Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Sabtu, 02 Mei 2026

Tuhan Adalah Gembalaku


Matius 21:33-46


Perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur


33 “Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.


34 Ketika hampir tiba musim petik, Ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.


35 Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu, mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.


36 Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.


37 Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.


38 Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.


39 Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.


40 Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?”


41 Kata mereka kepada-Nya: “Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya.”


42 Kata Yesus kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.


43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.


44 Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.”


45 Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya.


46 Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.


Menikmati hasil/hak kerja keras kita adalah sesuatu yang sangat wajar, bayangkan para penggarap kebun anggur ini sudah bekerja keras selama kurang lebih 4 tahun.


Waktu mereka menggarap kebun anggur, mereka tidak tahu apakah tanahnya subur atau tidak, apakah cocok dengan tanaman anggur, namun luar biasanya mereka bekerja keras dan memasuki tahun ke 5 kebun itu menghasilkan buah anggur.


Sangat wajar bila penggarap kebun anggur berkata dalam hati: enak saja, saya yang bekerja keras, tapi hamba tuan tanah yang mau mengambil hasil.


Namun, ketika para penggarap kebun ingin menikmati hasil kerja keras mereka, mereka sebenarnya tidak boleh lupa/melalaikan kewajiban mereka.


When declaring your rights, don’t forget your responsibilities.


Ketika kita menuntut hak kita, jangan melalaikan/mengabaikan kewajiban kita.


Singkatnya, pemilik kebun anggur adalah seorang pemilik yang berinvestasi dengan baik, setelah ia membeli kebun anggur itu, dia langsung memagari kebun itu dengan tujuan untuk mencegah serangan binatang buas.


Diapun membangun tempat memeras anggur, bahkan membangun menara penjaga yang memudahkan para penggarap untuk memperhatikan keadaan sekeliling anggur.


Meskipun para penggarap bekerja keras selama 4 tahun, namun seluruh kehidupan para penggarap selama mereka bekerja di kebun dan pupuk tanaman ditanggung oleh sang pemilik kebun.


Artinya sangat wajar bila sang pemilik kebun mengirimkan hamba-hambanya untuk mengumpulkan sesuatu yang memang menjadi bagiannya.


Biasanya kurang lebih 20 persen, namun berapapun persentasenya, itu pasti sudah disepakati sebelumnya.


Apakah ini sekedar masalah salah paham? Tidak. Ini berbicara tentang keserakahan penggarap anggur yang bersumber dari:


MASALAH HATI:


1. Hati yang tidak mau tahu;


2. Hati yang tidak mau peduli dengan kebenaran;


3. Hati yang akhirnya menimbulkan suatu kehidupan di dalam halusinasi.


Matius 21:38


Lihat, itu anak pemilik kebun anggur, mari kita bunuh supaya warisannya menjadi milik kita.


Mereka hanya penggarap kebun, namun mereka halu ingin memiliki semuanya, mau menjadi ahli
waris.


Kesabaran sang pemilik kebun anggur menunjuk kepada kesabaran Allah Bapa, tidak pernah menunjukkan bahwa Dia adalah Pribadi yang lemah dan tidak bisa apa-apa.


Sang pemilik kebun bisa saja langsung datang, langsung menuntut dan membinasakan para penggarap, namun itu tidak dilakukannya. Ia sabar dan bahkan rela mengirimkan anaknya.


Ini adalah sebuah gambaran tentang bagaimana Allah kita adalah Allah yang sabar menunggu sebuah pertobatan.


Ia bisa saja langsung datang, menuntut dan membinasakan kita orang-orang berdosa, namun bukankah itu tidak dilakukan-Nya?


Kesabaran yang Allah nyatakan dalam perumpamaan ini, kesabaran sang pemilik kebun anggur, seharusnya mengajak para penggarap untuk hidup dalam sebuah pertobatan.


Kesabaran Allah juga seharusnya mengajak kita sebagai pembaca meresponi dengan hidup dalam pertobatan yang dinyatakan dalam sikap hidup yang berbuah dan berubah.


Pesan Firman Tuhan:


1. Mari hidup dan meresponi kesabaran Tuhan dengan hidup dalam pertobatan.


Ada dua respon ketika seseorang dihadapkan dengan kebenaran.


Yang pertama: mengabaikan, tidak mau tahu dan membungkam kebenaran tersebut. Ini yang dilakukan oleh imam-imam kepala dan orang Farisi.


Yang kedua: sikap yang menyadari dirinya salah, mau berubah, mau melakukan kebenaran dengan cara berbuah.


2. Mari kita berespon sesuai dengan apa yang seharusnya, yaitu berubah dan berbuah.


Doakan dan renungkan


* Perumpamaan dimana pemilik kebun masih memberi kesempatan pada para penggarap kebun yang melakukan kejahatan berulang bahkan membunuh anak pemilik kebun.


* Menggambarkan kesabaran sang pemilik kebun anggur (Allah Bapa), yang seharusnya menyadarkan para penggarap kebun untuk hidup dalam pertobatan.


Sikap hidup berubah dan berbuah