Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Matius 20:29-34
Yesus menyembuhkan dua orang buta
Disepanjang pelayanan, Tuhan Yesus seringkali dikelilingi oleh orang banyak yang berbondong-bondong datang menjumpaiNya.
Ada yang datang karena ingin melihat mujizat, ada juga yang datang karena penasaran siapa si Tuhan Yesus itu, ada juga yang datang karena benar-benar membutuhkan pertolongan Tuhan Yesus.
Dalam perikop hari ini kita bertemu dengan dua orang yang sangat membutuhkan pertolongan.
Dua orang yang buta yang duduk di pinggir jalan, mereka tidak memiliki posisi penting, mereka bukan orang terpandang tetapi justru dari merekalah kita belajar tentang iman yang berseru kepada Tuhan.
Matius 20:29-34
29 Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya keluar dari Yerikho, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.
30 Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!"
31 Tetapi orang banyak itu menegor mereka supaya mereka diam. Namun mereka makin keras berseru, katanya: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!"
32 Lalu Yesus berhenti dan memanggil mereka. Ia berkata: "Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?"
33 Jawab mereka: "Tuhan, supaya mata kami dapat melihat."
34 Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu
juga mereka melihat lalu mengikuti Dia.
Jika seseorang kehilangan penglihatannya, hampir seluruh hidupnya mungkin bergantung kepada bantuan orang lain atau kepada panca indra yang lain.
Orang yang kehilangan penglihatannya, ia tidak bisa lagi melihat arah jalan, tidak bisa melihat siapa yang datang, tidak bisa menghindari bahaya yang ada disekitarnya.
Karena itu ketika dua orang buta ini mendengar bahwa Yesus sedang lewat mereka tahu bahwa ini mungkin kesempatan yang tidak datang dua kali dan mereka tidak mau melewatkannya.
Ayat 30 berkata bahwa dua orang buta ini berseru, “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami.”
Mereka memanggil Yesus dengan sebutan Anak Daud, ini adalah gelar mesianik, sebutan bagi mesias yang dijanjikan.
Artinya, walaupun mereka tidak melihat secara fisik, mereka memiliki penglihatan rohani yang tajam.
Mereka percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang sanggup menolong mereka, karena itu mereka katakan demikian.
Namun bagaimana respons dari orang banyak?
Orang banyak ternyata menegur mereka supaya diam, “ssst, berisik, diam!”, mungkin orang-orang merasa terganggu, mereka dianggap tidak penting dan tidak pantas untuk panggil-panggil Tuhan Yesus.
Tetapi Alkitab berkata mereka makin keras berseru. Ini adalah gambaran iman yang tidak mudah menyerah.
Mereka tidak membiarkan suara orang banyak itu membungkam mereka dan tidak membiarkan orang-orang di sekitar mereka menghentikan mereka.
Ayat ke-32 berkata sesuatu yang indah, “Yesus berhenti.”
Di tengah-tengah kerumunan yang besar, di tengah perjalanan menuju Yerusalem dan menuju salib Yesus berhenti untuk dua orang yang sering tidak dianggap penting oleh orang lain.
Yesus bertanya, apa yang kamu kehendaki? Pertanyaan ini sederhana tetapi penuh perhatian dan mereka menjawab supaya mata kami dapat melihat.
Di ayat ke-34 dikatakan, “tergeraklah hati Tuhan Yesus oleh belas kasihan.”
Inilah hati Tuhan Yesus, Dia bukan hanya memiliki kuasa tetapi Dia berbelas kasihan.
Yesus menjamah mata mereka seketika itu juga mereka bisa melihat dan respons mereka dikatakan, mereka mengikuti Dia.
Mujizat itu tidak hanya mengubah penglihatan mereka tetapi juga arah hidup mereka.
Dalam kisah ini kita belajar 3 hal, yaitu:
1. Datanglah kepada Yesus dengan iman.
Dua orang buta ini tidak memiliki banyak hal namun mereka memiliki satu hal yang penting, iman yang berseru kepada Yesus.
Walaupun mereka tidak bisa melihat secara fisik tetapi mereka memiliki iman siapa Yesus yang kepada-Nya mereka berseru.
Kadang kita merasa terlalu lemah, tidak layak atau terlalu kecil untuk datang kepada Tuhan.
Namun Yesus selalu mendengar seruan hati yang sungguh-sungguh. Mari datang berseru kepada-Nya dengan yakin.
2. Jangan biarkan suara lain membungkam iman kita.
Orang banyak mencoba menyuruh mereka untuk diam, diam, diam.
Di dalam hidup kita juga ada banyak suara yang mungkin mencoba melemahkan iman kita.
Mungkin ada keraguan kita, ada ketakutan kita, ada tekanan-tekanan dari orang lain, namun iman yang sejati tetap berseru kepada Tuhan. Berserulah!
3. Yesus penuh belas kasihan.
Yesus bukan hanya Tuhan yang berkuasa, Dia juga adalah Tuhan yang penuh belas kasihan.
Ia melihat penderitaan manusia. Yesus peduli, Ia bertindak dengan belas kasihan.
Percayalah Tuhan peduli kepada kita, Tuhan peduli kepada masalah kita, Tuhan berbelas kasihan kepada kita.
Karena itu berserulah!, panggilah Dia!, berdoalah kepada-Nya, berharaplah kepada-Nya.
Dua orang buta itu berseru kepada Yesus dan Yesus berhenti untuk mereka, seruan iman yang tulus tidak pernah diabaikan oleh Tuhan.
Pesan Firman Tuhan bagi kita:
1. Hari ini, apapun keadaan kita, kita dapat datang kepada Yesus dengan hati yang percaya, karena Tuhan yang sama yang mendengar seruan dua orang buta di Yerikho masih mendengar doa, seruan kita hari ini.
2. Kiranya setelah kita menerima kasih Tuhan, kita boleh semakin setia, semakin sungguh-sungguh mengikuti Dia, Tuhan kita.
Doakan dan renungkan
* Tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, Ia menjamah mata dua orang buta yang berseru-seru itu, dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia.
* Tuhan yang sama, yang mendengar seruan dua orang buta di Yerikho, masih mendengar seruan doa kita hari ini.
Tuhan masih mendengar doa kita