Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Rabu, 20 Mei 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Matius 24:15-22

Siksaan yang berat dan mesias-mesias palsu


Perenungan Firman Tuhan terambil dari:


Matius 24:15-22


15 "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel — para pembaca hendaklah memperhatikannya —


16 maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.


17 Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya,


18 dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya.


19 Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu.


20 Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.


21 Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.


22 Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.


Salah satu kutipan yang adaThe Super Mario Galaxy Movie, diucapkan oleh Lumalee di bagian akhir film, yaitu: “You can’t silence the truth. It only makes it louder! Like the approaching drumbeat…of death!”


Kutipan ini mengingatkan bahwa kita tidak akan pernah bisa membungkam kebenaran.


Saat kebenaran dibungkam, maka ia akan berbunyi lebih kencang lagi. Bahkan, menghancurkan orang yang berusaha membungkamnya.


Seringkali, kehidupan kita membungkam kebenaran yang sudah Tuhan nyatakan di dalam hidup kita. Kebenaran bahwa kita adalah orang-orang spesial, yang sudah dibenarkan oleh Tuhan.


Kita yang seharunya dihukum dan disalib, malah menerima anugerah Allah dan dibenarkan. Tadinya kita adalah musuh Allah, kita dibenarkan, dan menjadi anak-anak Allah.


Pada kenyataannya, kita suka membungkam kebenaran dengan cara hidup semau kita, seturut hal yang dunia katakan.


Standar yang tidak obyektif, melainkan relatif. Standar sesuai cara pandang kita ataupun teman-teman kita.


Saat kita berusaha membungkam dan menyingkirkan kebenaran, maka tindakan itu akan membawa kehancuran bagi kita. Hal itu terjadi di dalam kota Yerusalem, bait Allah, dan orang-orang Israel.


Mereka tidak menyadari kebenaran dalam diri mereka bahwa mereka begitu spesial dan merupakan bangsa terpilih karena dikasihi Tuhan. Kota Yerusalem dipilih oleh Allah.


Bait Allah adalah bangunan yang dipilih Allah untuk tinggal. Ini adalah gambaran kehancuran karena mereka tidak hidup sesuai dengan fungsinya.


Tidak sadar bahwa mereka spesial sehingga hidup semau mereka dan akhirnya membawa kehancuran.


Ayat 15-28, membahas mengenai jawaban Tuhan Yesus, saat para murid bertanya, ”Kapan Engkau itu datang?” Tuhan Yesus tidak menjawab dengan pasti. Sebaliknya Tuhan menjawab, “kapanpun.”


Ini adalah undangan bagi kita agar kita selalu siap sedia kapanpun dan hidup sesuai dengan kebenaran yang Tuhan anugerahkan kepada kita.


Saat kehancuran itu datang, dikatakan dalam ayat 16-18 untuk jangan berpaling ke belakang, melainkan larilah.


Tuhan mengajak kita untuk tidak mempertahankan sesuatu yang sifatnya sementara, melainkan untuk fokus ke depan tentang hal yang bisa kita lakukan.


Saat kita hidup tidak sesuai dengan fungsi dan kebenaran yang diberikan Allah kepada diri kita, maka sebenarnya kita hanya akan menghancurkan diri sendiri.


Alkisah, ada seorang anak yang mengasihi ibunya. Ia memberikan hadiah Ipad yang mahal kepada ibunya.


Namun, ibunya tidak mengerti teknologi sehingga ia melihat bahwa layar datar pada Ipad terasa cukup bagus jika dijadikan talenan.


Akhirnya, ibunya meletakkan Ipad yang diberikan anaknya di dapur, untuk memotong bahan-bahan makanan yang akan dimasak. Bukankah hal yang dilakukan si ibu ini dapat dirasa keterlaluan sekali?


Ilustrasi ini mengingatkan ketika kita tidak mengerti menggunakan sesuatu sesuai fungsinya, maka itu hanya akan menghancurkan barang semahal apapun.


Hal itu yang Tuhan ingatkan kepada orang-orang Israel, murid-muridNya, dan kita.


Hiduplah sesuai dengan kebenaran dan fungsi seharusnya. Ketika Tuhan sudah membenarkan kita, maka hiduplah sesuai dengan “TRUTH”, kebenaran yang diberikan bagi kita;


T: Tobat selama masih ada kesempatan.


Jika kita memiliki kesempatan menyadari bahwa kita sudah jauh dan tidak hidup lagi sesuai kebenaran yang Tuhan anugerahkan, kita perlu bertobat. Mohon Tuhan menolong kita.


R: Rasakan betapa spesialnya kita menjadi anak-anak Allah.


Betapa ruginya kita saat memilikiVVIP Pass,tetapi kita malah mengantri bersama dengan orang-orang yang duduk di tempat duduk biasa saat kita menonton konser.


Kespesialan kita menjadi sia-sia. Saat merasa diri spesial, maka kita tidak akan hidup sembarangan lagi.


U: Uji, ukur dan periksa hidup kita berdasarkan standar kebenaran Allah.


T: Tunjukkan fokus hidup kita kepada panggilan Tuhan, dengan tidak menoleh ke belakang. Namun, fokus pada hal yang Tuhan ingin kita nyatakan dalam ketaatan.


H: Hiduplah dengan menyatakan anugerah-Nya. Sebagai seorang denganVVIP Pass, nyatakanlah anugerah bahkan di dalam kondisi yang sulit.


Mari kita hidup di dalam “TRUTH”, karena kita sudah dibenarkan oleh Allah.


Biarlah ini menjadi pembenaran yang mendorong kita untuk hidup menyenangkan hati Tuhan, sesuai dengan fungsi dan kebenaran yang Tuhan anugerahkan di dalam hidup kita.


Doakan dan renungkan


* Apabila kamu melihat pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel…


* Saat hal di atas terjadi, Tuhan mengajak kita untuk tidak mempertahankan sesuatu yang sifatnya sementara, melainkan untuk fokus pada Tuhan dan apa yang bisa kita lakukan.


Fokus pada Tuhan