Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Matius 8:1-4
Yesus Menyembuhkan Seorang Yang Sakit Kusta.
Pernahkah saudara mendengar orang berkata, "Kalau aku tidak melihat bukti, aku tidak akan percaya."
Kita manusia suka dan ingin ada bukti. Kalau ada orang mengucapkan sesuatu selalu ditanya “Buktinya mana?”
Apalagi contoh di antara dua orang kekasih mengatakan cinta masing-masing akan meminta bukti “Buktinya apa?” Pernahkah saudara mendengar orang berkata demikian?
Ketika itu murid-murid sedang bersama-sama Yesus dan Thomas tidak ada di sana. Yesus menampakkan diri.
Lalu murid-murid beritahukan bahwa Tuhan Yesus menampakkan diri kepada mereka dan Dia bangkit.
Thomas bilang, "Kalau saya tidak melihat dan tidak menaruh tangan saya pada lubang di rusuknya, saya tidak akan percaya."
Dalam hidup ini ada orang-orang yang percaya kalau dia melihat bukti, tetapi juga ada orang-orang yang percaya hanya dengan mendengar saja.
Dalam pelayanan Tuhan Yesus ada satu kisah ataupun peristiwa yang menarik tentang seorang yang mengalami mukjizat Tuhan, mari kita membaca di dalam:
Matius 8:1-4
1 Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.
2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.
4 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."
Bagian ini sepertinya sebuah peralihan dari pengajaran Tuhan Yesus tentang hal-hal doktrin.
Kemudian Dia kembali coba men-switch perhatian pelayanannya kepada hal-hal yang bersifat praktis, setelah Tuhan Yesus mengajarkan tentang orang bijak dan orang bodoh.
Tuhan membawa kita untuk melihat apa yang Dia ajarkan itu nyata di dalam pelayanan praktis kepada orang-orang yang membutuhkan, khususnya orang yang sakit.
Di sini dikisahkan seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, entah kenapa dia datang kepada Yesus dan bagaimana dia datang kepada Yesus kita tidak tahu.
Di dalam ayat yang kedua itu dikatakan begini:
Matius 8:2
2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
Ini adalah sebuah tindakan ataupun ekspresi iman yang hebat, kenapa? Ada tiga alasan, yaitu:
Yang pertama adalah karena walaupun dia tidak melihat Yesus, dia tetap percaya pada Yesus.
Kita tahu orang-orang kusta pada masa itu tidak boleh tinggal di kota, tetapi mereka tinggal di luar kota.
Mereka tidak boleh kumpul dengan orang-orang yang sehat, kalau mereka bersentuhan dengan orang sehat, maka orang sehat tersebut menjadi najis.
Jadi tidak mungkin dia ikut beramai-ramai dengan orang yang mendengarkan pengajaran Yesus dan tidak mungkin hadir mendengar khotbah Yesus tentang orang bijak dan orang bodoh itu,
karena memang tidak boleh berada di kerumunan orang banyak, kalau ada pasti dilemparan batu.
Nah, kemungkinan besar dia mendengar dari keluarganya yang menyampaikan atau dari berita orang yang lalu-lalang lewat di daerah itu.
Satu firman Tuhan berkata begini:
Roma 10:17
17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Orang yang mengalami sakit kusta ini mendengar dan dia percaya bahwa Yesus sanggup untuk menyembuhkan dia.
Yang kedua adalah karena iman dia berani mendekati Yesus.
Kalau kita mencermati orang yang sakit kusta itu tidak bisa mendekati orang sehat, seperti yang sudah dikatakan tadi, kalau dia mendekati orang sehat, maka orang yang bersentuhan dengan dia menjadi najis, dan ini juga resiko buat Yesus.
Ketika orang ini datang mendekati Yesus dan mungkin menyentuh Yesus, bisa jadi masalah besar.
Yesus bisa dikatakan najis karena menyentuh orang yang sakit kusta, tapi perhatikan baik-baik di sini.
Oleh karena iman, ada keberanian seseorang yang sakit kusta untuk mendekat kepada Yesus. Apakah dia tahu Yesus akan menerima dia? Bisa jadi dia tahu dan tidak tahu.
Satu hal, dia percaya Tuhan Yesus pasti menerima dia, itu sebabnya dengan keberanian dia datang mendekat kepada Yesus, dia percaya bahwa Yesus akan menerima dia.
Yang ketiga adalah iman yang hebat sekali, karena iman dia datang merendahkan diri di hadapan Yesus.
Ketika dia datang merendahkan diri, kata “merendahkan” di dalam bahasa Yunani adalah “proskuneo”, yaitu tersungkur untuk memberikan penghormatan mendalam kepada yang disembahnya.
Dia mempunyai sikap hormat yang merendahkan diri di hadapan Yesus, karena dia percaya bahwa Yesus itu adalah Pribadi yang sangat agung, mulia, dan Pribadi yang mau menerima dia apa adanya.
Itu sebabnya dia datang sujud menyembah Yesus dan berkata, "Tuan, jika Tuhan mau, Tuhan dapat mentahirkan aku."
