Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Matius 22:41-46
Hubungan antara Yesus dan Daud
Mari kita bersama-sama membaca dan merenungkan Firman Tuhan dari kitab Matius di bawah ini.
Matius 22:41-46 Hubungan antara Yesus dan Daud
41 Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada mereka, kata-Nya:
42 "Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?" Kata mereka kepada-Nya: "Anak Daud."
43 Kata-Nya kepada mereka: "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata:
44 Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
45 Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?"
46 Tidak ada seorang pun yang dapat menjawab-Nya, dan sejak hari itu tidak ada seorang pun juga yang berani menanyakan sesuatu kepada-Nya.
Salah satu drama China yang saya suka adalah film Samkok. Dalam film tersebut, ada seorang tokoh yang menonjol keberadaannya, yaitu penasehat Zhu Ge Liang, penasehat perang dari negara Shu.
Salah satu strategi yang dia gunakan dalam film tersebut adalah strategi Cao Chuan Jie Jian, atau strategi meminjam panah dengan perahu jerami.
Salah satu bagian yang menarik dari strategi ini adalah Zhu Ge Liang membuat perahu yang dipenuhi dengan orang-orangan dari jerami.
Dia memanfaatkan alam, sehingga ketika ada kabut turun, pihak musuh, yaitu pihak Cao Cao akan mengira bahwa mereka sedang diserang dan mereka tidak segan-segan untuk menembakkan anak panah ke jerami-jerami tesebut.
Luar biasanya strategi ini berhasil.Zhu Ge Liang adalah orang yang bekerja dengan pintar. Karena itu, saya suka sekali dengan ungkapan “Kerja keras itu baik, tapi kita juga butuh kerja pintar.”
Matius 22:41-46 menggambarkan bagaimana Tuhan Yesus bekerja dengan cara yang pintar. Dia tidak membalikkan pertanyaaan, Dia tidak memberikan jebakan batman, tetapi Dia bertanya tentang sesuatu yang dipahami oleh orang Farisi.
Dia bertanya untuk membuat mereka berpikir dan mereflreksikan, bahwa ada yang salah dengan konsep Mesias yang mereka anut.
Tuhan Yesus bertanya kepada mereka, “Menurut kalian, siapakah atau anak siapakah Mesias itu?” Mereka langsung menjawab, “Anak Daud.”
Karena memang bukan rahasia umum Mesias, yang dijanjikan adalah Mesias yang akan dilahirkan dari keturunan Daud.
Yang menarik adalah Tuhan Yesus melanjutkan pertanyaan dengan mengutip Mazmur 110:1.
Dia mengutip mazmur ini, untuk mengajak orang-orang Farisi berpikir, bahwa Allah yang menjanjikan Mesias bukanlah Allah yang biasa-biasa, tetapi adalah Allah yang melampaui segala sesuatu yang dipikirkan manusia.
Tuhan Yesus mengajak orang-orang Farisi untuk melihat, bahwa Daud sebagai leluhur Mesias, bahkan mengagumi dan mengakui kebesaran Mesias yang melampaui kebesarannya.
Perhatikan waktu Tuhan mengutip kata “Tuanku” dan “… duduklah di sebelah kanan-Ku”, ini menunjukkan suatu posisi yang jauh melebihi Daud.
Yang mau disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada orang Farisi adalah:
1) Meskipun Mesias lahir dari keturunan Daud, Ia lebih besar daripada Daud;
2) Meskipun Mesias adalah keturunan Daud, Dia bukanlah raja seperti Daud yang akan memerintah Israel dengan kerajaan, atau ia memimpin tentara / pasukan yang banyak;
3) Meskipun Daud adalah seorang raja, tetapi sebagai keturunannya, Mesias justru mengambil suatu bentuk kerendahan hati yang melayani umat manusia, bahkan menyerahkan hidup-Nya untuk menyelamatkan orang-orang yang dikasihi-Nya.
Tuhan Yesus mengajak orang-orang Farisi berpikir, bahwa konsep Mesias yang mereka agung-agungkan selama ini, yang mereka anggap sebagai sesuatu yang benar, yang akan memerintah Israel, yang memimpin Israel mengusir Roma, adalah konsep yang salah.
Konsep yang benar adalah Mesias yang ada, yang datang ke dalam dunia adalah Mesias yang mengambil peran jauh berbeda dengan Daud.
Dia adalah Mesias yang menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka.
Jika kita refleksikan saat ini, siapakah Mesias yang kita percaya? Apakah kita hanya percaya Mesias yang menjawab semua doa-doa kita sesuai dengan keinginan kita?
Apakah Mesias yang kita percaya hanyalah Mesias yang sesuai angan-angan kita?
Sehingga ketika Mesias itu tidak menjawab doa kita sesuai dengan keinginan kita, maka kita mulai uring-uringan, kita mulai marah, dan kita mulai menyalahkan sang Mesias tersebut.
Mari kita refleksikan, siapakah atau konsep Mesias seperti apakah yang kita punya, yang kita percayai? Menutup renungan kita hari ini, izinkan saya membacakan sebuah pantun.
Tuntutan hidup sering kali membuat kita mati rasa.
Beban hidup semakin berat, karena orang sekitar kita menuntut jasa.
Mari, jangan menjadi anak Tuhan yang biasa-biasa dan mudah putus asa.
Karena kita punya Mesias Yang Maha Kuasa dan luar biasa.
Biarlah pantun sederhana ini mengingatkan akanpesan Firman Tuhan bagi kita, bahwa:
1. Ketika segala sesuatu tidak berjalan sesuai dengan harapan kita, bukan berarti Mesias tidak menyertai kita.
2. Jangan hilang pengharapan, karena Mesias selalu bersama dan menyertai kita. Dia akan bekerja dengan cara-Nya yang ajaib.
Doakan dan renungkan
* Daud oleh pimpinan Roh menyebut Yesus: Tuannya. Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?"
*Meskipun Mesias lahir dari keturunan Daud, sesungguhnya Dia lebih besar daripada Daud karena Dia adalah Allah.
Ku kagumi kebesaranNya