Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan adalah Gembalaku
Tuhan Adalah Gembalaku
RENUNGAN HARIAN
GKY MANGGA BESAR
Rabu, 18 Agustus 2021
Keluaran 30:34-38
Mengenai Ukupan yang Kudus
Apakah Saudara sangat senang
berdoa atau mempunyai kerinduan
untuk selalu berdoa kepada Tuhan?
Saya berharap kita sebagai orang
percaya selalu merindukan itu.
Apakah Saudara menghargai bahwa
kita boleh berdoa kepada Tuhan?
Hal ini tergantung pada persepsi
kita mengenai doa.
Berdoa memang mengungkapkan
apa yang kita butuhkan atau
permohonan kepada Tuhan,
namun sesungguhnya berdoa itu
adalah menghampiri hadirat Tuhan.
Ketika berbicara tentang
menghampiri hadirat Tuhan,
tidak semata-mata berbicara
mengenai seberapa khusuk saat kita
menghampiri Dia.
Yang sangat penting dan hakiki
adalah apakah Tuhan mau menerima
kita ketika kita menghampiri Dia?
Disitulah kita menyadari betapa
berharganya berdoa itu saat
Tuhan mau menerima kita ketika kita
menghampiri Dia.
Keluaran 30:34-38
34 Berfirmanlah TUHAN kepada
Musa: "Ambillah wangi-wangian,
yakni getah damar, kulit lokan dan
getah rasamala, wangi-wangian itu
serta kemenyan yang tulen, masing-
masing sama banyaknya.
35 Semuanya ini haruslah kaubuat
menjadi ukupan, suatu campuran
rempah-rempah, seperti buatan
seorang tukang campur rempah-
rempah, digarami, murni, kudus.
36 Sebagian dari ukupan itu haruslah
kaugiling sampai halus, dan sedikit
dari padanya kauletakkanlah di
hadapan tabut hukum di dalam
Kemah Pertemuan, di mana Aku akan
bertemu dengan engkau;
haruslah itu maha kudus bagimu.
37 Dan tentang ukupan yang harus
kaubuat menurut campuran yang
seperti itu juga janganlah kamu buat
bagi kamu sendiri; itulah bagian
untuk TUHAN, yang kudus bagimu.
38 Orang yang akan membuat
minyak yang semacam itu dengan
maksud untuk menghirup baunya,
haruslah dilenyapkan dari antara
bangsanya."
Bagian Firman Tuhan hari ini adalah
perintah Tuhan agar membuat
ukupan yang kudus bagi Tuhan.
Pembakaran ukupan dilakukan setiap
hari, petang dan pagi oleh imam
kepada Tuhan.
Ukupan ini tidak boleh dipakai untuk
kepentingan yang berbeda-beda
tetapi hanya dipakai dalam
peribadahan kepada Tuhan.
Pesan Firman Tuhan pada hari ini:
1.Yesus Kristus berdoa selalu bagi
orang-orang percaya.
Ibrani 7:25
Oleh karena itu untuk selama-
lamanya Yesus dapat menyelamat-
kan orang-orang yang
datang kepada Allah melalui Dia,
sebab Ia hidup selama-lamanya
untuk mengajukan permohonan
kepada Allah bagi orang-orang itu.
Ukupan itu harus terus naik kepada
Tuhan petang dan pagi.
Inilah yang Yesus lakukan.
Dia menyampaikan permohonan
kepada Allah Bapa sehingga melalui
permohonan itu, Dia memelihara
iman dan keselamatan orang-orang
yang percaya kepada-Nya.
Dengan demikian orang-orang
percaya memiliki jaminan
keselamatan, apapun pergumulan
dan kesulitan yang dihadapinya.
Yesus Kristus selalu menyampaikan
permohonan, syafaat-Nya di hadapan
Allah Bapa bagi kelemahan dan cacat
cela kita, supaya melalui pergumulan,
kita bisa melalui sebagai orang-orang
yang lebih daripada pemenang.
Mari kita bersyukur kepada Tuhan.
Gambaran ukupan adalah sebuah
gambaran Yesus Kristus yang
senantiasa menaikkan syafaat bagi
kita orang-orang percaya.
