Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Selasa, 12 Mei 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Matius 23:23-24

Yesus Mengecam Ahli-Ahli Taurat Dan Orang-Orang Farisi (Part 5).


Saudara, kali ini kita akan sama-sama membahas dari:


Matius 23:23-24


23:23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.


23:24 Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan.


Saudara, ayat 23-24 adalah inti dari tujuh ucapan celaka yang Tuhan Yesus ucapkan kepada ahli-ahli Taurat, orang Farisi dan juga kelompok orang munafik.


Jikalau kita sama-sama mengikuti dari awal Tuhan Yesus mengatakan:


1. Gagal paham siapa Yesus (Mesias) -> ayat 13-14


Kelompok ini adalah kelompok yang celaka karena mereka gagal paham tentang siapa Yesus yang adalah Mesias, sehingga mereka juga menghalangi orang untuk datang kepada Mesias yang adalah kebenaran itu.


2. Gagal paham memperjuangkan sesuatu -> ayat 15


Kita bisa menemukan mereka adalah kelompok orang yang gagal paham sehingga memperjuangkan sesuatu yang salah.


Apa yang mereka perjuangkan membawa kebinasaan bagi diri mereka dan juga bagi orang yang mereka bawa.


3. Gagal paham mengenal Allah mereka -> ayat 16-22


Kita mengetahui bahwa mereka adalah kelompok orang yang gagal paham mengerti kebenaran firman Tuhan.


Mengenal siapa Allah mereka yang sesungguhnya, sehingga mereka berusaha bagaimana caranya untuk menipu Allah dengan permainan kata mereka.


4. Gagal paham memahami hati Allah -> ayat 23-24


Ini adalah kegagalan yang paling parah, gagal paham memahami isi hati Allah, gagal paham mengenal esensi utama dari seluruh hukum Taurat, sama seperti apa yang Tuhan Yesus ajarkan di dalam Matius pasal 22:34-40.


Bagaimana hukum yang terutama adalah mengasihi Allah dan yang sama pentingnya adalah mengasihi sesama.


Tuhan tidak pernah mengecam mereka justru mereka dipuji oleh Tuhan, karena mereka luar biasa taat dan detail. Bayangkan aja semua mereka tuliskan, bahkan mereka dikatakan memberi 1/10 dari selasih, jintan dan juga dari adas manis.


Mereka luar biasa melakukan ini semua, namun mereka dikatakan celaka, karena mereka mendistorsi hukum Allah yang sesungguhnya, mereka dikatakan celaka karena mereka mengabaikan hal yang penting.


Tuhan tidak pernah berkata bahwa kasih kepada sesama manusia lebih penting dari memberi perpuluhan. Tuhan mengatakan keduanya harus dilakukan, jangan menekankan yang satu, dan mengabaikan yang lain.


Orang Farisi dan juga ahli Taurat adalah orang yang menekankan sesuatu yang kelihatan sehingga nampaknya bisa dipuji oleh orang lain, bisa mendapat respon yang positif dan mengabaikan tiga hal yang paling utama yaitu kesetiaan, keadilan, dan belas kasihan.


John Calvin mengatakan, “Mereka sangat teliti dalam hal-hal kecil, tetapi mengabaikan yang paling penting dalam hukum, mereka merasa Allah akan puas dengan hal-hal sepele yang kelihatan oleh manusia, sementara mereka meninggalkan keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan.”


Matius 23:24


23:24 Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan.


Dalam ayat 24, Tuhan Yesus menyampaikan sebuah humor, mereka itu berusaha menyingkirkan nyamuk yang kecil dari minuman mereka dengan menyaring minuman mereka menggunakan kain kasa berpori-pori kecil.


Tapi hewan Unta yang paling besar, dianggap sebagai hewan paling gede di zaman itu mereka telan di dalam minuman mereka.


Ini sesuatu humor yang mau mengatakan, "Ayo sebagai murid Kristus, sebagai orang-orang pengikut Kristus, jangan cuman mementingkan sesuatu yang kelihatan dan nampak, namun melupakan bahwa Allah kita adalah Allah yang memperhatikan bagaimana cara kita melakukannya."


Terlebih lagi motivasi hati kita, apakah kita melakukannya sesuai dengan hati Allah ataukah kita melakukannya hanya karena ingin dipuji orang?


Pada saat musim dingin saya itu suka diingatkan untuk minum-minuman hangat supaya tidak masuk angin. Dulu salah satu minuman yang sering saya minum kalau pergi ke gunung adalah STMJ: susu, telur, madu, jahe.


Saudara. biarlah singkatan STMJ ini juga mengingatkan kita supaya kita bisa selaras dari dalam hati Allah, bukan hanya ingin menampilkan sesuatu yang kelihatannya memperkenan hati Allah.


S: Setia mengenal, mempelajari Firman Tuhan.

T: Tulus mengasihi Allah dan sesama.

M: Miliki belas kasihan Allah.


Jangan pernah lupa kalau kita boleh hidup, kita boleh memperoleh keselamatan, itu semua karena belas kasihan dari Allah.


J: Jalani hidup kita dengan konsisten selalu benar.


Jalani hidup kita jangan hanya benar karena melakukan hal-hal besar, tapi konsisten selalu benar karena kita punya Allah yang benar, Tuhan Yesus memberkati kita.


Doakan dan renungkan


* Kita kadang sangat teliti dalam mematuhi berbagai aturan yang tertera di Alkitab hingga hal-hal kecil.


* Tetapi yang terpenting jangan kita abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.


Jangan abaikan hal terpenting