Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Sabtu, 21 Agustus 2021

Tuhan adalah Gembalaku

Tuhan Adalah Gembalaku

RENUNGAN HARIAN

GKY MANGGA BESAR

Sabtu, 21 Agustus 2021

Keluaran 32

Anak Lembu Emas


Berkat Tuhan dalam hidup kita begitu

berkelimpahan karena ada banyak

hal yang tidak terduga yang

harus dilalui dalam hidup ini.

Tetapi kelimpahan Tuhan itulah yang

mencukupkan kita dalam segala hal.

Itulah kebaikan Tuhan yang

melampaui akal budi kita.


Kita pasti pernah mendengar kata

“dilema”, mungkin bukan hanya

pernah mendengar, tapi pernah

mengalami dilema itu.

Dilema adalah kondisi sulit yang

mengharuskan orang menentukan

pilihan antara dua kemungkinan

yang sama-sama tidak

menguntungkan;

melakukan ini salah, melakukan itu

salah.


Berapa sering saudara mengalami

masa seperti itu?

Masa-masa dalam dilema adalah

masa-masa yang disebut sebagai

ketidakpastian dalam hidup ini.

Ketidakpastian membuat hidup kita

gamang dan kita tidak pernah

nyaman dengan hal itu.

Dalam masa-masa seperti itu

bagaimanakah kita harus bersikap?


Alkitab mengajarkan kepada kita,

untuk berjalan/menggunakan iman

kita kepada Tuhan.

Berjalan dengan iman dalam Tuhan

mempunyai pengertian kita harus

datang kepada Tuhan dalam doa,

meminta hikmat serta pimpinan

Tuhan, dan percaya Tuhan

memimpin melewati masa-masa

yang tidak pasti di dalam kepastian

Tuhan.


Pembacaan Alkitab pada hari ini


Keluaran 32


1 Ketika bangsa itu melihat, bahwa

Musa mengundur-undurkan turun

dari gunung itu, maka berkumpullah

mereka mengerumuni Harun dan

berkata kepadanya: "Mari, buatlah

untuk kami allah, yang akan berjalan

di depan kami sebab Musa ini, orang

yang telah memimpin kami keluar

dari tanah Mesir — kami tidak tahu

apa yang telah terjadi dengan dia."


2 Lalu berkatalah Harun kepada

mereka: "Tanggalkanlah anting-

anting emas yang ada pada telinga

isterimu, anakmu laki-laki dan

perempuan, dan bawalah semuanya

kepadaku."


3 Lalu seluruh bangsa itu

menanggalkan anting-anting emas

yang ada pada telinga mereka dan

membawanya kepada Harun.


4 Diterimanyalah itu dari tangan

mereka, dibentuknya dengan pahat,

dan dibuatnyalah dari padanya anak

lembu tuangan. Kemudian berkatalah

mereka: "Hai Israel, inilah Allahmu,

yang telah menuntun engkau keluar

dari tanah Mesir!"


5 Ketika Harun melihat itu,

didirikannyalah mezbah di depan

anak lembu itu. Berserulah Harun,

katanya: "Besok hari raya bagi

TUHAN!"


6 Dan keesokan harinya pagi-pagi

maka mereka mempersembahkan

korban bakaran dan korban

keselamatan, sesudah itu duduklah

bangsa itu untuk makan dan minum;

kemudian bangunlah mereka dan

bersukaria.


7 Berfirmanlah TUHAN kepada

Musa: "Pergilah, turunlah, sebab

bangsamu yang kaupimpin keluar

dari tanah Mesir telah rusak lakunya.


8 Segera juga mereka menyimpang

dari jalan yang Kuperintahkan

kepada mereka; mereka telah

membuat anak lembu tuangan, dan

kepadanya mereka sujud

menyembah dan mempersembahkan

korban, sambil berkata: Hai Israel,

inilah Allahmu yang telah menuntun

engkau keluar dari tanah Mesir."


