Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Rabu, 15 April 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Matius 18: 6-11

Siapa yang menyesatkan orang


Kita mungkin berpikir bahwa iman adalah sesuatu yang sangat pribadi. Namun, dalam Alkitab menunjukkan bahwa iman kita mempengaruhi orang lain.


Cara kita hidup, berbicara, dan sikap kita terhadap yang kecil; bisa menjadi batu loncatan yang menolong orang untuk dekat dengan Tuhan atau menjadi batu sandungan yang membuat orang jauh dari Tuhan.


Matius 18: 6-11


6 "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.


7 Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.


8 Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal.


9 Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua.


10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.


11 (Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang.)"


Bayangkan ada seorang anak kecil yang sedang belajar berjalan di jalan yang sempit. Ia melihat seorang dewasa berjalan di depannya dan mencoba untuk mengikuti langkahnya.


Jika orang dewasa itu berjalan dengan hati-hati, anak itu akan mengikuti dengan aman. Namun, jika orang dewasa itu berjalan sembarangan, anak itu dapat tersandung dan jatuh.


Demikian juga dengan kehidupan rohani kita. Seringkali ada orang yang melihat kehidupan kita, tanpa sadar ia belajar dari kehidupan kita.


Kehidupan kita bisa menjadi contoh yang menolong atau menjadi batu sandungan.


Istilah “anak-anak kecil” pada ayat 6, bukan berarti anak secara fisik, melainkan berarti orang-orang sederhana dalam iman, lemah, dan baru bertumbuh imannya.


Dijelaskan bahwa lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya dan ditenggelamkan ke dalam laut. Hal ini merupakan gambaran hukuman yang sangat berat.


Mengapa Yesus berkata sekeras itu? Karena menyesatkan orang di dalam iman merupakan hal yang serius di mata Tuhan.


Celakalah dunia dengan penyesatannya, tetapi ditekankan juga bahwa celakalah orang yang mengadakannya. Artinya, kita bertanggung jawab atas pengaruh yang diberikan kepada orang lain.


Kemudian, Yesus memberikan gambaran mengenai tangan atau kaki yang menyesatkan, perlu dipenggal dan dibuang. Ini adalah gambaran yang sangat serius bahwa kita harus melawan dosa.


Jika ada sesuatu yang terus membawa kita kepada dosa dalam hidup kita, kita perlu memotong bagian itu dari hidup kita.


Janganlah dosa itu dibiarkan. Dosa kecil yang dibiarkan, akan membawa kerusakkan yang sangat besar.


Yesus menutup dengan pengingat yang sangat indah agar jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini karena ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa.


Ini menunjukkan bahwa orang-orang kecil dan sederhana dalam iman, sangat berharga di mata Tuhan.


Ayat terakhir memiliki makna bahwa Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan orang yang lemah, tersesat, dan membutuhkan pertolongan.


Kita dipanggil bukan untuk menjauhi mereka, melainkan untuk menolong mereka agar tetap berjalan di dalam iman.


Jangan sampai kita menjadi batu sandungan yang memberikan pengaruh buruk kepada orang lain.


Pertanyaan yang penting adalah bukan “Apakah saya percaya kepada Tuhan Yesus?” tetapi,“Apakah hidup saya menolong orang lain untuk semakin dekat kepada Tuhan?”


Misalnya: cara kita berbicara; cara kita memperlakukan orang lain; cara kita hidup di rumah, tempat bekerja, gereja, di pelayanan atau di tempat lain.


Semua itu bisa menjadi kesaksian yang membawa orang kepada Kristus. Yesus mengingatkan kita agar serius terhadap dosa.


Dosa “kecil” yang dipelihara, dapat menjadi pintu yang besar bagi kerusakkan kerohanian kita.


Pesan Firman Tuhan bagi kita

1. Tuhan memanggil kita untuk berani berkata “tidak” kepada hal yang menyesatkan hidup kita.


Yesus sangat mengasihi orang yang kecil dan lemah dalam iman. Ia tidak ingin mereka tersandung.


2. Kita dipanggil untuk hidup dengan hati yang peka supaya kehidupan kita bisa menjadi berkat, bukan menjadi batu sandungan bagi yang lain.


Iman yang sejati bukan hanya menjaga diri sendiri, melainkan juga menjaga orang lain tidak tersandung.


Kiranya Tuhan menolong kita supaya kita hidup dekat dengan Kristus. Menjaga hati yang bersih sehingga melalui kita, orang lain dapat melihat dan merasakan kasih Kristus.

Doakan dan renungkan


* Celakalah dunia dengan penyesatannya, dan celakalah orang yang mengadakannya. Artinya, kita bertanggung jawab atas pengaruh yang diberikan kepada orang lain.


* Iman yang sejati bukan hanya menjaga diri sendiri, melainkan juga menjaga orang lain agar tidak tersandung.


Peran dan pengaruh hidupku