Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Matius 12:43-45
Kembalinya roh jahat
Sering kali barang yang lama dibiarkan dan tidak dipakai itu akan menjadi rusak, seperti sepatu yang bagus tetapi kita biarkan lama di rak, lama-lama itu akan mengeras dan menjadi pecah.
Begitu juga dengan kondisi hati kita, kalau kita biarkan kosong akan menjadi sesuatu yang berbahaya.
Ada satu kenyataan yang seringkali kita abaikan dalam hidup ini:
Kekosongan itu tidak pernah menjadi sesuatu yang netral adanya, kalau kita tidak mengisi hidup kita dengan sesuatu yang benar maka akan ada sesuatu yang salah akan mengambil alih tempat tersebut
Dalam hidup, kalau kita tidak mengisi pikiran dan hati kita dengan kebenaran maka tanpa sadar kecemasan itu akan menguasai.
Kalau kita tidak mengisi hati kita dengan kasih maka kegelisan itu akan segera tumbuh.
Inilah kebenaran yang Tuhan Yesus ajarkan dalam matius 12:43-45, mengosongkan diri dari dosa itu penting tetapi mengisi diri dengan Tuhan itu jauh lebih penting.
Matius 12:43-45
43 "Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya.
44 Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur.
45 Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini."
Penting bagi kita, bukan hanya untuk membersihkan dan memurnikan hati kita, tapi kita tidak boleh terus berdiam dan mengundang supaya Tuhan terus hadir dalam hidup kita.
Karena kita sedang membangun suatu rumah, suatu ruang dalam hati kita untuk tidak ditempati oleh kuasa daripada si jahat.
Tuhan Yesus memberikan sebuah ilustrasi bagaimana roh jahat itu pergi ketika ada satu perubahan tetapi bisa kembali ketika ada kekosongan.
Masalahnya bukan pada ketika roh jahat itu sudah keluar tetapi apa yang terjadi setelah itu.
Yesus berkata roh jahat itu bisa kembali dan menemukan hati itu kosong sekalipun itu tersapu rapi dan bersih.
Ini bukan suatu pujian tetapi peringatan, karena hati yang terlihat baik tetapi tanpa kehadiran roh Allah itu menjadi suatu hati atau tempat yang paling rentan.
Perubahan yang sejati bukan hanya berhenti melakukan yang buruk tetapi bagaimana memulai melakukan yang baik satu persatu.
Kekosongan rohani adalah suatu undangan bagi kehancuran, maka digambarkan ketika roh jahat itu kembali ke tempat yang sama dia tidak datang sendiri tetapi sekan-akan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat.
“Dosa yang kita biarkan kembali menguasai kita akan selalu mencengkram kita lebih kuat”.
Itulah sebabnya kita melihat orang yang sudah berhenti dari kebiasaan buruk tetapi kembali jatuh maka jatuhnya lebih dalam.
Orang yang pernah mengampuni tetapi menyimpan kembali luka itu menjadi lebih pahit rasanya bagi dia.
Orang yang mungkin menjauh dari Tuhan sebentar saja tetapi lama kelamaan dan menjadi sering akan membiarkan hati itu menjadi kosong dan keras.
Ruangan dalam hati kita tidak boleh dibiarkan kosong harus ada seorang atau sesuatu yang berdiam disana dan kalau bukan Tuhan pasti ada yang lain.
Maukah kita mengeluarkannya? Tetapi mungkin pertanyaannya bukan itu.
Apa yang sebenarnya kita sedang isi dalam hati kita?
Ini bicara gambaran kehidupan kekristenan yang kosong hatinya.
Banyak orang kristen berhenti dari dosa tetapi tidak segera membangun kebiasaan rohani.
Banyak orang meninggalkan masalalu mereka tetapi tidak menanamkan suatu nilai yang baru, tidak mengisi dirinya.
“Hidup yang berubah bukan hanya menjauhi dosa tetapi mendekat kepada Tuhan setiap hari”.
Apa yang mengisi hati kita hari-hari ini? Firman Tuhan atau kekuatiran? Doa-doa kita kepada Tuhan atau kegelisahan dan kemarahan?
Penyembahan dan rasa syukur atau keluhan-keluhan kepada Tuhan?
Inilah yang akan menentukan arah hidup kita.
Pesan Firman Tuhan bagi kita:
1. Mari kita mengisi hati kita dan jangan membiarkannya kosong, kita mulai membangun kebiasaan rohani kecil setiap hati yang konsisten.
Mungkin tidak harus besar tetapi konsisten. Misalnya; membaca Firman Tuhan sebelum berangkat kerja, singkat saja 5-10 menit dan kita berdoa. Ada satu ayat yang kita hafalkan yang kita syukuri setiap pagi.
Itu menggambarkan konsistensi yang kecil, itu akan jauh lebih berdampak daripada emosi besar yang sesaat.
2. Mari kita belajar menggantikan kebiasaan buruk kita dengan kebiasaan yang baik.
Kalau kita adalah orang yang cepat marah, mari kita melatih kesabaran kita.
Kalau kita orang yang gampang bergossip, mari kita isi dengan kata-kata yang memberkati.
Mengosongkan itu bukan solusi, mengganti itu adalah solusi dan disitulah kita membiarkan Tuhan mengisi ruang yang paling dalam di hidup kita setiap kali kita mengambil keputusan, berjalan sesuai dengan karakter kita, mengatur jadwal kita.
Kalau Tuhan yang mengisi hati kita tidak ada yang lain yang bisa mengisinya.
Mari kita belajar untuk membangun kembali hidup kita, karena kalau Tuhan Yesus yang mengisi hati dan ruang hidup mu tidak ada ruang lain bagi kegelapan untuk menguasainya.
Doakan dan renungkan
* Hati yang terlihat baik tapi kosong tanpa kehadiran roh Allah, menjadi tempat yang paling rentan bagi kehancuran.
* Hati yang kosong itu bukan solusi. Mestinya kita mengundang Tuhan mengisinya agar hidup kita berubah dan kian dekat kepada Tuhan setiap hari.
Jangan biarkan kosong