Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Matius 23:27-28
Yesus Mengecam Ahli-ahli Taurat dan Orang-orang Farisi (part 7)
Mari kita bersama-sama membaca dan merenungkan Firman Tuhan dari kitab Matius di bawah ini.
Matius 23:27-28 Yesus Mengecam Ahli-ahli Taurat dan Orang-orang Farisi
27 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.
28 Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.
Salah satu tradisi orang Chinese yang ada di Indonesia, yang masih dilakukan adalah tradisi Cheng Beng, atau tradisi bersih-bersih kuburan.
Yang katanya merupakan tradisi sebagai suatu keluarga, mereka kembali lagi membersihkan, dan menyatakan rasa hormat kepada orang yang sudah meninggal. Dengan cara membersihkan kuburan, mereka mengingat asal usul mereka.
Dan tentunya orang China sangat mementingkan kesatuan. Sehingga waktu tradisi Cheng Beng dijalankan, mereka akan kumpul sebagai suatu keluarga untuk bersama-sama membersihkan kuburan anggota keluarga mereka, yang sudah pergi mendahului mereka.
Ternyata di Israel juga ada sebuah kebiasaan yang menyerupai. Namun, kebiasaan ini tentunya bukan kebiasaan yang sama, seperti Cheng Beng.
Ini adalah kebiasaan yang mereka lakukan setiap sebelum Paskah. Mereka akan cat ulang nisan-nisan yang sudah terbengkalai.
Sangat mungkin, nisan-nisan dari satu anggota keluarga tidak berada di satu tempat, tetapi ada di beberapa tempat dan berbaur dengan yang lain.
Ini sangat memungkinkan secara tidak sengaja terpegang oleh orang-orang yang melalui daerah tersebut.
Biasanya, orang Yahudi setahun tiga kali pergi ke Yerusalem, untuk berkumpul. Salah satunya adalah saat peristiwa Paskah. Mereka merayakan Paskah di Yerusalem.
Satu bulan sebelum merayakan Paskah, banyak orang Yahudi yang akan mengecat nisan-nisan yang ada di berbagai tempat tersebut, supaya:
1) Menjadi penanda bahwa nisan itu harus dihindari.
2) Tidak menajiskan mereka.
Orang Yahudi tidak bisa memegang, bahkan bersentuhan dengan kuburan atau orang yang sudah meninggal atau mayat, karena akan menajiskan mereka selama tujuh hari.
Oleh karena itulah, orang-orang Yahudi, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi melakukan hal yang demikian untuk mencegah dan supaya orang tidak najis.
Tuhan Yesus mengingatkan, bahwa yang menyebabkan orang najis itu bukanlah sesuatu yang dari luar, tapi sesuatu yang ada di dalam.
Kuburan itu boleh dicat putih, terlihat bersih, terlihat baik, tapi tetap saja, bukankah di dalamnya isinya tulang belulang.
Itu yang mau Tuhan Yesus tekankan. Yesus mengajak para murid termasuk kita saat ini, untuk melihat bahwa apa yang orang Farisi dan ahli Taurat lakukan adalah suatu usaha yang sia-sia.
Mereka memperjuangkan sesuatu yang sebenarnya nol besar atau zonk besar.
Jika mau dikatakan, mereka adalah orang-orang yang kelihatannya berhasil secara agama, tapi sebenarnya mereka adalah orang-orang yang gagal total.
Kenapa? Karena mereka tidak punya koneksi hati dengan Tuhan, mereka tidak mengerti apa yang Tuhan mau.
Jika kita perhatikan, ayat 27 dan 28 sama intinya dengan ayat 15, yaitu apa yang mereka lakukan,effort/usaha yang mereka kerjakan semuanya sia-sia, karena mereka gagal paham untuk memperjuangkan sesuatu yang benar.
Mereka gagal paham dalam melihat, bahwa yang benar bukanlah apa yang mereka perjuangkan sehingga mereka hanya memperjuangkan sesuatu yang salah.
Sesuatu yang pada akhirnya sama sekali zonk atau nol besar.
Saya ingin kita sama-sama lihat dari huruf Qing dalam Qing Ming. HurufQingini berasal dari radikal air, di mana air digunakan untuk membersihkan, dan Ching yang artinya sesuatu yang hijau, segar, muda, dan fresh.
Air memang bisa membuat kita fresh, segar. Tapi, izinkan saya mengaitkannya dengan apa yang sudah Tuhan Yesus perbuat dalam hidup kita.
Tuhan Yesus bukan membasuh kita hanya dengan air biasa, tetapi Dia membasuh, membersihkan, menyegarkan dan melahirbarukan kita dengan darah-Nya yang kudus.
Darah-Nya yang mahal, sehingga kita, pribadi-pribadi yang boleh mengalami karya-Nya, mendapatkan kesegaran, karena kita dibersihkan, kita disucikan.
Pesan Firman Tuhan bagi kita:
1. Mari kita mengingat apa yang Tuhan Yesus lakukan sehingga kita tetap menjaga, bukan hanya penampilan luar kita clear, tapi di dalam hati dan pikiran kita juga clean.
2. Mari kita menjaga kekudusan hidup kita supaya selaras dengan kehendak Tuhan sehingga kita tidak memperjuangkan sesuatu yang sia-sia dan menghasilkan nol besar.
Doakan dan renungkan
*Sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.
* Demikian jugalah orang munafik, di sebelah luar tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam penuh kemunafikan dan kedurjanaan.
Kepalsuan yang diketahui Tuhan