Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Sabtu, 14 Maret 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Matius 12:38-42

Tanda Yunus


Mungkin kita punya pengalaman di mana kita mencari satu barang seperti kunci, handphone atau kacamata.


Kita panik mencari kemana-mana, tetapi barang itu ternyata ada di depan kita, kacamata ada di atas kepala kita.


Kita tidak menemukan barang itu bukan karena tidak ada, mungkin hati dan fokus kita tidak sedang benar-benar melihat karena kita sedang teralih ke sesuatu yang lain.


Matius 12:38-42

Tanda Yunus


38 Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: “Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu.”


39 Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.


40 Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.


41 Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!


42 Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!”


Tuhan sudah melakukan banyak karya dan mujizat-Nya dengan jelas, tetapi orang-orang Farisi merasa membutuhkan tanda tambahan.


Sebenarnya bukan karena kurang tanda, tetapi karena hati mereka yang kurang mau percaya.


Ada ungkapan: kalau kita mencari satu alasan untuk tidak mau mempercayai, kita pasti akan selalu menemukannya.


Tetapi, kalau kita mau mempercayai Tuhan bekerja dalam hidup kita, kita akan dengan mudah menemukannya dengan berbagai cara.


Permintaan tanda ini bukan soal bukti, tetapi soal hati yang keras. Ini bukan permintaan iman, tetapi menantang.


Pada konteksnya, orang Farisi tidak sedang mencari kebenaran, mereka mencari alasan untuk tidak mempercayai. Mereka ingin menguji bukan untuk mengenal siapa Yesus.


Hati yang keras akan selalu meminta tanda dan tidak pernah puas.


Apakah kita juga menjadi anak Tuhan yang seringkali enggan untuk mau taat dan lebih mencari banyak alasan untuk mempercayai Tuhan?


Yesus dinyatakan menjadi tanda sebagaimana tanda Yunus, yaitu gambaran nabi Yunus yang ditelan dalam perut ikan selama tiga dan dimuntahkan kembali, begitu juga Yesus yang akan berada di kubur kematian selama tiga hari dan kemudian bangkit.


Tanda terbesar bukanlah mujizat yang spektakuler, melainkan adalah kebangkitan-Nya. Kebangkitan menjadi tanda paling pamungkas (terakhir) karena Yesus adalah Tuhan, Mesias dan Raja.


Kita tidak membutuhkan tanda yang baru, karena Tuhan sudah menyatakan dengan kubur yang kosong.


Apakah hati kita mau tetap percaya ketika tanda yang terbesar itu sudah diberikan kepada kita?


Yesus memberikan dua contoh yaitu orang Niniwe dan ratu dari Selatan, yaitu ratu Syeba. Orang Niniwe mendengar peringatan dari Yesus hanya satu kali, dan mereka langsung bertobat. Bandingkan dengan orang Farisi yang mendengar lebih banyak, tetapi hati mereka tetap tidak siap.


Gambaran ratu dari Selatan yang datang jauh-jauh untuk mencari hikmat raja Salomo, tetapi yang lebih besar dari Salomo sudah hadir yaitu Yesus sendiri dan tidak pernah mereka pedulikan.


Kita yang mendapatkan terang terbesar yaitu terang Kristus, seringkali kita merespon dengan biasa-biasa saja.


Pesan Firman Tuhan:


1. Mari kita berhenti menunggu tanda, karena kita harus melangkah dengan ketaatan dari kebenaran yang sudah dinyatakan kepada kita.


Firman Tuhan sudah bersabda, mari kita mau taat.


2. Mari melihat karya Tuhan yang sudah nyata dalam hidup kita, mari kita ingat-ingat dan syukuri itu kembali.


Tuhan sudah menjaga, membuka pintu dan memberi pengampunan kepada kita.


Mari kita responi dengan kerendahan hati. Kalau Niniwe yang begitu jahat bisa bertobat melalui satu kali pemberitaan, atau seperti ratu Syeba yang datang dari jauh-jauh untuk mencari hikmat, mari kita tidak menjadi seperti orang Farisi.


Mari kita mendengar Firman untuk berubah, jangan sekedar lewat. Iman adalah meresponi Tuhan yang sudah memberikan tanda yang terbesar yaitu Tuhan Yesus sudah bangkit bagi kita.


Mari kita diajak untuk melihat Tuhan bekerja di setiap hari, setiap momen dan setiap langkah hidup kita.


Doakan dan renungkan


* Beberapa ahli Taurat dan orang Farisi berkata kepada Yesus: “Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu.”



* Permintaan tanda ini bukan soal bukti, tetapi mereka mencari alasan untuk menguji dan tidak percaya.


Tanda hati tidak percaya