9 Lagi firman TUHAN kepada Musa:

"Telah Kulihat bangsa ini dan

sesungguhnya mereka adalah suatu

bangsa yang tegar tengkuk.


10 Oleh sebab itu biarkanlah Aku,

supaya murka-Ku bangkit terhadap

mereka dan Aku akan membinasakan

mereka, tetapi engkau akan Kubuat

menjadi bangsa yang besar."


11 Lalu Musa mencoba melunakkan

hati TUHAN, Allahnya, dengan

berkata: "Mengapakah, TUHAN,

murka-Mu bangkit terhadap umat-

Mu, yang telah Kaubawa keluar dari

tanah Mesir dengan kekuatan yang

besar dan dengan tangan yang kuat?


12 Mengapakah orang Mesir akan

berkata: Dia membawa mereka

keluar dengan maksud menimpakan

malapetaka kepada mereka dan

membunuh mereka di gunung dan

membinasakannya dari muka bumi?

Berbaliklah dari murka-Mu yang

bernyala-nyala itu dan menyesallah

karena malapetaka yang hendak

Kaudatangkan kepada umat-Mu.


13 Ingatlah kepada Abraham, Ishak

dan Israel, hamba-hamba-Mu itu,

sebab kepada mereka Engkau telah

bersumpah demi diri-Mu sendiri

dengan berfirman kepada mereka:

Aku akan membuat keturunanmu

sebanyak bintang di langit, dan

seluruh negeri yang telah Kujanjikan

ini akan Kuberikan kepada

keturunanmu, supaya dimilikinya

untuk selama-lamanya."


14 Dan menyesallah TUHAN karena

malapetaka yang dirancangkan-Nya

atas umat-Nya.


15 Setelah itu berpalinglah Musa,

lalu turun dari gunung dengan kedua

loh hukum Allah dalam tangannya,

loh-loh yang bertulis pada kedua

sisinya; bertulis sebelah-menyebelah.


16 Kedua loh itu ialah pekerjaan

Allah dan tulisan itu ialah tulisan

Allah, ditukik pada loh-loh itu.


17 Ketika Yosua mendengar suara

bangsa itu bersorak, berkatalah ia

kepada Musa: "Ada bunyi sorak

peperangan kedengaran di

perkemahan."


18 Tetapi jawab Musa: "Bukan bunyi

nyanyian kemenangan, bukan bunyi

nyanyian kekalahan — bunyi orang

menyanyi berbalas-balasan, itulah

yang kudengar."


19 Dan ketika ia dekat ke

perkemahan itu dan melihat anak

lembu dan melihat orang menari-

nari, maka bangkitlah amarah

Musa; dilemparkannyalah kedua

loh itu dari tangannya dan

dipecahkannya pada kaki gunung

itu.


20 Sesudah itu diambilnyalah anak

lembu yang dibuat mereka itu,

dibakarnya dengan api dan

digilingnya sampai halus, kemudian

ditaburkannya ke atas air dan

disuruhnya diminum oleh orang

Israel.


21 Lalu berkatalah Musa kepada

Harun: "Apakah yang dilakukan

bangsa ini kepadamu, sehingga

engkau mendatangkan dosa yang

sebesar itu kepada mereka?"


22 Tetapi jawab Harun: "Janganlah

bangkit amarah tuanku; engkau

sendiri tahu, bahwa bangsa ini jahat

semata-mata.


23 Mereka berkata kepadaku:

Buatlah untuk kami allah, yang akan

berjalan di depan kami sebab Musa

ini, orang yang telah memimpin kami

keluar dari tanah Mesir -kami

tidak tahu apa yang telah terjadi

dengan dia.


24 Lalu aku berkata kepada mereka:

Siapa yang empunya emas haruslah

menanggalkannya. Mereka

memberikannya kepadaku dan aku

melemparkannya ke dalam api, dan

keluarlah anak lembu ini."

