Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Kamis, 25 Desember 2025

Tuhan Adalah Gembalaku

Mikha 5:1

Hikmat yang dari Atas


Selamat hari Natal bagi kita semua. Kita bersyukur, karena Tuhan menyayangi kita. Tuhan Yesus mau lahir, dan hadir dalam kehidupan kita.


Mari meresponi kasih Tuhan yang begitu besar, dengan membaca bagian firman Tuhan yang terambil dari kitab Mikha.


Mikha 5:1 Raja Mesias dan Penyelamatan Israel


1 Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.


Kita pasti pernah mendengar kisah seorang bapak yang penampilannya biasa saja, yang hanya memakai kaos, celana pendek, sandal jepit dan membawa kantong kresek hitam. Ternyata dia adalah laopan atau taipan dari salah satu daerah elit yang ada di Jakarta.


Kisah, yang mungkin kita sudah pernah dengar ini adalah kisah yang ingin mengatakan: jangan pernah memandang orang dengan sebelah mata.


Jangan pernah merendahkan orang, hanya karena penampilan fisik yang dia miliki. Jangan pernah meremehkan seseorang, karena berasal dari daerah kecil di Indonesia.


Ini sebuah kisah yang juga, kita bisa terapkan dari apa yang baru saja kita baca. Dikatakan dengan sangat jelas: Betlehem Efrata adalah sebuah wilayah yang terkecil dibandingkan wilayah lainnya.


Yang terkecil dalam bagian ini bukan dalam hal kuantitas. Namun, terkecil dalam bagian ini berbicara tentang sesuatu yang lebih dalam, yaitu kualitas.


Arti kecil dalam bagian ini, berbicara tentang sesuatu yang tidak penting, sesuatu yang rendah, sesuatu yang lemah, dan sesuatu yang hina.


Menarik sekali, nabi Mikha memberikan sebuah tulisan atau sebuah nubuat kepada bangsa Israel, supaya mereka menyadari, bahwa kelahiran Mesias tidak seperti apa yang mereka bayangkan.


Kelahiran Mesias bukanlah berbicara tentang sesuatu yang spektakuler, atau sesuatu yang dahsyat.


Sebaliknya, kelahiran Mesias berada di tempat yang tidak pernah dibayangkan oleh manusia. Tidak pernah dibayangkan oleh pandangan orang pada umumnya.


Pasal 5:1, dimulai dengan kata “Tetapi…”. Waktu bicara “Tetapi…”, sebenarnya nabi Mikha ingin mengontraskan apa yang dia sampaikan dalam ayat 1 dengan keadaan-keadaan di atasnya.


Artinya, pasal 5:1 berbicara tentang sebuah pengharapan yang memiliki 3 karakteristik, yaitu:

  1. Pengharapan yang pasti datang;
  2. Pengharapan yang berbeda dari pandangan umumnya;
  3. Pengharapan yang tidak akan pernah gagal.


Mikha memberikan sebuah penghiburan (encourage) kepada bangsa Israel, untuk mempunyai sebuah pengharapan yang berbeda dari pada umumnya. Dan pengharapan ini adalah pengharapan yang tidak akan pernah gagal.


Ketika Mikha menuliskan kota Betlehem Efrata, Mikha menuliskan, sekaligus mengingatkan para pembacanya tentang siapa yang pernah lahir di Betlehem Efrata.


Seorang raja yang sangat mereka kagumi. Raja Daud, seorang raja yang pernah menyelamatkan mereka dari tentara orang Filistin, bahkan dari raksasa Goliat.


Seorang raja yang tidak pernah dianggap oleh saudara-saudaranya. Dia hanya seorang penggembala domba. Namun, dalam anugerah Tuhan, Tuhan justru memilih dia untuk memimpin Israel.


Selanjutnya, jika kita perhatikan, di sana ada tulisan “bagi-Ku.” Raja Daud adalah raja yang berkenan di hati Tuhan, raja yang memimpin orang Israel kepada Tuhan.


Penulis/ nabi Mikha mengingatkan orang Israel, bahwa Mesias yang akan lahir dari keturunan raja Daud, sekalipun lahirnya di kota Betlehem, adalah Mesias yang jauh melampaui raja Daud.


Dia adalah pribadi yang menyelamatkan umat Israel, bukan dari orang Filistin, tapi dari dosa-dosa yang membinasakan.


Dia adalah Mesias yang dinantikan kehadirannya, bukan untuk melawan pemerintahan Roma, tetapi untuk melawan penguasa-penguasa gelap.


Dia adalah pribadi yang membawa kita untuk berjalan di jalan Tuhan.


Betlehem, meskipun kecil, tapi di sana Tuhan lahir.


Natal yang kita rayakan. Natal yang menjadi sebuah berita sukacita, karena Yesus yang sudah lahir untuk kita, seharusnya juga membuat kita ingat, bahwa Yesus yang lahir pada hari Natal adalah Yesus yang akan datang kembali kedua kalinya.


Pesan firman Tuhan bagi kita:


1. Natal yang kita rayakan saat ini, seharusnya mengingatkan kita supaya kita mempunyai pengharapan, untuk kita bisa bertahan dalam iman, dan bertahan untuk taat setia sampi mati.


Karena Yesus akan datang, bukan lagi sebagai seorang bayi, tapi Dia akan datang sebagai seorang hakim dan raja di atas segala raja.


2. Mari dimomentNatal ini, kita terus meresponi kasih Allah dengan setia mengikut Tuhan sampai Tuhan Yesus datang kedua kalinya.


Biarlah nama Tuhan ditinggikan dan dimuliakan.


Doakan dan renungkan


* Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.


* Yesus yang lahir 2000 tahun lalu membawa pengharapan yang pasti dan tidak akan gagal.


Yesus, pengharapanku