanda-tanda mukzijat untuk menarik follower.


Dia adalah Tuhan yang mengatakan sebuah kebenaran, bahwa Dia datang kembali maka kedatangan-Nya bukanlah kedatangan yang sembunyi-sembunyi.


Kedatangan-Nya akan menjadi berita utama di seluruh kota dan negara. Berita yang tidak bisa dipungkiri oleh siapa pun juga. Berita di mana semua orang pasti mengetahui, bahwa Dia adalah Tuhan yang datang kembali.


Mesias yang asli, Mesias yang sesungguhnya.


Bagian ini ditutup dengan ayat 28 yang mengatakan: Di manaada bangkai, di situ burung nazarberkerumun.


Ini adalah sebuah peribahasa yang menunjukkan, bahwa kedatangan Dia sebagai Mesias yang asli adalah sesuatu yang pasti. Sesuatu yang bukan hanya datang, tapi sesuatu yang membawa penghakiman dan penghukuman bagi orang yang mengalami kematian spiritual.


Kata “bangkai” berbicara tentang kematian rohani, atau kematian spiritual. Kematian di mana orang-orang lebih mencari kenyamanan dan keselamatan yang sementara dengan mengorbankan sesuatu yang pasti.


Oleh karena itu, bagian ini mengundang kita, dan mengingatkan kita sebagai orang-orang yang sudah menerima kehidupan spiritual dari sang Mesias.


Marilah kita meresponi kondisi di zaman akhir, bukan dengan semangat “yang penting selamat”, tetapi mari kita meresponi dengan mendasarkan seluruh kehidupan kita dengan mengutamakan keselamatan dari Tuhan sendiri, dari Mesias itu sendiri, yaitu keselamatan yang asli.


Mari kita meresponinya dengan tetap menjaga keaslian relasi kita, hubungan kita dengan Tuhan. Untuk menjaga keaslian itu, kita bisa lakukan dengan mengingat akronim dari ASLI, berikut ini:


A: Awasi hidup kita

S: Siap sedialah setiap waktu

L: Lakukanlah kebenaran Firman Tuhan

I: Ikuti Mesias yang asli


Mari kita menjadi murid yang asli dengan mempertahankan relasi yang asli, dan bukan mengikuti Mesias yang palsu, tetapi mengikuti Mesias yang asli yang diceritakan oleh kebenaran Firman Tuhan dalam kehidupan kita hari lepas hari.