Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Matius 13:1-23
Perumpamaan Tentang Seorang Penabur
Suatu hari ada seorang jemaat yang bertanya kepada saya, "Kenapa ada orang Kristen yang lama di gereja tapi karakternya tidak berubah dan hidupnya tidak bertumbuh?"
Seringkali kita juga berpikir demikian, “Kenapa iman saya tidak bertumbuh?” Atau “Kenapa firman Tuhan yang saya dengar tiap minggu tidak mengubahkan hidup saya?”
Dan mungkin “Kenapa kita jatuh bangun bergumul di dalam dosa yang sama?” Ini bicara tentang kondisi hati kita.
Firman Tuhan tidak pernah menjadi sesuatu yang sia-sia.
Masalahnya bukan pada benih firman Tuhan yang ditabur dalam hati kita, tapi mungkin pada kondisi hati kita yang digambarkan seperti tanah dalam perumpamaan penabur dalam Injil:
Matius 13:1-23
1 Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau.
2 Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.
3 Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: "Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
4 Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.
8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.
9 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"
10 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?"
11 Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.
12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.
14 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.
15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.
16 Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.
17 Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.
18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu.
19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.
20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.
21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad.
22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."
Tuhan Yesus menjelaskan lewat suatu perumpamaan, ada benih yang sama ditabur oleh penabur yang sama dengan pesan yang sama tapi kita melihat hasil yang berbeda, karena kondisi tanah yang digambarkan tentang hati manusia itu menentukan pertumbuhan rohani seseorang.
Mari kita cek dan recek hari ini jenis tanah apakah kondisi hati kita?
Jenis pertama adalah jenis tanah yang ada di pinggir jalan menggambarkan hati yang tertutup.
Ada benih yang jatuh di jalan dan burung datang memakannya, inilah hati yang keras.
Sekalipun mendengar firman tetapi sebenarnya tidak benar-benar menerima karena mungkin banyak kesibukan, kondisi hati yang tidak siap dan terlalu biasa mendengar firman Tuhan.
Kita bisa duduk di dalam gereja sekian lama, tetapi sebenarnya kita tidak pernah diubahkan secara rohani, kita mendengar tetapi tidak berbuah, itu yang pertama.
Jenis kedua adalah jenis tanah yang berbatu menggambarkan hati yang dangkal.
Ketika benih itu tumbuh cepat tetapi tidak sempat berakar karena ketika panas datang membuatnya layu, adalah iman yang terlihat emosional.
Semangat berkobar-kobar waktu mengikuti kegiatan seperti retreat, terharu waktu melakukan penyembahan tapi ketika masalah datang ada banyak tekanan datang iman itu seperti hilang.
Akar menentukan sebuah kedalaman dan daya tahan tanpa kedalaman tidak ada sebuah ketahanan untuk berbuah.
Jenis ketiga adalah jenis tanah yang bersemak menggambarkan hati yang terbagi.
Ketika benih itu tumbuh, semak duri menghimpitnya. Duri itu menggambarkan kekhawatiran akan dunia dan juga tipu daya dari kekayaan.
Ini mungkin bukan hati yang menolak Tuhan, tapi hati yang terlalu penuh dan kalah karena banyak hal yang mengalihkan perhatian kita.
Kita terlalu banyak berpikir dan khawatir, memikirkan dan mencari pengakuan, tetapi akhirnya tidak pernah berbuah.
Jenis keempat yang terbaik yaitu adalah hati yang terbuka untuk taat.
Tanah yang baik itu adalah hati yang mau mendengar, mengerti, dan menghasilkan buah.
Buah itu bukanlah sekedar emosi, tetapi ada perubahan karakter kita dari dalam ke luar, dan ada ketaatan yang nyata.
Hari ini kita diajak untuk memeriksa kondisi hati kita atau tanah di dalam gambaran perumpamaan ini.
Apakah kita siap bekerja sama dengan benih yang ditabur dalam hati kita?
Mari kita bersihkan jalan-jalan yang keras dalam hati kita supaya kita punya waktu hening, berdiam diri di hadapan Tuhan dengan tenang dan serius.
Kita diajak untuk menggali tanah yang berbatu karena dengan disiplin rohani kita bisa mengerjakannya itu, kita tidak bisa hanya mengandalkan emosi sesaat.
Kita diajak mencabut semak-semak duri yang menghimpit kita dengan kekhawatiran untuk kita bisa mengatur ulang prioritas hidup kita dengan benar.
1. Dengan melakukan Firman Tuhan dan mentaatinya, berserah kepada Tuhan, pada waktunya, hati, hidup, dan karakter kita akan berbuah nyata.
Buah ini bukan kemampuan kita, buah ini adalah hasil dari hati yang mau bersedia diubahkan. Bagaimana dengan kondisi hati kita hari ini?
2. Marilah datang kepada Tuhan, dengan ketaatan kita kepada Firman Tuhan membuat hidup kita bisa berbuah berkali-kali lipat.
Doakan dan renungkan
* Tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman, mengerti, dan berbuah; ada yang seratus kali lipat, enam puluh kali lipat, atau tiga puluh kali lipat.
* kondisi hati seseorang menentukan buah pertumbuhan rohaninya.
Kondisi tanah menentukan