Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Matius 23:25-26
Yesus mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi (part 6)
Perenungan Firman Tuhan terambil dari:
Matius 23:25-26
25 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.
26 Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.
Ada satu drama China yang berjudulPursuit of Jade, bercerita tentang seorang gadis desa bermarga “fan” yang memiliki tenaga dan keahlian bela diri. Ia seorang pekerja keras yang mampu menjagal babi dengan satu pukulan.
Kemudian, ia menjual daging babi itu untuk menghidupi adiknya. Suatu hari ia berjalan pulang setelah menjagal babi. Dalam perjalanan itu, ia bertemu dengan seorang pria terluka parah karena diincar untuk dibunuh.
Wanita ini membawa pria itu untuk dirawat dan dijaga.Plot twistdari kisah ini adalah ternyata orang yang dijaga tersebut, merupakan panglima perang wilayah atau desa dimana mereka tinggal.
Pria tersebut bukan pria sederhana yang terlihat lemah, melainkan seorang bangsawan dengan gelar Marquis of Wu’an atau 武安侯 (wǔ'ān hóu).
Wanita dan penduduk desa tidak pernah tahu bahwa bangsawan itu tinggal di antara mereka. Pesan dari kisah ini adalah jangan pernah tertipu oleh penampilan lahiriah seseorang.
Begitu banyak orang mati-matian atau memoles segala sesuatu yang terlihat dari luar untuk mempesona orang-orang di sekitar. Namun, sesuatu di luar tidak pernah mencerminkan hal yang ada di dalam.
Tuhan Yesus mendorong kita untuk memberikan perhatian kepada sesuatu yang di dalam, karena itu yang akan terpancar dan terlihat dari luar.
Itulah gambaran Tuhan Yesus tentang membersihkan cawan dan pinggan hanya di bagian luarnya saja.
Di dalam drama China, pertikaian para selir dilakukan dengan cara memberikan racun di tempat yang baik, bukan di tempat yang baik. Dikemas dengan cara indah dan menarik perhatian.
Namun, sebenarnya di dalamnya berisi racun; baik itu arak, sup, atau bedak yang menyebabkan keracunan dan mati.
Orang Farisi dan ahli Taurat adalah orang yang gagal melihat bahwa sesuatu yang di dalam lebih penting dari hal yang tampak di luar.
Mereka hanya berusaha menampilkan sesuatu untuk mempesona orang-orang di sekitar. Mereka mati-matian untuk mendapatkan umpan balik positif dan mengorbankan orang lain demi kepentingan mereka sendiri.
Itu sebabnya Tuhan Yesus menyebut mereka sebagai orang yang munafik. Pada ayat 25, dijelaskan bahwa mereka menikmati hal yang ada di dalam cawan dan pinggan mereka, karena terisi penuh.
Kata “penuh” menunjukkan sesuatu yang dilakukan terus-menerus setiap hari dan menjadi gaya hidup orang Farisi dan ahli Taurat. Mereka terbiasa mengumpulkan rampasan dan kerakusan.
Mereka tidak bisa menguasai diri sendiri dan tidak merasa puas dengan hidup sendiri. Hal yang mereka nikmati di dalam cawan dan pinggan sudah terkontaminasi, tercemar, dan beracun dari dalam.
Pada ayat 26, tertulis bahwa orang Farisi itu buta. Mereka dikatakan buta karena tidak bisa menyadari adanya racun yang mematikan dan mereka mengabaikannya dengan membersihkan hal yang di luar saja.
Mereka mempelajari Firman Tuhan, mengenal Allah mereka, tetapi sebenarnya mereka sama sekali tidak pernah memahami Allah seperti yang dipelajari.
Mereka buta rohani karena terlihat beragama, tetapi sebenarnya menodai agama tersebut. Pada ayat 25-26, mereka gagal paham mengenai Allah. Sejajar dengan hal yang terjadi pada ayat 16-22.
Mereka tidak tahu bahwa Allah yang dipelajari dalam kitab Taurat merupakan Allah yang sangat perhatian dengan hati manusia; rela mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, yaitu Tuhan Yesus Kristus, untuk mati di kayu salib. Hal ini berurusan dengan masalah hati manusia.
Mereka gagal memahami dan mengenal Allah yang sesungguhnya. Ada sebuah lagu pengakuan dosa mempunyai lirik sebagai berikut:
Murnikanku, tekad di hatiku
agar ‘ku tersadar menderita dengan-Mu.
Murnikanku, arahkan mata hatiku
agar ‘ku setia pada-Mu.
Pesan Firman Tuhan bagi kita
1. Mari kita menjadi orang yang setia, terus mengenal Tuhan yang benar, mempelajari Firman Tuhan dan kebenaran-Nya.
2. Mari jangan menjadi orang yang buta rohani. Berjuang untuk Tuhan dan bukan untuk kemuliaan diri sendiri.
Doakan dan renungkan
* Tuhan Yesus menegur orang-orang munafik yang sibuk membersihkan sebelah luar “cawan”, padahal disebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.
* Ia mendorong kita untuk membersihkan bagian dalam “cawan”, karena Tuhan melihat kedalaman hati manusia.
Ia tahu hati kita