Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Rabu, 06 Mei 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Matius 22:34-40

Hukum yang terutama


Perenungan Firman Tuhan terambil dari:


Matius 22:34-40


34 Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka


35 dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:


36 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"


37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.


38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.


39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.


40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."


Pembacaan ini mendeskripsikan ambisi orang Farisi yang ingin menjatuhkan Tuhan Yesus.


Bahkan, mereka tidak senang saat orang-orang Saduki yang berselisih paham, dibungkam oleh Tuhan Yesus.


Maka, mereka bertanya kepada Tuhan Yesus dengan sapaan sebagai guru.


Namun, ini bukan ungkapan rasa hormat dan tulus untuk belajar; melainkan keinginan untuk mencobai, mengalahkan, mempermalukan Yesus.


Saat Tuhan Yesus ditanya tentang hukum mana yang terpenting, Dia sama sekali tidak menyebutkan satu hukum dari hukum Musa, maupun hukum dari rangkaian hukum yang dibuat oleh orang-orang Farisi, yang berkenaan dengan tindakan sehari-hari.


Tuhan Yesus langsung mengambil sebuah konsep umum yang diketahui, dipercaya, dan disetujui semua orang.


Konsep yang pertama itu adalah untuk mengasihi Tuhan, Allah dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi kita.


Dia tidak hanya berhenti pada hukum pertama, tetapi juga mengaitkan dengan hukum selanjutnya, yang tidak kalah penting. Mirip seperti satu koin dengan dua sisi.


Hal yang terutama adalah kasih Allah tidak dapat dipisahkan dengan hukum selanjutnya, yaitu kita diminta untuk menyatakan kasih kepada sesama. Pada kedua hukum ini, bergantung semuanya.


Semua akan menjadi sia-sia jika kita melakukan banyak hukum tetapi hati kita tidak mengasihi Tuhan dengan seluruh keberadaan kita.


Sia-sia jika kita tidak mencuri, tetapi di dalam hati kita terus membenci orang yang melebihi kita.


Semua hukum Allah dan kebenaran Firman Tuhan, menjelaskan tentang bagaimana kita mengasihi Allah dengan seluruh keberadaan kita dan menyatakan itu sebagai bentuk kasih kepada sesama.


Sebagai bentuk kasih kita kepada Allah, mengasihi sesama seperti diri sendiri, berarti:


1. Melihat orang di sekitar kita berdasarkan standarnya Allah.


Melihat mereka spesial, sekalipun mereka menyebalkan, mengganggu, dan tidak sesuai dengan harapan kita.


Tuhan meminta kita untuk mengasihi mereka sesuai dengan standar Allah sehingga diharapkan kita tidak memberikan label terhadap orang-orang di sekitar kita.


2. Melihat orang di sekitar kita sebagai objek kasih dari Allah.


Jika mereka belum mengenal kasih Tuhan, kita diminta untuk memberitakan Kabar Baik (Injil) kepada orang di sekitar kita.


3. Tidak terbatas kepada orang-orang tertentu saja. Tuhan Yesus meminta kita untuk mengasihi sesama manusia.


Bukan sesama Yahudi, sesama Israel, atau sesama orang yang menyenangkan.


Namun, sesama manusia berarti orang yang mungkin adalah orang yang tidak menyenangkan bagi kita.


Ini adalah bentuk panggilan Allah untuk menyatakan kasih kita kepada Allah, terhadap sesama.


Lirik lagu KPPK yang berbunyi: “B’rikanku hati seperti hati-Mu…B’rikanku tangan seperti tangan-Mu…B’rikanku mata seperti mata-Mu.”


Lirik yang menggambarkan sebuah doa agar kita dimampukan untuk mengasihi sesama sesuai standar kasih Allah.


Sebuah karakter huruf mandarin dengan tradisional:愛(ài) memiliki huruf心 (xīn) di tengah yang menjadi pusat.


Hati ini menggambarkan hati yang mengasihi Allah, yang dapat mengubah ke atas dan ke bawah.


Mengubah ke atas dilambangkan dengan guratan bagian atas dalam huruf愛(ài), yaitu爫(zhǎo), berarti cakar atau tangan di atas, yang mungkin tadinya dipakai untuk menyakiti sesama kita, diubah untuk memuji dan memuliakan Allah.


Mengubah ke bawah dilambangkan dengan guratan bagian bawahdalam huruf愛(ài), yaitu(zhǐ) ,berarti berjalan.


Berjalan sesuai dengan ritme dan rencana Allah, supaya kita menjadi pribadi yang memberkati orang-orang sekitar kita.


Pesan Firman Tuhan bagi kita


1. Hati yang mengasihi Allah adalah hati yang menggerakkan kita untuk memuji dan memuliakan Allah, termasuk di dalam perbuatan kita sehari-hari.


2. Mari menyatakan kasih kita kepada orang-orang di sekitar kita


Doakan dan renungkan


*
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.


* Hati yang mengasihi Allah adalah hati yang menggerakkan kita untuk memuji dan memuliakan Allah dalam percakapan dan tindakan kita sehari-hari.


Help me to love You, Lord