Ketika dia merendahkan diri, dia tidak minta dengan kasar tetapi dia minta dengan sangat sopan.
Perhatikan, apa respons Tuhan Yesus ketika Tuhan Yesus mendengar permintaan dari orang yang sakit kusta ini.
Tuhan melihat imannya, iman yang percaya walaupun tidak melihat, iman yang berani sekalipun ada risiko.
Iman yang tunduk merendah di hadapan Tuhan, memohon belas kasihan dan Tuhan mengulurkan tangan-Nya.
Syarat jarak orang kusta dengan orang sehat itu minimal 2 m, tidak boleh lebih dekat daripada itu, tetapi perhatikan di sini bahwa Tuhan Yesus mengulurkan tangan-Nya.
Jadi artinya Tuhan Yesus adalah Pribadi yang menerima orang apa adanya, tidak ada batasan bagi Yesus untuk menerima seseorang.
Lalu Tuhan Yesus berkata, "Aku mau, jadilah engkau tahir." Tuhan Yesus menjawab bahwa Dia mengabulkan permintaannya dan menyembuhkan orang yang sakit kusta itu.
Firman Tuhan katakan, "Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya." Yesus menyuruh, "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan oleh Musa."
Kenapa Tuhan Yesus perintahkan dia untuk beritahukan kepada imam? Karena imamlah yang memberikan legalitas kepada seseorang bahwa orang itu telah takhir sehingga dia dapat kembali diterima oleh masyarakat pada umumnya.
Lalu mempersembahkan persembahan seperti yang diperintahkan oleh Musa, artinya dia belajar untuk bersyukur kepada Tuhan bahwa kesembuhan yang dia terima itu adalah berasal dari Tuhan.
Kita adalah orang-orang yang ingin mengalami kuasa dan mukjizat Tuhan dalam hidup kita, bukan?
Mungkin pergumulan kita hari ini tidak sama dengan orang yang sakit kusta ini, persoalan kita berbeda.
Mungkin berkaitan dengan kebutuhan, kesehatan, sakit penyakit, ataupun usaha kita dan sebagainya.
Mungkin juga persoalan yang kita hadapi bukan masalah fisik, tetapi masalah rohani, dan kita mau mengalami mukjizat Tuhan.
Kita belajar dari orang yang sakit kusta ini:
1. Mari kita belajar sebagai orang yang percaya, kita percaya walaupun kita tidak pernah melihat, tetapi kita percaya kepada Firman Tuhan, bahwa Tuhan berkuasa dan sanggup untuk menolong kita.
Bayangkan, orang yang disingkirkan tetapi Tuhan menerima dia apa adanya. Tidak masalah persoalan kita apa ketika kita datang kepada Tuhan, Tuhan datang dan Tuhan menerima kita apa adanya.
2. Mari kita belajar beriman kepada Tuhan dan berani mengambil resiko.
Mungkin ini sulit bagi kita, kalau kita berkata, "Percaya kepada Tuhan walaupun tidak melihat bukti, percaya karena mendengar, oke." Tapi beranikah ketika kita belajar percaya, berani ambil resiko?
Resiko apa? Mungkin resiko yang berat bagi kita, kita harus menanggalkan segala masalah kita, kesenangan diri kita, ataupun menanggalkan hal-hal kebiasaan buruk kita, beranikah kita?
Atau beranikah kita mengambil keputusan yang bertentangan dengan situasi keadaan kita hari ini?
Ada banyak orang yang berani mengambil keputusan sekalipun ketika dia percaya Tuhan Yesus ditentang oleh keluarga, atau mungkin tidak lagi diajak berteman dengan teman-temannya.
Beranikah kita memanggil risiko seperti itu, lalu kita mendekat kepada Tuhan, dan berseru kepada Tuhan?
Mari kita juga belajar ketika kita berkata, "Aku percaya kepada Tuhan." Mari kita belajar untuk merendahkan diri depan Tuhan, merendahkan diri, menghormati Tuhan, menghargai Tuhan.
Dia pribadi yang begitu Agung, Mulia, dan Dia Tuhan yang berkuasa atas segala sesuatu, datang kepada Dia dengan kerendahan hati.
Firman Tuhan berkata bahwa Dia menentang orang yang congkak, tapi Dia menghargai orang yang datang dengan penuh kerendahan hati di hadapan Tuhan, sekiranya kita belajar sebagai orang yang percaya kepada Tuhan.
Jika kita orang yang percaya kepada Tuhan, kita percaya dengan segenap hati, percaya dengan Dia bukan karena melihat tanda, percaya kepada Dia berani ambil resiko, percaya kepada Dia dengan hati yang tunduk dan hormat kepada Tuhan,
Tuhan pasti mendengar dan menjawab doa kita, dan kita mengalami mukjizat yang Tuhan akan nyatakan di dalam kehidupan kita.
Doakan dan renungkan
* Datanglah seorang yang sakit kusta kepada Yesus, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
* Oleh karena iman, seorang yang sakit kusta berani untuk mendekat kepada Yesus, dan dia percaya bahwa Yesus akan menerimanya.
Yesus menerimaku