Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Sabtu, 07 Maret 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Matius 11:2-19

Yesus dan Yohanes Pembaptis


Ada momen-momen dalam hidup kita ketika Tuhan bekerja tidak sesuai dengan yang mungkin kita harapkan.


Kita sudah berdoa, berharap dan menantikan, tetapi ternyata jawabannya tidak seperti yang kita inginkan.


Bagaimana respon kita ketika mengalami kondisi tersebut?


Dalam situasi seperti inilah sebenarnya Yohanes Pembaptis mungkin mengalami suatu keraguan kepada Tuhan Yesus.


Matius 11:2-19

Yesus dan Yohanes Pembaptis


2 Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,


3 lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?”


4 Yesus menjawab mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:


5 orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.


6 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”


7 Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari?


8 Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja.


9 Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.


10 Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.


11 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.


12 Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.


13 Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes


14 dan jika kamu mau menerimanya, ialah Elia yang akan datang itu.


15 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!


16 Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya:


17 Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.


18 Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan.


19 Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.”


Kalau kita membayangkan jadi Yohanes Pembaptis, seorang yang mempersiapkan/membuka jalan untuk Sang Mesias, ia melihat harapan orang-orang tentang kedatangan Mesias tidak seiring dengan apa yang Tuhan Yesus lakukan.


Sampai satu waktu Yohanes bertanya: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan yang lain?”


Yohanes sedang di penjara, dia mungkin mengharapkan kedatangan Yesus membawa sebuah pembaharuan yang bersifat revolusioner, mengubah dan membebaskan bangsa Israel dari penjajahan Roma, dan mungkin juga membebaskan Yohanes dari penjara.


Tuhan Yesus justru berkotbah, menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, mencelikkan orang buta dan mengajar tanpa sedikitpun mengkonfrontasi (menentang) kondisi politik.


Bila kita ada di posisi Yohanes Pembaptis, orang beriman pun bisa menjadi goyah, namun keraguan bukan bukti kegagalan iman kita, tetapi itu adalah sebuah cara kita mencari Tuhan.


Saya percaya situasi yang sulit juga bisa mengaburkan identitas siapa Yesus di dalam hidup kita.


Penjara yang dialami Yohanes itu secara fisik mencerminkan kondisi emosional kita yang mungkin dalan stress, pergumulan, kondisi finansial, kekecewaan dan kita cenderung bertanya benarkah Yesus dalam hidup kita?


Namun masalahnya, Tuhan tidak selalu bekerja sesuai yang kita harapkan, tetapi Ia setia.


Tuhan tidak terburu-buru, kita yang terburu-buru dan kecewa kalau ritmenya tidak sejalan dengan ritme kita. Dallas Willard.


Maka di sinilah Tuhan Yesus menjelaskan apa yang sebenarnya Ia kerjakan dan itu adalah penggenapan dari nubuat nabi Yesaya. Ia menjelaskan tidak dengan teori, tetapi bukti nyata.


Berbahagialah mereka yang menerima Aku, kata Tuhan Yesus, dan tidak menolak-Nya.


Karena iman Kristen yang kita percaya itu hanya bertumpu kepada siapa karya Tuhan dalam hidup kita, bukan perasaan, situasi bahkan mungkin bukan logika kita.


Tetapi justru Tuhan menghargai Yohanes Pembaptis, Ia memujinya di depan banyak orang.

Nilai seorang hamba itu bukan ditentukan dari kondisinya di dalam penjara, keberhasilan atau kekuatannya, tetapi karena panggilan dan kesetiaannya.


Itulah Yohanes Pembaptis yang lebih dari seorang nabi, yang mempersiapkan jalan bagi Mesias. Ia adalah tokoh terbesar sebelum kedatangan Kerajaan Allah.


Menariknya, Tuhan tidak pernah mengukur di tempat kita berada, mungkin kita sedang berada di tempat yang paling sunyi, paling sepi, dingin dan dalam kegagalan, tetapi Tuhan melihat kesetiaan kita.


Yesus menegur generasi yang mengkritik Yohanes karena ia terlalu keras dan sederhana, ada juga generasi yang mengkritik Yesus karena Ia terlalu ramah dan bergaul dengan orang berdosa.


Jadi sebenarnya orang banyak itu tidak suka kepada keduanya, karena itu mengancam kenyamanan mereka. Hati yang sudah menolak Tuhan, dengan gaya/cara apapun, Tuhan bisa ditolak.


Yang terpenting adalah bukan bagaimana cara Tuhan bekerja, tetapi bagaimana hati kita mau dibenarkan Tuhan.


Waktu yang akan membuktikan bagaimana cara dan proses yang Tuhan kerjakan itu yang paling benar dalam hidup kita.


Mari kita tidak tergelincir untuk memahami cara kerja Tuhan, mari kita tetap setia waktu keadaan menekan.


Mari kita percaya Yesus walaupun cara-Nya bekerja tidak sesuai dari harapan kita.


Pesan Firman Tuhan:


1. Mari kita buka hati terhadap teguran dan apa yang Tuhan mau nyatakan, sehingga iman kita selalu bekerja sebagaimana Tuhan bekerja dengan setia dalam hidup kita.


2. Mari bawa keraguan kita, bukan menjauhi Dia, tetapi mendekatlah kepada Tuhan.


Barang siapa yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku, dia akan diperhitungkan oleh Tuhan.




Doakan dan renungkan


* Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes...: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.


* Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.


Jangan kecewa