Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Minggu, 05 April 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Yohanes 20:19

Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya


Kita bersyukur hari ini kita boleh merayakan hari Paskah.


Di dalam perenungan kita beberapa hari ini kita telah melihat kasih yang bergumul, kasih yang disalahmengerti, kasih yang menderita dan kasih yang menang.


Hari ini, pertanyaannya bukan lagi apa yang Yesus lakukan, tetapi apa yang kasih itu lakukan di dalam hidup setiap kita.


Karena kasih yang pergi all the way sampai salib dan kubur kosong tidak pernah dimaksudkan untuk berhenti sebagai sebuah cerita.


Kasih itu dimaksudkan untuk mengubah hidup setiap kita.


Yohanes 20:19


19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”


Bayangkan, ada seorang yang terjebak di dalam rumah yang saat itu sedang terbakar, api sudah mengepung dan tidak ada jalan keluar yang bisa dilalui oleh orang tersebut.


Kemudian seorang petugas pemadam kebakaran tiba-tiba dengan berani menerobos masuk, mengangkat orang itu keluar dan menyelamatkan dengan resiko nyawanya sendiri.


Orang yang diselamatkan itu tidak mungkin hanya berkata, “Oh, terima kasih ya”, lalu kembali hidup dengan seenaknya atau sembarangan.


Kalau kita di posisi orang yang di tolong itu, kita akan melihat ini sebagai kesempatan hidup yang kedua dan kita mungkin akan hidup dengan cara yang berbeda.


Orang itu mungkin akan menghargai hidupnya dengan cara yang baru, kenapa?, karena ia tahu hidupnya adalah hadiah yang kedua.


Begitulah Paskah.


Yohanes mencatat sesuatu yang sangat wajar, dimana murid-murid berkumpul dengan pintu-pintu yang terkunci, kenapa? karena mereka takut.


Ini sesuatu yang menarik, Yesus sudah bangkit, kubur sudah kosong, tetapi ternyata murid-murid-Nya itu masih takut.


Mereka mengunci dirinya di dalam rumah, masih hidup dalam kecemasan.


Dan apa yang Tuhan Yesus lakukan? Tuhan Yesus tidak mengetuk dengan kemarahan, Dia tidak berkata, “Dimana imanmu!”


Tetapi Tuhan Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah mereka dan kalimat pertama dari Tuhan Yesus adalah, “Damai sejahtera bagi kamu”.


Itulah kasih yang tuntas, kasih yang tidak hanya mati dan bangkit tetapi datang kepada murid-murid-Nya yang gagal.


Mereka lari saat Tuhan Yesus ditangkap, Petrus menyangkal Tuhan Yesus, yang lain bersembunyi, tetapi Tuhan Yesus tidak datang membawa tuduhan, Tuhan Yesus datang membawa damai.


Kebangkitan bukan hanya kemenangan atas maut, kebangkitan adalah pemulihan relasi.


“Kasih yang tuntas tidak berhenti pada pengampunan, tetapi memulihkan dan mengutus”.


Ayat-ayat setelahnya menunjukkan bahwa Tuhan Yesus mengutus mereka kembali, orang-orang yang ketakutan itu menjadi pemberita injil yang berani.


Apa yang mengubah mereka, mereka berjumpa dengan Kristus yang bangkit.


Mungkin hari ini kita lebih mirip dengan murid-murid Tuhan Yesus dari pada yang kita akui.


Kita percaya Tuhan Yesus bangkit, tetapi hati kita mungkin masih di kunci oleh ketakutan.


Kita tahu Salib itu adalah kasih tetapi kita masih hidup di dalam rasa bersalah.


Kita dengar tentang pengampunan tetapi kita belum benar-benar berdamai dengan diri kita sendiri.


Yesus yang bangkit saat ini masih berkata kepada setiap kita, “Damai sejahtera bagi kamu”.


“Damai itu bukan sekedar perasaan tenang, damai itu adalah kepastian bahwa dosamu sudah diampuni, maut sudah dikalahkan dan masa depanmu ada di dalam tangan Tuhan”.


Kasih yang pergi all the way itu sekarang memanggil setiap kita untuk hidup di dalam pertobatan yang sungguh, untuk hidup di dalam pengharapan yang baru, untuk hidup sebagai saksi kasih itu.


Kasih sebesar itu tidak hanya untuk dikagumi tetapi kasih yang besar itu harus diresponi.


Yohanes 13:1


13 Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu bahwa saat-ya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.


Yohanes 13:1 berkata Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahan, sampai Getsemani, sampai di pengadilan, sampai di salib, sampai di kubur, bahkan sampai kebangkitan dan bahkan sampai hari ini.


“Kasih yang tuntas tidak hanya menyelamatkan kita tetapi kasih itu mengubahkan setiap kita”.


Pesan Firman Tuhan Bagi kita:

1. Apakah kita akan tetap hidup dengan pintu yang terkunci ataukah kita akan membuka hati kita dan berjalan dalam damai yang Tuhan Yesus sudah berikan?

2. Karena Yesus sudah pergi all the way, sekarang giliran kita untuk hidup sepenuhnya bagi Dia yang sudah mati dan bangkit untuk setiap kita.


Doakan dan renungkan


* Kasih yang membawa Yesus ke kayu salib bahkan sampai kebangkitanNya, tidak pernah dimaksudkan berhenti sebagai sebuah cerita untuk dikagumi.


* Tapi kasih sebesar itu memanggil setiap kita untuk hidup dalam pertobatan yang sungguh, dalam pengharapan yang baru, sebagai saksi yang mengalami kasih itu.


Kasih sebesar itu memanggil kita