Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Selasa, 21 April 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Matius 19:16-26

Orang Muda Yang Kaya.


Ada banyak orang yang terlihat baik dari luar; rajin, sopan, religious, dan disiplin, namun pertanyaannya adalah “Apakah kebaikan itu cukup untuk membawa seseorang masuk ke dalam hidup yang kekal?”


Mari kita bersama-sama memperhatikan dari:


Matius 19:16-26


19:16 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"


19:17 Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."


19:18 Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,


19:19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."


19:20 Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?"


19:21 Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."


19:22 Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.


19:23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.


19:24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."


19:25 Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"


19:26 Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."


Ada orang yang rumahnya tampak begitu rapi dari luar, cat nya bagus, halamannya bersih, tetapi ketika dilakukan pemeriksaan lebih dalam ternyata ada masalah dengan pondasinya.


Pondasinya mulai retak, dari luar semuanya terlihat baik, namun di bagian dasar ada masalah yang belum dibereskan.


Demikian juga dengan kehidupan kerohanian setiap kita, seseorang bisa terlihat baik, bermoral, bahkan religious, tetapi ketika Yesus menyentuh bagian terdalam dari hatinya, barulah terlihat apa yang sebenarnya menjadi sandaran hidupnya.


Di dalam ayat 16 dicatat bahwa seorang datang kepada Yesus dan bertanya, "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"


Pertanyaan ini menunjukkan cara pikir yang umum pada manusia, “Apa yang harus saya lakukan supaya saya layak?”


Yesus menjawab dengan mengarahkan dia kepada perintah-perintah Allah, hukum Taurat, dan orang muda ini berkata, "Semua itu telah kulakukan dan kuturuti, apalagi yang kurang?"


Kalimat ini sangat menarik, secara lahiriah dia memang sudah hidup dengan baik, tetapi tetap ada kekosongan di dalam hatinya, ia tahu bahwa ada sesuatu yang masih kurang.


Lalu Yesus berkata, "Juallah segala milikmu, berikanlah itu kepada orang miskin, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku."


Yesus bukan sedang mengajar bahwa semua orang harus menjual seluruh hartanya untuk diselamatkan, Yesus sedang menyentuh pusat hatinya.


Apa yang menjadi hal terpenting di dalam hati setiap kita?


Masalah orang muda ini bukan sekedar dia punya harta, tetapi masalahnya adalah hartanya memiliki hatinya, dan ketika Yesus menyentuh titik itu, reaksinya jelas.


Ia pergi dengan sedih sebab banyak hartanya, ia ingin hidup yang kekal, tetapi ia tidak siap melepaskan apa yang lebih ia cintai daripada Tuhan.


Lalu Yesus berkata, "Sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam kerajaan surga."


Bukan karena kaya itu sesuatu yang salah, tetapi karena kekayaan bisa dengan mudah membuat seseorang merasa cukup, merasa aman, dan pada akhirnya tidak lagi merasa membutuhkan dan bergantung kepada Tuhan.


Kalau kita ingat renungan-renungan sebelumnya, Tuhan ingin setiap kita menjadi seperti seorang anak yang bergantung sepenuhnya dan bukan kepada harta, tapi kepada Tuhan.


Murid sangat gempar dan bertanya, "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" Jawab Yesus, "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."


Keselamatan tidak bisa dicapai oleh upaya dari manusia, tidak bisa dicapai oleh kekayaan, kebaikan, prestasi rohani atau usaha-usaha yang lain, keselamatan hanya mungkin karena kasih karunia dan anugerah dari Allah.


Perikop ini mengajak kita bertanya dengan jujur, “Apa yang masih kurang dalam hidup kita?”


Kadang masalahnya bukan karena kita tidak tahu firman, atau tidak aktif di dalam hal-hal rohani, tetapi masalahnya adalah ada sesuatu yang kita pegang dengan begitu erat sehingga kita sulit sungguh-sungguh mengikut Yesus.


Mungkin bukan uang, tetapi hal yang lain seperti ambisi, kenyamanan, gengsi, relasi tertentu, kebiasaan tertentu, dan status.


Yesus tahu tepat bagian mana yang paling sulit kita serahkan, dan seringkali justru disitu ujian sejati dari murid-murid Kristus.


Perikop ini juga menegur setiap kita supaya jangan menggantungkan keselamatan kepada moralitas atau prestasi rohani.


Mari kita ingat, kita diselamatkan bukan karena kita cukup baik atau karena kita layak, tetapi karena Allah yang penuh kasih karunia sanggup melakukan hal yang tidak mungkin bagi manusia. Allah yang memberikan keselamatan itu kepada setiap kita.


Orang muda itu datang kepada Yesus dengan pertanyaan besar, tetapi ia pulang dengan sedih karena dia tidak rela menyerahkan yang paling menguasai hatinya, kiranya itu tidak terjadi kepada setiap kita.


1. Mengikut Yesus bukan soal menambahkan Tuhan di dalam hidup setiap kita, tetapi menjadikan Dia yang terutama di atas segalanya.


2. Mari kita datang kepada Tuhan dengan hati yang jujur dan jika masih ada sesuatu yang mungkin kita pegang erat, mari kita melepaskannya.


Mintalah Tuhan menolong kita untuk melepaskannya karena hidup yang sejati ditemukan bukan saat kita memegang dunia, tetapi saat kita sungguh-sungguh mengikut Kristus Tuhan Yesus.


Doakan dan renungkan


*Masalah orang muda ini adalah: hatinya telah dikuasai oleh hartanya, dan ketika Yesus menyentuh titik tersebut, reaksinya jelas.


* Ia pergi dengan sedih sebab banyak hartanya. Ia ingin hidup yang kekal, tetapi ia tidak siap melepaskan apa yang lebih ia cintai daripada Tuhan.


Apa yang paling ku cintai?