Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Rabu, 11 Februari 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Matius 7:6

Hal yang kudus dan berharga


Pada umumnya, kita menyukai hal-hal yang berharga. Jika diberikan hal yang berharga, kita pasti senang. Bahkan, untuk suatu hal berharga itu, kita rela untuk mengeluarkan uang.


Saat mendapatkannya, pasti kita menjaga dan merawatnya dengan baik. Kita tidak rela apabila itu menjadi sesuatu yang sia-sia dan diberikan kepada orang yang tidak pantas untuk menerimanya.


Tuhan Yesus justru menghargai sesuatu yang sangat berharga.


Matius 7:6


6 "Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.


Setelah Tuhan Yesus mengajarkan kita tentang hal menghakimi, lalu Ia mengajarkan kita untuk menghargai sesuatu yang berharga.


Saat dipahami secara harafiah, kita berusaha mengerti yang dimaksud dengan barang yang kudus dan mutiara; juga tentang anjing dan babi.


Saat Tuhan Yesus mengajarkan orang banyak; Ia sering menggunakan perumpamaan, kata-kata kiasan, atau ilustrasi supaya yang disampaikan dapat dimengerti dan ditangkap pesannya.


Pada zaman itu, barang yang kudus dan mutiara seringkali dipakai untuk menggambarkan kebenaran sejati atau ilahi.


Bisa juga mengacu kepada Injil atau pengajaran Tuhan Yesus. Hal-hal yang sangat berharga.


Tuhan Yesus menyampaikan bahwa Injil yang disampaikan bersifat sangat kudus dan berharga.


Maka, kita harus menghargai, memelihara dan tidak menyia-nyiakannya. Tidak menyia-nyiakan ini digambarkan dengan tidak melemparkannya kepada anjing dan babi.


Lalu, siapa yang dimaksud dengan anjing dan babi?


Anjing dan babi menggambarkan orang-orang yang tidak menghargai, selalu merendahkan, selalu memusuhi, atau tidak layak menerima kebenaran rohani.


Seperti orang Farisi yang seringkali menolak dan mengejek Yesus.


Tuhan Yesus menyampaikan untuk tidak memberikan Injil dan kebenaran yang sangat berharga kepada orang-orang yang tidak menghargai, memusuhi, atau menolak Injil; seperti orang Farisi dan ahli taurat.


Hal ini karena mereka akan menolak, menginjak, dan mengejek Injil itu. Bahkan, mereka gunakan untuk menyerang balik sehingga pelayanan Injil menjadi sia-sia.


Menurut seorang penelaah Alkitab, bernama Matthew Henry, hal ini bukan merupakan tindakan penghakiman pribadi, melainkan tentang kearifan rohani dalam melayani dan memberitakan Injil.


Mirip seperti nasihat Tuhan Yesus kepada murid-muridNya ketika mereka diutus. Jika mereka menolak, dikatakan untuk mengebaskan debu dan pergi tinggalkan tempat itu.


Hal ini berarti jika terjadi penolakan Injil, maka kita perlu memiliki sikap kearifan rohani untuk menjaga sesuatu yang berharga itu tidak menjadi sia-sia.


Kita diajarkan untuk tidak menyia-nyiakan, mengabaikan, dan membuang kebenaran berharga yang sudah diterima.


Kita bersyukur bahwa kita adalah orang-orang yang dikaruniakan hak istimewa untuk menerima harta yang terindah, termulia, dan sangat berharga; yaitu Injil dan Firman Tuhan.


Firman Tuhan adalah sesuatu yang kudus dan berharga sebagai jaminan hidup kita yang begitu kuat.


Oleh Firman Allah saja, hidup kita dapat dibersihkan di hadapan Tuhan, kita jadi berkenan kepada Tuhan, dan kita dituntun kepada keselamatan serta hidup kekal.


Pesan Firman Tuhan bagi kita



1. Mari kita pelihara harta yang kudus dan sangat berharga di dalam hidup kita (Firman Tuhan) dengan cara memberikan diri untuk disiplin belajar meneliti Firman Tuhan dengan baik.


2. Mari kita berusaha untuk menghidupi kebenaran yang sudah diperoleh.


Saat kita mendapatkan harta yang berharga dari Firman itu, mari kita renungkan dengan baik. Tidak hanya merenungkan, tetapi kita juga perlu menghidupinya.


Kebenaran Firman Tuhan sebaik apapun; jika tidak pernah dilakukan, maka kebenaran itu tidak akan pernah nyata di dalam kehidupan orang percaya. Jangan menyia-nyiakan harta berharga itu.


Mari kita bagikan kepada orang-orang yang membutuhkannya. Bagi yang tidak membutuhkannya, kita tidak perlu berikan agar hal yang kita lakukan tidak berbalik secara sia-sia.


Mari hargai anugerah Tuhan dengan belajar menerima dan menghargai Firman sebagai kebenaran yang berharga.


Doakan dan renungkan


* Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi.


* Mari pelihara harta yang kudus dan sangat berharga dalam hidup kita (Firman Tuhan) dengan cara meneliti dan melakukannya.


Berharga jika diaplikasikan