25 Ketika Musa melihat, bahwa

bangsa itu seperti kuda terlepas dari

kandang — sebab Harun telah

melepaskannya, sampai menjadi

buah cemooh bagi lawan mereka —


26 maka berdirilah Musa di pintu

gerbang perkemahan itu serta

berkata: "Siapa yang memihak

kepada TUHAN datanglah

kepadaku!" Lalu berkumpullah

kepadanya seluruh bani Lewi.


27 Berkatalah ia kepada mereka

"Beginilah firman TUHAN, Allah

Israel: Baiklah kamu masing-masing

mengikatkan pedangnya pada

pinggangnya dan berjalanlah kian

ke mari melalui perkemahan itu dari

pintu gerbang ke pintu gerbang, dan

biarlah masing-masing membunuh

saudaranya dan temannya dan

tetangganya."


28 Bani Lewi melakukan seperti

yang dikatakan Musa dan pada

hari itu tewaslah kira-kira tiga ribu

orang dari bangsa itu.


29 Kemudian berkatalah Musa:

"Baktikanlah dirimu mulai hari ini

kepada TUHAN, masing-masing

dengan membayarkan jiwa anaknya

laki-laki dan saudaranya — yakni

supaya kamu diberi berkat pada

hari ini."


30 Keesokan harinya berkatalah

Musa kepada bangsa itu: "Kamu ini

telah berbuat dosa besar, tetapi

sekarang aku akan naik menghadap

TUHAN, mungkin aku akan dapat

mengadakan pendamaian karena

dosamu itu."


31 Lalu kembalilah Musa

menghadap TUHAN dan berkata:

"Ah, bangsa ini telah berbuat dosa

besar, sebab mereka telah membuat

allah emas bagi mereka.


32 Tetapi sekarang, kiranya Engkau

mengampuni dosa mereka

itu — dan jika tidak, hapuskanlah

kiranya namaku dari dalam kitab

yang telah Kautulis."


33 Tetapi TUHAN berfirman kepada

Musa: "Siapa yang berdosa kepada

-Ku, nama orang itulah yang akan

Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.


34 Tetapi pergilah sekarang,

tuntunlah bangsa itu ke tempat

yang telah Kusebutkan kepadamu;

akan berjalan malaikat-Ku di

depanmu, tetapi pada hari

pembalasan-Ku itu Aku akan

membalaskan dosa mereka

kepada mereka."


35 Demikianlah TUHAN menulahi

bangsa itu, karena mereka telah

menyuruh membuat anak lembu

buatan Harun itu.


Bangsa Israel sedang mengalami

kegundahan dalam jiwa mereka

karena pemimpin mereka

yaitu Musa yang naik ke gunung

Tuhan dan tidak turun-turun.

Cukup lama mereka menunggu

sehingga mereka mengalami

ketidakpastian.


Tentulah ketidakpastian merupakan

ketidaknyamanan bagi bangsa Israel

yang sangat besar itu karena bangsa

Israel tahu mereka belum tiba ke

tanah perjanjian.

Mereka masih harus melakukan

perjalanan menuju tanah perjanjian,

sedangkan pemimpin rohani mereka

tidak kunjung tiba.

Dalam situasi seperti itu, maka

bangsa Israel menjadi bangsa yang

reaktif.

Mereka meminta Harun membuat

pemimpin supaya mereka bisa

melihat Allah yang memimpin

mereka.

Dan celakanya Harun tidak lagi

mengumuli bersama Tuhan, tidak

lagi mencari kehendak Tuhan tetapi

Harun melakukan dengan bijaksana

sendiri, sehingga dengan perbuatan

Harun menjerat orang Israel jatuh ke

dalam dosa.

Karena membangun lembu emas

yang menjadi sembahan dari

orang-orang Israel, sangatlah

menyakiti hati Tuhan.


Apakah pesan Firman Tuhan

hari ini bagi kita?


1.Ketidakpastian haruslah

direspon dengan iman kepada

pimpinan Tuhan.


