Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Matius 11:20-24
Yesus mengecam beberapa kota
Suatu kali saya pernah punya pengalaman yang unik, sedang keluar kota mengendarai mobil dan melihat diujung jalan ada satu petunjuk seperti iklan dipinggir jalan yang tertulis, “Jangan lihat ke kiri!”
Tetapi justru yang saya lakukan adalah melihat apa yang terjadi di sebelah kiri.
Ternyata itu adalah iklan tentang sebuah restoran, supaya orang tetap memperhatikan apa yang sebenarnya ingin ditunjukkan tetapi justru dengan memberikan sebuah penanda yang berkebalikan.
Setiap kali kita menerima teguran kita selalu mungkin menganggap remeh, kita memerlukan hati yang lembut dan peka supaya teguran-teguran yang datang dalam hidup kita itu justru mengubahkan dan mendewasakan kita.
Hari ini kita mau belajar bagaimana teguran Tuhan Yesus kepada kondisi kota yang dilayani-Nya.
Matius 11:20-24
20 Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:
21 "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.
22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
23 Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.
24 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu."
Pada waktu Tuhan mengingatkan kita artinya kita harus sungguh-sungguh bertobat dengan serius.
Di dalam Matius 11:20-24 yang kita baca, Tuhan Yesus memberikan sebuah peringatan keras kepada 3 kota: Khorazim, Betsaida dan Kapernaum.
Bukan karena Ia ingin menghukum mereka dengan amarah tetapi justru Tuhan mengasihi mereka.
Tuhan menegur kita bukan untuk menghancurkan kita tetapi untuk mengembalikan kita kepada jalan yang benar.
Masalahnya, yang terjadi kepada beberapa kota ini bukan kurang bukti, karena kota-kota ini sudah mengalami banyak mujizat, pengajaran Tuhan Yesus yang penuh kuasa, kehadiran sendiri sang Mesias itu, tetapi hati mereka justru tidak merespons.
Banyak orang kristen hari ini ikut beribadah setiap minggu, ikut komunitas, aktif dalam kegiatan, tapi hidupnya tidak berubah.
Itu yang digambarkan bahwa kekristenan itu penuh dengan informasi tetapi tanpa transformasi.
Tuhan Yesus menyatakan mujizat-Nya justru dengan satu maksud dan tujuan. Mujizat tidak pernah berhenti pada mujizat nya sendiri.
Masalahnya bukan pada apa yang manusia bisa lihat tetapi apa yang seharusnya manusia lakukan dengan apa yang mereka lihat.
Ada orang yang melihat mujizat dan bertobat, tapi ada orang yang melihat mujizat yang sama tetapi hatinya tetap keras.
Disitulah Tuhan Yesus menegur dengan keras karena mereka terkesan dengan pengajaran Yesus tetapi hidupnya tidak mau berubah.
Mereka tertarik dengan apa yang Yesus bisa lakukan tetapi tidak pernah mau taat.
Mereka menyaksikan mujizat tetapi tidak mau melakukan, bagaimana mereka menyerahkan diri mereka kepada Tuhan.
Ketaatan yang kecil jauh lebih penting daripada pengalaman rohani yang besar.
Mari kita datang dengan hati yang taat kepada Tuhan, supaya tidak ada sesuatu yang buruk terjadi atas hidup kita.
Kapernaum menjadi kota yang paling dekat dengan Tuhan Yesus karena ini adalah tempat dimana Tuhan Yesus tinggal, mengajar dan melakukan banyak mujizat.
Tetapi kenapa Tuhan menegur dengan keras?
Karena sekalipun Kapernaum merasa dekat dengan Yesus, orang-orangnya akrab dengan pelayanan-Nya, mereka terbiasa mendengarkan pengajaran Tuhan Yesus, tetapi kedekatan tanpa ketaatan hanya membuat hati mereka semakin keras.
Pesan Firman Tuhan bagi kita:
1. Mari kita hidup sebagai gereja Tuhan yang tidak hanya merasa aman karena kita aktif dalam pelayanan, berada di dalam lingkungan Kristen, Tuhan tidak mencari sekedar kedekatan, Dia mencari hati yang mau taat.
Maka disitulah puncak dari pada peringatan dan teguran Tuhan Yesus kepada tiga kota ini.
Bahkan Dia mengatakan kota-kota yang pernah di hukum Tuhan seperti Tirus, Sidon dan Sodom akan lebih ringan tanggungannya daripada tiga kota ini.
Seakan-akan Tuhan Yesus ingin berkata begini, “ Aku tidak ingin kalian berakhir seperti kota-kota yang lain, bertobatlah dan kembalilah”.
Percayalah Ketika Tuhan menegur kita bukan untuk mempermalukan kita tetapi untuk menyelamatkan kita.
Tuhan memperingatkan kita untuk memulihkan kita, peringatan itu adalah bentuk kasih Tuhan yang paling Jujur buat hidup kita.
2. Mari kita responi teguran Tuhan dengan hati yang mau bertobat dengan sungguh-sungguh bukan sekedar perasaan bersalah.
Mari kita taat kepada apa yang Tuhan sudah ajarkan kepada hidup kita, bukan menambah banyak ayat hafalan, tetapi satu ketaatan terhadap satu Firman Tuhan.
Dan kita memiliki hati yang lembut untuk mau di bentuk.
Dengan demikian pertanyaannya bukan, Apakah kita sudah tahu? Tetapi harusnya bertanya, Apakah kita sudah sungguh-sungguh berubah di hadapan Tuhan?.
Doakan dan renungkan
* Yesus mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat.
* Penduduk kota-kota tersebut mungkin akrab dengan pelayanan-Nya, tetapi kedekatan tanpa ketaatan membuat hati mereka keras dan tidak bertobat.
Kedekatan tanpa pertobatan