Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Senin, 20 April 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Matius 19:13-15


Yesus memberkati anak-anak


Dalam pelayanan Tuhan, banyak orang yang datang kepada-Nya. Orang sakit, orang berdosa, orang yang mencari pengharapan.


Namun dalam bacaan ini, yang mendatangi Tuhan adalah anak-anak kecil. Banyak orang membawa anak-anak kepada Tuhan agar mereka bisa melihat dan berharap dapat didoakan oleh Tuhan.


Tetapi reaksi dari para murid itu mengejutkan.


Matius 19:13-15


13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.


14 Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga."


15 Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.


Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang dinilai penting berdasarkan: usia, pendidikan, jabatan, pengaruh, atau kekayaan. Orang yang dianggap penting biasanya mendapatkan perhatian lebih.


Namun dalam Kerajaan Allah, ukuran tersebut sering kali dibalik. Tuhan justru memberi perhatian khusus pada mereka yang kecil, sederhana, tidak penting, dan tidak diperhitungkan.


Perhatian Tuhan pada anak-anak terlihat pada bagian ini.


Pada ayat 13 dikatakan, “Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka...”


Tindakan ini menunjukkan Tuhan ingin memberikan berkat. Dalam budaya Yahudi, orang tua sering meminta kepada seorang Rabi atau Guru untuk memberkati anak-anak mereka.


Tetapi murid-murid menghalangi mereka. Bagi murid-murid, waktu Tuhan terlalu berharga untuk hal tersebut.


Mereka merasa anak-anak bisa mengganggu fokus dan pengajaran yang sedang Tuhan berikan.


Namun respons yang Tuhan berikan di ayat 14 adalah, "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku..."


Tuhan tidak hanya menerima kedatangan anak-anak, tetapi Ia pun menegur sikap yang menghalangi orang untuk datang kepada-Nya.


Kutipan tambahan yang disampaikan Tuhan, “…sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”


Ini tidak berarti bahwa Kerajaan Allah hanya untuk anak-anak, melainkan Tuhan sedang berbicara tentang sikap hati seorang anak kecil.


Sikap yang dimiliki anak-anak adalah datang dengan sederhana dan apa adanya. Mereka sangat bergantung kepada orang dewasa.


Mereka bisa percaya tanpa banyak perhitungan, pemikiran, perdebatan, atau hal-hal yang membuat mereka ragu.


Mereka tidak membawa status, prestasi, melainkan datang dengan apa adanya. Sering kali orang dewasa bahkan lebih sulit datang kepada Tuhan.


Kita membawa terlalu banyak kesombongan, keraguan, pertanyaan, kontrol diri, dan perhitungan. Sedangkan, anak kecil datang dengan hati yang sederhana dan percaya.


Hal ini yang sering ditemukan saat mengajar anak kecil, bahwa mereka datang dengan polos dan percaya dengan yakin. Tuhan berkata bahwa sikap itulah yang cocok dengan Kerajaan Allah.


Penutup bagian ini yang tercatat di ayat 15 merupakan tindakan yang sangat indah, “Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka...”


Tuhan tidak hanya berbicara tentang anak-anak, tetapi Ia benar-benar memberkati mereka. Ini menunjukkan betapa berharganya setiap jiwa di mata Tuhan.


Hal yang dapat kita pelajari melalui bacaan ini:


1. Jangan menjadi penghalang bagi orang yang ingin datang kepada Tuhan Yesus.


Tanpa sadar kita bisa menjadi batu sandungan bagi orang lain melalui: sikap yang menghakimi, kata-kata yang menyakitkan, dan kehidupan yang tidak mencerminkan Kristus.


Tuhan sudah dengan jelas mengatakan untuk jangan menghalangi orang untuk datang kepada-Nya.


Sebaliknya, kita dipanggil untuk menolong orang menemukan jalan kepada Kristus.


Apakah selama ini kita menghalangi orang untuk datang kepada Tuhan atau kita mengajak mereka untuk datang kepada-Nya?


2. Datanglah kepada Tuhan dengan hati yang sederhana.


Kerajaan Allah tidak dimasuki melalui status, gelar, prestasi rohani, harta, maupun kedudukan yang kita miliki.


Melainkan oleh orang yang datang dengan hati yang sederhana dan mau percaya dengan sungguh-sungguh. Seperti seorang anak yang datang kepada ayahnya.


3. Setiap orang berharga di mata Tuhan.


Di dalam dunia mungkin ada orang yang dianggap kecil atau tidak penting, namun di hadapan Tuhan semua jiwa sama berharganya, tanpa ada kriteria yang menentukan.


Karena itu saat Tuhan mengizinkan anak-anak untuk datang kepada-Nya, ini bukan merupakan undangan bagi anak-anak saja, tetapi bagi setiap kita.


Kerajaan Allah terbuka bagi mereka yang datang dengan hati yang sederhana dan percaya dengan sungguh-sungguh kepada-Nya.


Pesan Firman Tuhan bagi kita:


1. Hari ini mari kita datang kepada Tuhan Yesus seperti seorang anak kecil, dengan hati yang rendah, percaya, dan terbuka.


2. Kiranya melalui hidup setiap kita, semakin banyak orang yang dapat menemukan jalan untuk datang kepada Tuhan Yesus.


Doakan dan renungkan


*
Kata Yesus, “…Janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku..”


* Tanpa sadar kita bisa menjadi halangan bagi orang lain datang kepada Kristus melalui: sikap yang menghakimi, kata-kata yang menyakitkan, dan kehidupan yang tidak mencerminkan Kristus.


Tak mau jadi penghalang