Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Sabtu, 11 April 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Matius 17:14-21

Yesus menyembuhkan seorang anak muda yang sakit ayan


Ada saat kita merasa Tuhan itu nyata dalam hidup kita, namun ada saat masalah yang berat dan sulit untuk diatasi.


Matius 17:14-21

Yesus menyembuhkan seorang anak muda yang sakit ayan


14 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah,


15 katanya: “Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.


16 Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.”


17 Maka kata Yesus: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!”


18 Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga.


19 Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?”


20 Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.


21 Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.”


Setelah peristiwa kemuliaan di atas gunung, Yesus dan murid-murid-Nya turun kembali ke tengah orang banyak dan mereka langsung berhadapan dengan penderitaan seorang anak dan kegagalan dari para murid.


Bayangkan seorang dokter muda yang sudah belajar banyak teori dan bahkan pernah melihat dokter senior melakukan operasi yang berhasil.


Suatu hari, ia harus menghadapi pasiennya sendiri. Ia mencoba melakukan apa yang pernah ia lihat dan pelajari, namun ternyata ia gagal.


Ia tahu teori dan pernah melihat prakteknya, namun pada saat harus melakukannya sendiri, terasa kurang sesuatu.


Seringkali iman kita juga seperti itu, kita pernah melihat Tuhan bekerja, mendengar kesaksian, tetapi ketika kita menghadapi masalah sendiri, iman kita terasa goyah.


Peristiwa ini dimulai ketika seorang ayah datang kepada Yesus, ia menyembah dan berkata: “Tuhan, kasihanilah anakku.”


Anaknya menderita sakit yang berat, sering jatuh ke api dan air, suatu gambaran penderitaan yang sangat nyata bagi keluarga ini.


Ayah itu sudah membawa anaknya kepada murid-murid Tuhan Yesus, namun mereka tidak dapat menyembuhkannya.


Ini cukup mengejutkan karena sebelumnya Yesus pernah memberi kuasa untuk mengusir setan dan menyembuhkan orang sakit, tapi kali ini mereka gagal.


Matius 17:17

Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat


Ini bukan sekedar teguran kepada murid-murid-Nya, tetapi kepada generasi yang sulit percaya kepada Allah, lalu kemudian Yesus menyembuhkan anak itu dengan satu teguran saja, setan itu keluar dan anak itu sembuh seketika.


Setelah itu para murid datang secara pribadi kepada Yesus dan bertanya:


Matius 17:19

Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?


Jawab Yesus sederhana tapi dalam: “ Karena kamu kurang percaya.” Yesus tidak berkata bahwa mereka kurang teknik, kurang pengalaman atau metode, masalahnya adalah iman.


Namun Yesus menambahkan sesuatu yang menarik: “Sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja.” Biji sesawi adalah salah satu biji paling kecil yang dikenal pada waktu itu.


Yesus tidak berkata kalau kita harus memiliki iman sebesar gunung, tetapi iman sekecil biji sesawi pun cukup, jika iman itu sungguh tertuju kepada Tuhan.


Masalahnya sering bukan ukuran iman kita, tetapi kepada siapa iman itu kita arahkan. Atas dasar siapa iman kita berdiri.


Seringkali kita merasa iman kita kecil, tidak cukup kuat, doa kita tidak sehebat orang lain, tidak seperti tokoh-tokoh iman dalam Alkitab. Namun Yesus berkata iman sekecil biji sesawi pun bisa Tuhan pakai.


Yang penting bukan besar/kecilnya iman, tetapi ketulusan dan kepercayaan kita kepada Tuhan Yesus.


Iman yang kecil, tetapi sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus jauh lebih kuat daripada iman yang kelihatan besar tapi kosong.


Mungkin hari ini kita menghadapi gunung dalam hidup kita; masalah keluarga, tekanan pekerjaan, pergumulan kesehatan, iman.


Yesus berkata bahwa jika iman kita tertuju kepada Yesus, bahkan gunung pun bisa dipindahkan.


Bukan kita hebat, tetapi karena Tuhan yang kita percayai adalah Tuhan, Allah yang maha kuasa.


Pesan Firman Tuhan:


1. Yesus meminta kita untuk percaya kepada-Nya, iman yang kecil di tangan Tuhan yang besar dapat menghasilkan perkara yang besar.


Hari ini jangan menunggu sampai iman kita terasa besar.


2. Datanglah kepada Tuhan dengan iman yang sederhana dan percayalah bahwa Tuhan sanggup bekerja melampaui apa yang kita bayangkan.


Doakan dan renungkan


*Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja…


* Tuhan Yesus meminta kita untuk percaya kepada-Nya, iman yang kecil di tangan Tuhan dapat menghasilkan perkara yang besar.


Iman biji sesawi