Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Matius 24:1-2
Bait Allah akan diruntuhkan
Perenungan Firman Tuhan terambil dari:
Matius 24:1-2
1 Sesudah itu Yesus keluar dari Bait Allah, lalu pergi. Maka datanglah murid-murid-Nya dan menunjuk kepada bangunan-bangunan Bait Allah.
2 Ia berkata kepada mereka: "Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batu pun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan."
Setiap kita pasti tidak asing dengan 7 keajaiban dunia.
Bahkan mungkin ada di antara kita yang sudah pernah mengunjungi tempat-tempat tersebut, seperti: The Great Wall di China, Petra di Yordania, Colosseum di Roma, Christ the Redeemer di Brasil, Taj Mahal di India, ataupun 2 keajaiban lain yang ada di Peru dan Meksiko.
Jika kita perhatikan karakteristik dari 7 keajaiban dunia, maka kurang lebih bisa dikatakan beberapa hal berikut adalah penentunya: nilai sejarah dan budaya, keunikan arsitektur, keagungan dan skala, daya tahan waktu, nilai simbolis, dan daya tarik global.
Andaikan Bait Allah masih ada, dengan menggunakan kriteria di atas, maka ada kemungkinan Bait Allah bisa menjadi salah satu keajaiban dunia juga.
Kita bisa membayangkan, di zaman Tuhan, Bait Allah itu begitu megah dan agung. Bangunan ini terbuat dari marmer putih yang dilapisi oleh lempengan emas.
Seorang sejarawan bernama Josephus mengatakan ketika matahari terbit dan menyinari bangunan ini, sinar akan terpancar dari bangunan ini seperti sinar dari matahari itu sendiri.
Hal ini menunjukkan betapa megah dan mulia, dan jika ingin disimbolkan, ini adalah lambang kehadiran Allah di tempat tersebut. Ini adalah sesuatu yang luar biasa dan patut dibanggakan.
Ada sebuah kutipan dari seorang rabi yang berkata: kalau seseorang belum melihat Bait Allah, maka sesungguhnya orang tersebut belum melihat keindahan dari sebuah gedung.
Bukankah ini sesuatu yang sangat mengagumkan? Tentunya rasa bangga ini juga dimiliki oleh para murid Tuhan Yesus.
Ketika Tuhan pergi meninggalkan Bait Allah, para murid datang menghampiri Yesus dan menunjukkan bangunan-bangunan Bait Allah.
Kata “menunjuk” dalam bahasa aslinya berarti untuk menarik perhatian Tuhan terhadap bangunan Bait Allah.
Mereka berharap Tuhan akan memberi respons positif, namun sebaliknya Tuhan justru memberikan sesuatu yang mengajak mereka untuk berpikir ulang tentang kebanggaan yang ada dalam diri mereka.
Tuhan berkata,"…Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu…” “...Truly I tell you…”.
Kata tersebut disampaikan karena Tuhan ingin mengajak para murid untuk berpikir sungguh-sungguh apa yang akan terjadi dengan Bait Allah. Semua akan dihancurkan dan diratakan.
Namun yang Tuhan ingin untuk diperhatikan, secara khusus bagi para murid yang saat itu sangat membanggakan bangunan Bait Allah, bukanlah kehancuran Bait Allah, melainkan “no God is no good”.
Tidak ada sesuatu yang baik dan indah jika tidak ada Allah di dalamnya. Di sepanjang kisah yang tercatat di Alkitab, kita melihat apa yang menjadi kebanggaan manusia adalah sesuatu yang fana kalau tidak ada Allah di dalamnya.
Kisah Menara Babel yang dihancurkan Tuhan. Kisah Goliat dengan kekuatan, keagungan, dan kehebatan, namun tidak bisa berbuat apa-apa di hadapan seorang anak remaja bernama Daud yang datang bersama Tuhan untuk melawannya.
Bukankah kisah-kisah tersebut ingin menyatakan bahwa tidak ada yang baik jika tidak menyertakan Allah di dalamnya?
Hal ini mengajak kita untuk memikirkan kembali apa saja 3P dalam hidup kita:
1. Prioritas hidup
2. Pengejaran hidup
3. Prestasi (kebanggaan) hidup
Jika kita tidak menyertakan Allah, maka 3P ini akan menjadi sia-sia. Sesuatu yang akan hancur dan hilang.
Kiranya kita dapat terus mengingat bahwa “no God is no good”, dan hal ini juga yang akan menggelisahkan hati kita.
Sehingga kita akan terus menyertakan Tuhan dalam kehidupan kita, seperti pantun berikut ini:
Jalan-jalan ke Glodok beli buah
Tentu bukan hanya cari yang harganya murah apalagi yang kualitasnya rendah
Mari berserah pada pimpinan Tuhan sang pemberi berkah
Supaya kita tak buat masalah dengan mengejar sesuatu yang salah
Mari tetap setia beribadah kepada Tuhan sang pemberi anugerah
Ia selalu siap menolong hidup kita dengan berlimpah-limpah
Biarlah anugerah Tuhan yang Ia curahkan secara berlimpah-limpah menolong kita mempunyai kesetiaan kepada Tuhan dengan tidak berubah-ubah.
Pesan Firman Tuhan bagi kita:
1. Mari kita terus menjalani hidup bersama dengan Tuhan.
2. Biarlah kebenaran“no God is no good” menjadi sebuah kebenaran yang terus mengingatkan kita untuk selalu hidup melekat dengan Tuhan hari demi hari.
Doakan dan renungkan
* Murid-murid menunjukan bangunan Bait Allah pada Yesus, tapi Ia berkata, bahwa tidak satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.
* Tuhan mengingatkan para murid agar tidak berfokus pada bangunan bait Allah, tapi pada kehadiran Allah, sebagai hal yang lebih penting.
Fokus yang benar