Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Matius 7:7-11
Hal Pengabulan Doa
Suatu ketika ada seorang anak yang dengan penampilan lusuh, baju compang-camping, dan rambutnya gimbal, karena sudah beberapa hari tidak mandi.
Dengan memelas, anak ini duduk di emperan warung Pak Bai. Melihat anak itu, pemilik warung mendekati dan bertanya, “Dik, kamu mau apa?”
Anak itu tidak berani menjawab. Anak itu hanya diam saja karena malu dan enggan untuk bicara. Lalu Pak Bai berkata kepada anak itu, “Kamu mau apa, Dik? Katakanlah, mintalah.
Bapak akan berikan apa yang bapak bisa berikan kepadamu.” Mendengar tawaran Pak Bai, si anak perlahan berkata, “Pak, saya minta sekeping roti. Saya lapar, sudah beberapa hari ini saya tidak makan.”
Mendengar jawaban anak itu, maka jatuhlah belas kasihan Pak Bai. Pak Bai segera memberikan 2 keping roti dan sebotol susu kepada anak itu.
Kisah ini hanya kisah imajinasi saya. Tetapi, saya ingin mengajak kita untuk melihat prinsip penting dari kisah yang diceritakan Tuhan Yesus.
Sebagaimana kita sebagai orang percaya, yang datang kepada Tuhan, meminta kepada Tuhan, dan memohon kepada Tuhan.
Mari, kita melihat bagian firman Tuhan di bawah ini:
Matius 7:7-11 Hal Pengabulan Doa
7 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
8 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
9 Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,
10 atau memberi ular, jika ia meminta ikan?
11 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
Enam hari yang lalu, kita sudah merenungkan kotbah Yesus tentang prinsip dan esensi doa yang benar.
Hari ini kita akan belajar satu esensi praktis doa yang benar, yaitu yang berkaitan dengan doa
permohonan.
Jika kita memperhatikan bagian firman Tuhan yang kita baca, maka ada dua alasan mengapa kita harus menaikkan doa permohonan dan permintaan kepada Tuhan, yaitu:
1. Bahwa Tuhanlah yang memerintahkan kita untuk memohon. Tuhanlah yang memerintahkan kita untuk meminta kepada-Nya.
Matius 7:7
“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”
Ada 3 kata kerja di sana, yaitu mintalah, carilah, dan ketuklah. Tiga kata kerja ini diakhiri dengan kata “lah”.
Itu artinya kata kerja perintah untuk melakukan sesuatu, yaitu untuk meminta dan memohon kepada Tuhan.
Pertanyaannya adalah, mengapa Tuhan memerintahkan kita untuk meminta? Bukankah Tuhan Maha Tahu, bukankah Tuhan tahu segala sesuatu yang saya perlukan. Jadi mengapa saya harus meminta?
Tuhan Yesus memang tahu apa yang kita perlukan. Tuhan sanggup memberikan apa yang kita perlukan, karena Dialah sumber segala sesuatu yang kita perlukan.
Di sini kita belajar dua hal yang berkaitan dengan perintah untuk memohon, yaitu:
a) Karena Tuhan mempunyai segala sesuatu yang kita perlu.
Apa yang kita perlu ada pada Tuhan. Mulai dari hal-hal yang sederhana, yang kita anggap sepele sampai dengan hal-hal yang kita butuhkan lebih besar dan sangat penting, semua ada pada Tuhan.
Bayangkan, jika Tuhan memiliki segalanya dan mengatakan, “Mintalah kepada-Ku.”. Artinya, Dia sanggup memberikan apa yang kita perlukan.
b) Tuhan ingin agar kita belajar percaya kepada-Nya.
Kita sudah akui, bahwa kita adalah orang percaya. Saat kita berdoa memohon kepada Tuhan, kita tidak sekadar mengeluarkan ungkapan hati dan perasaan kita.
Dan ketika kita minta ini dan itu, sebenarnya adalah ekspresi iman. Ketika kita percaya kepada Tuhan, maka berdasarkan percaya itu, kita meminta.
Bagaimana mungkin kita meminta, tetapi kita tidak percaya? Jika demikian, maka sia-sialah permintaaanmu.
Jika kita percaya, tetapi kita tidak meminta, maka iman itu menjadi semu. Kita berbohong, saat kita berkata percaya, tetapi kita tidak pernah meminta.
