Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Matius 18:1-5
Siapa Yang Terbesar Dalam Kerajaan Sorga.
Hampir semua orang ingin menjadi besar, terkenal, besar dalam pengaruh, besar dalam keberhasilan, besar dalam penghormatan, dan yang lainnya, dan ternyata para murid Tuhan Yesus pun memikirkan hal yang sama.
Mari kita memperhatikan:
Matius 18:1-5
18:1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"
18:2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
18:3 lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
18:5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."
Murid-murid datang kepada Yesus dengan pertanyaan, "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"
Pertanyaan ini menunjukkan bahwa mereka masih memikirkan kerajaan Allah dengan ukuran manusia.
Jawaban Yesus sangat mengejutkan, Ia tidak memanggil seorang pemimpin besar, Ia tidak menunjuk orang yang paling pintar, Ia justru memanggil seorang anak kecil.
Bayangkan di dalam sebuah acara penghargaan yang besar semua orang datang dengan pakaian terbaik, mereka berharap dipanggil ke depan, diperhatikan, dan dipuji.
Lalu di tengah suasana itu, pembicara utama justru memanggil seorang anak kecil ke panggung dan berkata, "Kalau kalian mau mengerti siapa yang terbesar, lihatlah anak ini."
Orang-orang pasti bingung karena di mata dunia anak kecil biasanya tidak dianggap, tidak tahu apa-apa dan tidak bisa apa-apa.
Anak kecil ini tidak punya jabatan, tidak punya prestasi, tidak punya kuasa, namun justru itulah pelajaran yang Yesus ingin tanamkan.
Di dalam ayat pertama dimulai dengan pertanyaan, “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?”
Pertanyaan ini penting karena memperlihatkan isi hati mereka. Mereka mengikut Yesus tetapi masih ada ambisi di dalam hati mereka.
Lalu Yesus memanggil seorang anak kecil menempatkannya di tengah-tengah mereka. Mari kita memperhatikan Yesus tidak hanya menjawab dengan kata-kata, tetapi dengan gambaran hidup.
Ia berkata, "Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk dalam Kerajaan Sorga."
Kata bertobat artinya untuk masuk dalam kerajaan Allah yang dibutuhkan bukan sekedar pengetahuan agama, tetapi perubahan arah hati dan bertobat.
Mereka harus berbalik dari cara berpikir mereka dan cara berpikir seperti dunia ini kepada cara berpikir Allah.
Jadi seperti anak kecil ini bukan berarti kita jadi seperti anak-anak, dan memiliki sifat kekanak-kanakan.
Yesus tidak sedang memuji ketidakdewasaan, tetapi di sini Tuhan Yesus ingin menyampaikan bahwa sikap anak kecil pada zaman itu rendah hati.
Anak kecil itu sangat bergantung, mereka tidak bisa sendiri, perlu bergantung, mereka merasa tidak punya status, tidak sibuk membanggakan diri, dan meninggikan diri mereka, itulah anak kecil.
Yesus menegaskan, "Barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga."
Di dunia ini, “besar” berarti naik, tetapi dalam kerajaan Allah “besar” berarti turun dan merendah.
Di dunia “besar” berarti dilayani, dalam kerajaan Allah “besar” berarti siap untuk melayani.
Di dunia ini “besar” itu harus menonjol, tetapi dalam kerajaan Allah “besar” itu berarti tunduk kepada Tuhan.
Di dalam ayat kelima menambahkan sesuatu lagi, “Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”
Itu artinya cara kita memperlakukan orang yang kecil, lemah, dan mungkin sering diabaikan menunjukkan bagaimana kita memperlakukan Kristus sendiri, bagaimana kita menyambut Kristus?
Kerajaan Allah selalu memberi nilai pada orang yang sering tidak dianggap penting oleh dunia ini.
Perikop ini relevan untuk setiap kita pada hari ini, ketika dunia terus mendorong kita untuk “Ayo terlihat hebat, kamu harus diakui, dan kamu harus dipuji.”
Dunia membanding-bandingkan dan dunia mengatakan kita harus merasa lebih daripada orang lain, bahkan di dalam pelayanan sekalipun kadang kita bisa terjebak dalam keinginan untuk dianggap penting.
Yesus berkata, "Kalau ingin besar dalam Kerajaan Allah, belajarlah seperti seorang anak kecil yang hidupnya bergantung, rendah hati, dan tidak membanggakan diri.”
Kerendahan hati bukan berarti merasa tidak berharga, kerendahan hati itu sadar bahwa semua yang kita miliki berasal dari Tuhan.
Kerendahan hati juga terlihat dari cara kita memperlakukan orang lain, apakah kita menghargai semua orang?
Apakah kita ramah kepada orang-orang yang sederhana? Apakah kita hanya menghormati orang-orang yang punya posisi?
Yesus berkata, "Ketika kita menyambut seorang anak seperti ini, kita sedang menyambut Yesus sendiri."
Jadi ukuran kebesaran rohani bukan seberapa banyak orang yang mengenal kita, tetapi seberapa dalam kita menyerupai hati Kristus.
Saudara, Yesus membalik ukuran dunia, yang terbesar dalam kerajaan Allah bukanlah yang paling tinggi meninggikan dirinya, melainkan yang paling rela merendahkan diri di hadapan Tuhan.
Di dunia orang besar ingin dilihat, di kerajaan Allah orang besar belajar merendah.
1. Hari ini mari kita meminta Tuhan untuk membentuk hati kita agar tidak mengejar kebesaran menurut dunia, tetapi yang lahir dari kerendahan hati.
2. Karena hanya hati yang rendah yang benar-benar siap untuk dipakai Tuhan.
Doakan dan renungkan
*Barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
*Yesus membalik ukuran dunia, yang terbesar dalam kerajaan Allah bukanlah yang paling tinggi meninggikan diri, melainkan yang paling rela merendahkan diri di hadapan Tuhan.
Belajar dari anak kecil