Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Kamis, 09 April 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Matius 16:21-28

Pemberitahuan Pertama tentang Penderitaan Yesus


Setelah Petrus mengaku, bahwa Yesus adalah Mesias, di saat itu para murid berpikir, bahwa sekarang mereka akan melihat kemenangan besar, kemuliaan dan kejayaan.


Tetapi, justru pada titik itu, Yesus mulai membuka satu kebenaran yang sulit untuk diterima. Jalan Mesias adalah jalan penderitaan. Dan bukan hanya itu, jalan murid-Nya pun adalah jalan yang sama.


Mengikut Yesus bukan sekedar menerima berkat-Nya. Mengikut Yesus berarti berjalan bersama-Nya, bahkan ketika jalan itu mengarah kepada salib.


Mari, kita bersama-sama membaca ayat di bawah ini:


Matius 16:21-28 Pemberitahuan Pertama tentang Penderitaan Yesus


21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.


22 Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."


23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."


24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.


25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.


26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?


27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.


28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya."


Seseorang mungkin mendaftar menjadi prajurit karena ia membayangkan seragam yang keren, gagah, ada kehormatan, dan kebanggaan.


Tetapi ketika latihan dimulai, ia baru sadar, bahwa menjadi prajurit berarti harus berlatih dengan sangat keras, harus disiplin, ada pengorbanan, bahkan risikonya adalah nyawa.


Orang ini menyukai kemuliaan, tetapi tidak siap dengan prosesnya. Begitu pula banyak orang ingin mengikut Yesus karena damai, pertolongan, dan berkat-berkat yang diberikan.


Namun, ketika Yesus berbicara tentang penyangkalan diri dan memikul salib, barulah terlihat siapa yang sungguh-sungguh mau ikut.


Di dalam ayat 21, dikatakan: Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan… lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.


Kata yang penting di sini adalah “harus.” Yesus tidak berkata bahwa penderitaan itu mungkin saja terjadi, tidak. Tetapi, Dia mengatakan, harus terjadi.


Kenapa? Karena salib bukanlah sebuah kecelakaan, tetapi bagian dari rencana penebusan Allah.


Tetapi, Petrus tidak bisa menerimanya. Ia menarik Yesus ke samping dan mengatakan: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."


Sekilas ucapan Petrus terdengar penuh kasih dan baik. Ia tidak ingin gurunya menderita.


Namun, Yesus menjawab dengan sangat keras: "Enyahlah Iblis. … engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."


Kenapa begitu keras? Karena yang diucapkan Petrus sebenarnya adalah godaan untuk menghindari salib. Dan jalan tanpa salib bukanlah jalan Allah.


Setelah itu, Yesus berkata kepada semua murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”


Perhatikan! Tuhan Yesus tidak berkata, “… jika mau, silakan.” Tidak.


Tetapi, Dia berkata, “… harus…” Harus.


Ada tiga hal yang Yesus sebutkan, yaitu:


1.Menyangkal Diri


Bukan berarti membenci diri atau tidak mengakui diri. Tetapi, menolak menjadikan diri sebagai pusat hidup.


Artinya kita tidak lagi berkata: keinginanku lah yang utama, maukulah yang paling penting. Bukan.


Tetapi, kehendak Tuhan, mau Tuhanlah yang terutama.


2.Memikul Salib


Pada zaman Tuhan Yesus, salib bukanlah simbol gereja atau sebuah hiasan. Salib adalah lambang penghinaan, penderitaan, dan kematian.


Jadi memikul salib berarti siap menanggung harga dari ketaatan kepada Kristus, siap untuk menderita, dan mengalami kesulitan karena mengikut Yesus.


3.Mengikut Aku


Kekristenan bukan hanya tentang meninggalkan sesuatu. Kekristenan adalah tentang mengikut pribadi, yaitu Tuhan Yesus.


Yesus lalu berkata sesuatu yang paradoks: “..barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.”


Ini berarti, jika seseorang hidup hanya untuk mempertahankan kenyamanan, keamanan, dan keinginan sendiri, ia justru akan kehilangan hidup yang sejati.


Tetapi, orang yang mau menyerahkan hidupnya karena Yesus, maka ia akan menemukan hidup yang sesungguhnya di dalam Yesus.


Pesan Yesus ini sangat menantang di zaman kita sekarang.


Kita hidup dalam budaya yang mengatakan utamakan dirimu; yang penting dirimu; ikuti apa kata hatimu;


Carilah yang nyaman; hindarilah penderitaan; tidak ada yang peduli dengan dirimu; hanya kamu yang peduli kepada dirimu.


Namun, Yesus berkata sangkallah dirimu; pikullah salib; ikutlah Aku. Ini bukan panggilan yang mudah. Tetapi, inilah jalan dari murid Tuhan Yesus yang sejati.


Mungkin salib itu berarti tetap jujur, meskipun kita rugi. Tetap mengampuni meskipun kita disakiti.


Tetap setia melayani meskipun kita merasa lelah. Tetap hidup kudus meskipun dunia menertawakan kita.


Pertanyaannya bukanlah, apakah jalan ini nyaman? Tetapi pertanyaannya, apakah ini jalan yang Yesus inginkan untuk aku lalui?


Tuhan Yesus bertanya, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?”


Apa artinya sukses besar? Apa artinya memiliki harta yang banyak? Apa artinya memiliki nama yang terkenal?


Jika pada akhirnya, kita akan kehilangan hidup yang kekal itu. Pada akhirnya, kita akan mengalami kematian kekal.


Yesus mengingatkan kita, bahwa nilai hidup tidak diukur dari apa yang kita kumpulkan, tetapi dari siapa yang kita ikuti.


Pesan firman Tuhan bagi kita:


1. Mengikut Yesus memang bukan jalan yang mudah, tetapi itu adalah jalan yang benar, dan pada ujung jalan itu, ada kehidupan yang sejati.


Jalan salib memang sempit, tetapi justru di situlah hidup yang sesungguhnya akan ditemui.


Hari ini, mari, kita bertanya kepada diri kita sendiri, apakah aku sudah sungguh-sungguh mengikut Yesus, menyangkal diri, memikul salib, atau tiap kita hanya menyukai hal-hal yang baik tentang Yesus?


2. Kiranya Tuhan boleh memberikan kita keberanian untuk menyangkal diri, memikul salib, dan tetap setia mengikut Dia.


Doakan dan renungkan


* Yesus berkata: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”


* Kita hidup dalam budaya mengutamakan diri, kenyamanan dan menghindari penderitaan. Jalan salib memang tidak mudah, tetapi pada ujung jalan itu, ada kehidupan yang sejati.


Dimampukan memikul salib