Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Matius 8:14-17
Yesus Menyembuhkan Ibu Mertua Petrus dan Orang-orang Lain
Apakah Saudara pernah didatangi oleh seseorang, lalu memohon supaya engkau menolongnya?
Mungkin hampir semua dari kita pernah mengalami situasi, di mana ada orang yang datang meminta pertolongan, atau meminta bantuan kepada kita.
Kira-kira pada waktu orang datang meminta sesuatu kepada kita, apa pertimbangan Saudara untuk memutuskan menolong atau tidak?
Ada dua hal yang biasanya dipertimbangkan, yaitu:
1. Kita mempertimbangkan, apakah kita punya kekuatan. Artinya, kita punya tenaga yang cukup untuk menolong.
Jika kita mempunyai tenaga dan kekuatan, maka kita pasti akan menolong.
Tetapi, jika kita tidak mempunyai kekuatan yang berimbangan dengan apa yang dibutuhkan, maka mungkin kita tidak akan menolong.
Jadi ini berkaitan dengan pertimbangan dengan kemampuan, kekuatan, dan tenaga kita.
2. Pertimbangannya berkaitan dengan apa yang kita punya.
Ketika seseorang datang memohon pertolongan dan meminta bantuan, kita mempertimbangkan, apakah saya mempunyai sesuatu yang bisa saya berikan.
Jika kita tidak punya sesuatu, maka kita tidak bisa menolong. Tetapi, jika kita punya sesuatu, kita bisa saja menolong, bisa juga tidak. Ada pertimbangan yang lain.
Jika kita punya apa yang kita bisa berikan, maka kita punya hati yang ingin memberikan. Tetapi, jika kita tidak punya apa yang bisa kita berikan, maka kita tidak bisa memberikannya.
Ini berarti kita berbicara tentang pertimbangan, apakah kita punya atau tidak punya.
Kita melihat, ketika orang-orang datang kepada Yesus meminta tolong, maka menariknya, Tuhan segera memberikan pertolongan kepada orang-orang yang datang kepada-Nya.
Karena Tuhan kita adalah Tuhan yang tidak pernah terbatas untuk bisa memberikan pertolongan apa pun.
Mari, kita membaca bagian firman Tuhan di bawah ini:
Matius 8:14-17 Yesus Menyembuhkan Ibu Mertua Petrus dan Orang-orang Lain
14 Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.
15 Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Ia pun bangunlah dan melayani Dia.
16 Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.
17 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."
Kisah ini menarik, karena peristiwa ini terjadi pada hari Sabat. Kita tahu bagi orang Yahudi hari Sabat adalah hari perhentian, hari di mana mereka mengkhususkan mereka beribadah ke sinagog.
Pada hari Sabat bagi orang Yahudi tidak boleh melakukan apa-apa, termasuk tidak boleh menyembuhkan orang sakit.
Setelah kegiatan di sinagog, Tuhan Yesus bersama beberapa orang murid, Yohanes dan Yakobus, datang ke rumah Petrus.
Kita bisa bandingkan dalam Markus 1:29-34, pada waktu mereka sampai di rumah, Yakobus dan Yohanes memberitahukan bahwa ibu mertua Petrus sedang demam.
Kita tidak tahu, bagaimana demamnya. Ada beberapa kemungkinan demam yang terjadi pada masa itu.
Tetapi, banyak ahli mengatakan kemungkinan demam yang terjadi pada ibu mertua Petrus adalah demam malaria, karena daerah itu adalah daerah pantai dan banyak malaria.
Ketika Tuhan Yesus mendengar apa yang dikatakan oleh Yohanes dan Yakobus, lalu Dia melihat kepada ibu mertua Petrus, yang sedang demam. Tuhan Yesus mendekatinya, memegangnya dan penyakit ibu mertuanya pun lenyap.
Sesuatu yang menarik di sini adalah ketika Tuhan Yesus melihat ibu mertua Petrus yang sakit demam, Tuhan Yesus melihat keadaannya yang sakit itu.
Jika kita kembali pada beberapa pelayanan Tuhan Yesus sebelumnya, kata “melihat” ini memiliki makna yang sangat dalam.
Pada waktu Dia melihat orang banyak yang telantar, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan.
Ketika Dia ke pantai danau, dan melihat ada Petrus dan Andreas di sana, Dia memanggil mereka menjadi murid-Nya.
Ketika Tuhan Yesus melihat ibu mertua Petrus yang sedang sakit, Tuhan Yesus tergerak hati-Nya untuk menolong ibu yang sedang demam, menggigil, dan mungkin sudah kepayahan. Tuhan Yesus menjamah wanita itu, dan sembuhkan.
Di sini kita melihat, bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan yang berdaulat, Tuhan yang mempunyai kuasa.
Dia mempunyai kemauan dan kehendak bebas untuk menyatakan kuasa-Nya menyembuhkan siapa pun yang datang kepada-Nya, yang memerlukan pertolongan.