DalamKeluaran 32: 1dikatakan :

Ketika bangsa itu melihat, bahwa

Musa mengundur-undurkan turun

dari gunung itu, maka berkumpullah

mereka mengerumuni Harun dan

berkata kepadanya: "Mari, buatlah

untuk kami allah, yang akan berjalan

di depan kami sebab Musa ini, orang

yang telah memimpin kami keluar

dari tanah Mesir — kami tidak tahu

apa yang telah terjadi dengan dia."


Kegelisahan karena Musa tidak

muncul dan mereka tidak

melihat Musa, membuat mereka

mendorong Harun membuat Allah

bagi mereka yang bisa mereka lihat.


Selama ini mereka melihat Musa

memimpin mereka dan sekarang

Musa tidak kelihatan.

Sehingga mereka meminta

dibuatkan Allah yang kelihatan yang

memimpin mereka.

Disinilah umat Israel menjadi umat

yang tegar tengkuk yaitu umat yang

tidak pernah memahami bahwa

pimpinan Musa sebenarnya adalah

pimpinan Tuhan yang tidak

kelihatan.

Musa bukan Tuhan tetapi Musa

mengikuti Tuhan yang kepadaNya

Musa beriman.


Disini mengajarkan kepada kita

dalam situasi yang tidak pasti,

kita harus belajar memakai mata

iman kita memandang kepada Tuhan

dan meminta pimpinan Tuhan,

bukan bertindak semau/seenaknya

kita sendiri.


Karena Firman Tuhan dalam

Ibrani 11 : 1berkata :

Iman adalah dasar dari segala

sesuatu yang kita harapkan dan

bukti dari segala sesuatu yang

tidak kita lihat.


Ketika orang percaya memakai iman,

maka apa yang dikerjakannya itu

menjadi dasar dari segala sesuatu

yang diharapkan.

Ketika orang percaya memakai iman,

maka itu menjadi bukti dari segala

sesuatu yang tidak terlihat.

Karena Allah yang tidak terlihat,

nyata dalam kehidupan orang

beriman.


Di dalam ketidakpastian, di dalam

kehidupan yang dilematis, mari kita

teguh dengan iman kita, bersandar

kepada Tuhan dan minta pimpinan

Tuhan dalam hidup kita.


2.Sebagai orang percaya, kita

dipimpin Tuhan melalui iman,

bukan semata-mata oleh apa

yang kita lihat.


Bangsa Isreal terjebak dengan apa

yang mereka lihat.

Mereka merasa apa yang tidak dapat

dilihat itu bukan suatu realitas.

Itu sebabnya ketika Musa tidak

terlihat, mereka ingin membuat Allah

yang terlihat.

Mereka lupa, mereka bisa keluar dari

tanah Mesir karena ada tangan

Tuhan Allah yang tidak terlihat itu

yang bekerja dengan mujizat yang

sangat besar.


Sebagai orang percaya memang kita

hidup secara lahiriah dengan apa

yang kita lihat dan apa yang kita

dengar, namun biarlah Roh Kudus

mencelikkan mata rohani kita,

bahwa dari apa yang kita lihat,

apa yang kita dengar, yang lahiriah

itu sangat dipengaruhi dengan apa

yang tidak kita lihat.

Bahkan Dialah yang berdaulat, yaitu

Tuhan itu sendiri.


Mari kita belajar berjalan bersama

Tuhan bukan sekedar dari apa yang

kita lihat, namun berjalan bersama

Tuhan juga dari apa yang tidak kita

lihat, yaitu melalui iman kita kepada

Dia.

Iman kita kepada Dia berdasarkan

Firman Allah.


Oleh karena itu Firman Allah berkata

di dalamMazmur 119 : 11

Dalam hatiku aku menyimpan janji-

Mu, supaya aku jangan berdosa

terhadap Engkau.


Bukankah itu perkataan iman, yaitu

kita percaya kepada janjiNya,

menyimpan janjiNya meskipun kita

belum melihat.

Mengapa demikian?


Ketika kita menyimpan, memegang

janjiNya maka kita tidak berdosa

kepada Tuhan, kita tidak reaktif

tetapi kita submisif, tunduk kepada

janji Tuhan dan percaya Dia tidak

pernah meninggalkan kita.