Jadi Tuhan mengajarkan kepada kita di sini. Ketika kita mengakui, bahwa kita adalah orang percaya, maka mari, kita belajar untuk meminta kepada Tuhan.
Ketika kita meminta kepada Tuhan, ini menunjukkan kita adalah orang yang lemah, orang yang terbatas, orang yang rapuh, dan menjadi orang yang sangat bergantung kepada Tuhan.
2. Karena Tuhan pasti menjawab permohonan kita sesuai dengan kehendak-Nya.
Matius 7:8
Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
Secara sederhana, kita memahami, bahwa Tuhan sanggup menjawab doa-doa kita. Artinya, jika kita tahu, bahwa Tuhan sanggup menjawab doa kita, maka kita harus berdoa dan meminta.
Ketika kita berdoa kepada Tuhan, jawaban Tuhan akan menarik sekali. Karena Dia tidak sekadar memberi apa yang kita minta.
Dia tidak sekadar menyediakan apa yang kita cari. Dia juga tidak sekadar untuk membuka pintu kepada kita, ketika kita ketuk.
Tetapi, yang Tuhan lakukan adalah Dia tahu dan akan memberikan yang terbaik bagi kita.
Kadang yang terbaik itu, tidak seperti yang kita inginkan, tetapi selalu menjadi yang kita butuhkan dan perlukan.
Apa yang kita inginkan, belum tentu yang kita butuhkan. Tetapi, apa yang kita butuhkan, itu pasti yang kita inginkan dan Tuhan menjawab doa kita, seperti yang kita butuhkan.
Kadang kala, waktu Tuhan tidak seperti waktu yang kita inginkan, ketika kita memohonkannya kepada Tuhan.
Tuhan tahu persis waktu yang tepat. Tuhan tahu persis waktu yang terbaik, untuk memberikan apa yang kita perlukan.
Pesan firman Tuhan bagi kita:
1. Yang Tuhan inginkan kepada kita hari ini adalah tetap percaya kepada Tuhan dan lakukan apa yang Tuhan perintahkan kepada kita.
Dan lihatlah, apa yang Tuhan lakukan dalam hidup kita adalah sesuatu yang diluar dugaan kita.
Sesuatu yang melampaui apa yang kita pikirkan dan doakan. Sesuatu yang mengagumkan bagi kita.
Matius 7:11
Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
Semua kita pasti punya kebutuhan. Kita punya kebutuhan yang sifatnya lahiriah. Kita juga punya kebutuhan yang sifatnya batiniah.
Kebutuhan batiniah adalah kebutuhan yang sangat penting. Kita harus akui, bahwa dengan kekuatan kita, dengan usaha kita, dengan apa yang ada pada kita, kita tidak mampu memenuhi segala kebutuhan kita.
Mungkin kita bisa katakan, saya punya segala-galanya. Saya punya materi yang bisa memenuhi kebutuhan lahiriah saya, kebutuhan makan, pakaian, tempat tinggal, dan fasilitas lainnya.
Tetapi, apakah kita sanggup memenuhi kebutuhan batiniah?
Ada banyak orang yang kecewa ditengah-tengah kemewahan hidup, karena kebutuhan batiniah tidak pernah dapat dipenuhi dengan harta, materi, atau dengan kemewahan hidup.
2. Mari, kita belajar untuk mengutarakan segala isi hati dan kebutuhan kita kepada Tuhan, karena Dia adalah Tuhan yang tahu apa yang kita perlukan.
Tuhan tahu, apa yang sesungguhnya yang paling utama dan penting, yang kita butuhkan dalam hidup ini.
Sekali lagi, Dia adalah sumber segala sesuatu yang kita perlukan, yang selalu tersedia bagi kita, yang siap untuk Dia berikan kepada kita pada waktunya.
Ketika kita berdoa kepada Tuhan, kita belajar percaya, bahwa Dia sanggup memenuhi segala kebutuhan kita.
Dia Tuhan yang juga memberikan kepada kita apa yang kita.
Doakan dan renungkan
* Jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga!
* Ketika kita berdoa kepada Tuhan, kita belajar percaya, bahwa Dia sanggup memenuhi segala kebutuhan kita.
Tuhan sanggup pelihara kita