Tidak ada sakit penyakit, tidak ada persoalan yang tidak bisa disembuhkan oleh Tuhan Yesus.
Mulai dari sakit demam ibu mertua Petrus, yang disembuhkan malam itu, ada banyak orang datang membawa orang-orang sakit.
Ada yang kerasukan setan, dan ada yang sakit-sakit yang lain. Dikatakan firman Tuhan, bahwa dengan sepatah kata, maka orang-orang itu disembuhkan dan dipulihkan.
Artinya, Tuhan Yesus tidak pernah mempertimbangkan Dia bisa atau tidak bisa, karena Dia mempunyai kuasa untuk menyembuhkan.
Persoalan yang Tuhan sanggup sembuhkan juga tidak terbatas, tidak tergantung besar atau kecil, serius atau tidak serius.
Kita belajar, bahwaTuhan Yesus berkuasa atas segala kuasa penyakit apa pun di dunia ini. Dia adalah Tuhan yang layak untuk kita andalkan dan percaya di dalam segala hal.
Pada waktu Tuhan Yesus melihat ibu mertua Petrus mempunyai makna, oleh karena belas kasihan tidak lagi mempertimbangkan waktu atau keadaan, karena hari itu adalah hari Sabat.
Bisa saja Tuhan berpikir, karena hari Sabat, jika menyembuhkan di hari Sabat akan ditentang oleh para ahli Taurat, atau masyarakat umum, karena kebiasaan adat istiadat tidak boleh.
Perhatikan baik-baik, di siniTuhan Yesus berkuasa atas waktu, atas hari Sabat, dan berkuasa untuk segala masa. Kuasa Yesus menerobos waktu untuk menjangkau orang-orang yang memerlukan-Nya.
Tuhan Yesus tidak mempertimbangkan hari Sabat untuk menyembuhkan seseorang yang perlu disembuhkan.
Bahkan, Tuhan Yesus tidak mempertimbangkan hari Sabat untuk menyembuhkan orang-orang yang kerasukan setan, atau yang sakit dengan penyakit apa pun, yang datang pada waktu itu.
Tuhan Yesus memperhatikan dan melihat, bahwa jauh lebih penting orang-orang yang sakit disembuhkan, daripada menghargai hari Sabat.
Tuhan kita adalah Tuhan yang berkuasa atas segala sesuatu, atas segala masa/ waktu, maka Dia adalah Tuhan yang dapat diandalkan dalam kehidupan kita.
Hidup kita bukanlah hidup yang ideal, seringkali kita berada dalam situasi yang sulit. Mungkin kita bisa sakit, bisa gagal, dan kita tidak bisa berbuat apa-apa dalam mengatasi masalah kita.
Saat di mana kita memerlukan pertolongan orang lain, atau ketika kita berharap pada pertolongan orang lain, maka bisa saja orang lain tidak bisa membantu kita, karena keterbatasan mereka.
Mereka tidak mempunyai apa yang bisa mereka lakukan untuk kita. Tetapi, Tuhan kita adalah Tuhan yang mampu menolong kita, karena Dia memiliki segala-galanya.
Tuhan kita adalah Tuhan yang melihat. Jika ada teman /sahabat kita yang datang ke Persekutuan Doa Rabu, dan menyebut nama kita, seperti Yohanes dan Yakobus, maka Tuhan Yesus akan langsung melihat kepada kita.
Bukan Dia tidak paham melihat, tetapi Dia menghargai orang yang berseru kepada-Nya, dan Dia melihat kepada kita.
Dia, Allah yang berotoritas, Allah yang mempunyai kehendak bebas untuk menolong kita di atas segala persoalan dan kesulitan yang kita hadapi.
Pesan firman Tuhan bagi kita:
1. Mari kita belajar untuk menyandarkan seluruh hidup kita dan membawa segala persoalan kita kepada Tuhan, karena Dia dapat diandalkan, dan menolong kita.
Pada waktu Tuhan melihat kita, nama kita disebut, Dia melihat kita. Tidak tergantung waktu, tidak tergantung masa kapan, Tuhan sanggup untuk menolong kita.
Artinya, Tuhan tidak bisa dibatasi oleh apa pun. Tidak dapat dibatasi oleh waktu, tidak dapat dibatasi oleh tempat, dan tidak dapat dibatasi oleh benda apa pun.
Karena Dia, Tuhan yang sanggup menerobos segala masa, yang memberikan pertolongan-Nya dan membantu, bahkan memulihkan dan menyembuhkan orang-orang yang datang kepada-Nya.
2. Di saat tersulit dalam kehidupan kita, ingat ada Tuhan yang melihat.
Ada Tuhan yang sedang bekerja dan mengerjakan sesuatu yang ajaib, untuk menjawab setiap persoalan kita.
Doakan dan renungkan
* Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.
* Nabi Yesaya berkata, "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."