3.Tuhan tidak menghendaki

kebinasaan, Ia menghendaki

umatNya belajar hidup takut

akan Tuhan.


DiKeluaran 32: 14dikatakan :

Dan menyesallah TUHAN karena

malapetaka yang dirancangkan-Nya

atas umat-Nya.


Keluaran 32: 26 – 29berkata :


26 maka berdirilah Musa di pintu

gerbang perkemahan itu serta

berkata: "Siapa yang memihak

kepada TUHAN datanglah

kepadaku!" Lalu berkumpullah

kepadanya seluruh bani Lewi.


27 Berkatalah ia kepada mereka:

"Beginilah firman TUHAN, Allah

Israel: Baiklah kamu masing-masing

mengikatkan pedangnya pada

pinggangnya dan berjalanlah kian

ke mari melalui perkemahan itu dari

pintu gerbang ke pintu gerbang, dan

biarlah masing-masing membunuh

saudaranya dan temannya dan

tetangganya."


28 Bani Lewi melakukan seperti yang

dikatakan Musa dan pada hari itu

tewaslah kira-kira tiga ribu orang

dari bangsa itu.


29 Kemudian berkatalah Musa:

"Baktikanlah dirimu mulai hari ini

kepada TUHAN, masing-masing

dengan membayarkan jiwa anaknya

laki-laki dan saudaranya — yakni

supaya kamu diberi berkat pada hari

ini."


Alkitab mengatakan Tuhan itu

menyesal atas malapetaka yang

ditimpakan.

Maksudnya adalah Tuhan sangat

sedih ketika harus menimpakan

malapetaka itu kepada bangsa Israel.


Tuhan yang kita kenal bukan Tuhan

yang suka untuk membinasakan,

tetapi Tuhan yang kita kenal adalah

Tuhan yang mau menyelamatkan,

namun Tuhan kita adalah Tuhan yang

tidak kompromi dengan dosa

sedikitpun karena memang Dia

adalah Allah yang Maha Kudus.


Tuhan juga mendisplin umatNya

dengan begitu keras ketika terkait

dengan kekudusan, apalagi terkait

dengan penyembahan kepada

berhala.

Kalau kita perhatikan bangsa Israel

mendapatkan hukuman melalui

Musa meskipun Tuhan begitu sedih

harus menurunkan hukuman kepada

mereka, sehingga 3000 orang binasa.


Sebagai orang percaya kita hidup

dalam masa anugerah.

Masa anugerah artinya di dalam

setiap keterbatasan dan kegagalan

kita, ada anugrah Tuhan bagi kita

sehingga kita tidak dibinasakan

karena Tuhan berbelas kasihan

kepada kita.


Apakah dalam masa anugrah kita

menjadi orang Kristen yang hidup

sembarangan?


Hidup yang semaunya kita ataukah

kita menghargai ketika melihat kasih

karunia Tuhan dan kita mau

mengikut Tuhan sungguh-sungguh,

menyangkal diri, pikul salib, ikut

Yesus dalam hidup kita, supaya kita

boleh menyenangkan hati Dia karena

Dia telah memberikan hidupNya bagi

kita.

Janganlah kita belajar dari bangsa

Israel yang menyepelekan anugrah

Tuhan hanya untuk mencari

kenyamanan diri sendiri, tetapi lupa

ada Tuhan yang telah menyelamatkan

mereka.


Doakan dan renungkan:

*Pepatah berkata,”Di dunia ini tidak

ada yang pasti, satu-satunya yang

pasti adalah ketidakpastian itu

sendiri” Betapa mengerikan

membayangkannya, bukan?


* Dalam ketidakpastian,

dan kehidupan yang dilematis,

mari teguh dalam iman kita,

bersandar kepada Tuhan dan

meminta pimpinanNya dalam

hidup kita.


Di tengah ketidakpastian, Tuhan

memimpin dalam kepastianNya