2.Orang percaya harus tekun berdoa
dengan tidak jemu di dalam setiap
waktu di dalam Roh.
Tuhan memerintahkan imam ketika
menyalakan kandil, dia harus
membakar ukupan pada petang dan
pagi hari.
Di situ memberitahukan bahwa
Tuhan menginginkan orang-orang
percaya, umat Tuhan selalu berdoa
dengan tidak jemu-jemu.
Seluruh orang percaya adalah
imamat yang rajani, dipanggil Tuhan
membawa doa-doanya kepada Tuhan
dengan tidak jemu-jemu, setiap hari,
karena dengan demikian Tuhan boleh
bekerja dalam hidup orang percaya
dan memakai orang percaya di
tengah-tengah dunia ini.
Kita hidup bukan dalam dunia yang
netral, tetapi ada kuasa-kuasa si jahat
yang selalu ingin menjatuhkan orang-
orang percaya.
Oleh karena itu, kemenangan orang
percaya adalah ketika orang percaya
selalu menaikkan doanya kepada
Tuhan.
Disitulah Allah bekerja melalui orang-
orang percaya.
Jadilah pendoa-pendoa yang tidak
jemu-jemu selalu berdoa setiap hari
di dalam roh dan kekudusan Tuhan.
3.Hanya Yesus Kristus satu-satunya
jalan bagi kita menghampiri tahta
kasih karunia Allah.
Keluaran 30:34-38
37 Dan tentang ukupan yang harus
kaubuat menurut campuran yang
seperti itu juga janganlah kamu buat
bagi kamu sendiri; itulah bagian
untuk TUHAN, yang kudus bagimu.
38 Orang yang akan membuat
minyak yang semacam itu dengan
maksud untuk menghirup baunya,
haruslah dilenyapkan dari antara
bangsanya."
Ukupan ini adalah khusus, tidak
boleh sembarang pakai.
Ini adalah satu-satunya yang dibawa
kepada Tuhan sebagai gambaran
sebuah doa.
Itulah gambaran kenyataan bahwa
Yesus adalah satu-satunya jalan
dimana kita boleh menghampiri tahta
kasih karunia-Nya.
Tanpa Yesus Kristus, tidak seorang
pun layak dan berkenan untuk
menghampiri hadirat Tuhan yang
kudus, betapa pun khusuk ibadahnya
atau bagus doanya, karena setiap
manusia penuh dengan cacat cela
dan dosa sedangkan Allah adalah
Allah yang sempurna dan kudus.
Namun Allah mengasihi kita, oleh
karena itu Dia memberi Yesus Kristus
sehingga barangsiapa percaya
kepada-Nya melalui Yesus Kristus
boleh menghampiri Allah yang kudus.
Bukankah itu adalah anugerah yang
sangat besar bagi kita?
Jangan pakai hidup kita untuk
memuaskan hawa nafsu kita.
Pakailah hidup kita untuk kita
melayani Dia, menjadi saluran berkat
bagi orang lain, di dalam doa-doa kita
yang kita panjatkan kepada Dia.
Kita tahu ada Tuhan yang Maha
Kuasa dan penuh kasih
mendengarkan doa kita.
Dia bekerja untuk melakukan apa
yang Dia kehendaki dan bagi
kemuliaan Dia.
Kita memiliki satu-satunya jalan
Yesus Kristus untuk menghampiri
hadirat Tuhan.
Marilah kita tidak jemu-jemu berdoa
kepada Dia setiap hari di dalam roh
dan kebenaran.
Doa dan renungkan:
*Pernahkah terpikir oleh kita, betapa
tidak mudah dan tidak murahnya
untuk dapat berdoa di bait Allah
pada jaman Perjanjian Lama?
*Ukupan khusus yang dibawa kepada
Tuhan sebagai gambaran sebuah
doa. Hal mana diwujudkan dalam
Tuhan Yesus yang adalah satu-
satunya jalan dimana kita boleh
menghampiri tahta kasih
karuniaNya dalam doa.
Agunglah Allah karena bersedia
mendengarkan doa kita