Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Sabtu, 16 Mei 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Matius 23:33-36

Yesus mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi (part 9)


33 Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka?


34 Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat: separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota,


35 supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah.


36 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semuanya ini akan ditanggung angkatan ini!”


Defense is attack, attack is defense, each being the cause and result of the other.


Pertahanan adalah serangan, serangan adalah pertahanan, masing-masing merupakan sebab dan akibat dari yang lain.BRUCE LEE


Pertahanan dan serangan menjadi beda tipis, inilah yang terjadi pada kelompok orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat.


Mereka berusaha mempertahankan pengajaran, pola pikir dan sudut pandang mereka, sehingga secara tidak langsung mereka juga menyerang apa yang benar dan Sang Pembawa Kebenaran.


Matius 23:35

supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah.


Disebutkan tentang Habel, orang yang persembahannya diterima oleh Tuhan dan dianggap sebagai orang benar yang dibunuh oleh karena kebenarannya.


Ini adalah peristiwa pertama pembunuhan yang tercatat dalam Alkitab. Lalu Zakharia, yang mati dengan cara martir, dia adalah tokoh terakhir dalam Perjanjian Lama.


Ayat 34-35 menunjukkan apa yang orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat lakukan, termasuk terhadap Tuhan Yesus, adalah pola yang berulang, di mana mereka mempertahankan diri mereka dengan cara menyerang Sang Pembawa Kebenaran.


Namun Tuhan Yesus bukan hanya mau mengatakan ini adalah pola yang berulang, tetapi juga menyatakan Allah kita adalah Allah yang penuh kemurahan.


Allah memberikan masa anugerah, di mana Dia mengirimkan utusan demi utusan yang terus mewartakan kebenaran, bahkan mengutus Anak Tunggal-Nya, namun mereka menyalibkan Dia.


Tuhan mengajak mereka pada masa itu untuk merefleksikan masa anugerah, jangan musuhi orang yang mewartakan kebenaran, lihatlah ini sebagai bentuk anugerah dan kasih Tuhan supaya kita bertobat.


Dia pun ingin kita menyadari, setiap penolakan kita terhadap kebenaran, setiap tindakan kita membungkam kebenaran adalah tindakan yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.


Mari menjadi orang yang sebenarnya, bukan memakai topeng yang munafik dan palsu.


Mari kita menjadi orang REAL, yaitu:


R: Repent (bertobat);

E: Examine (periksa hati);

A: Accept the truth (terima kebenaran);

L: Listen to God (mendengar dan taat kepada Tuhan).


Doakan dan renungkan


* Allah mengirimkan utusan demi utusan untuk terus mewartakan kebenaran, bahkan mengutus Anak Tunggal-Nya, namun mereka menyalibkan Dia.


* Ia mengingatkan bahwa setiap penolakan atau tindakan membungkam kebenaran adalah tindakan yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.


Konsekuensinya nyata