Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Pengkhotbah 3:1-8
Untuk segala sesuatu ada waktunya (part 1)
Sebagai manusia, kita mempunyai kemampuan untuk melihat masa lalu dan masa kini, namun satu hal yang tidak bisa kita lihat yaitu masa depan kita.
Itulah misteri kehidupan, dalam misteri itu Allah berjanji Ia tidak akan membiarkan kita berjalan sendirian.
Dia ingin kita seutuhnya percaya kepada Dia yang merancang musim kehidupan dengan sempurna.
Diantara kita mungkin ada yang pernah main lego atau merakit rak buku, kita pasti membutuhkan buku panduan supaya kita bisa melihat/mengerti cara pemasangan sehingga bisa menjadi kerangka yang utuh.
Seorang Hamba Tuhan yang bernama David Gibson berkata bahwa setiap momen/cerita dalam kehidupan kita bagaikan potongan-potongan tersebut.
Setiap orang, kejadian, waktu, tempat itu semua saling terkait untuk membentuk sebuah alur yang panjang dalam hidup kita.
Terkadang, kita bisa kehilangan satu potongan lego, dan rasa mengganjal dan kekosongan karena kerangkanya tidak lengkap.
Tetapi kemudian ada juga kalanya kita bisa menemukan kembali potongan lego itu dan menghasilkan rasa puas karena kerangka menjadi utuh.
Itulah kehidupan kita yang dipenuhi musim kehidupan.
Pengkhotbah 3:1-8
Untuk segala sesuatu ada waktunya
1 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.
2 Ada waktu untuk lahir dan ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam dan ada waktu untuk mencabut yang ditanam;
3 ada waktu untuk membunuh dan ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk meruntuhkan dan ada waktu untuk membangun;
4 ada waktu untuk menangis dan ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap dan ada waktu untuk menari;
5 ada waktu untuk membuang batu, dan ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk dan ada waktu untuk menahan diri dari memeluk;
6 ada waktu untuk mencari dan ada waktu untuk kehilangan; ada waktu untuk menyimpan, dan ada waktu untuk membuang;
7 ada waktu untuk merobek dan ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri dan ada waktu untuk berbicara;
8 ada waktu untuk mengasihi dan ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang dan ada waktu untuk damai.
Berbeda dengan rak buku, kehidupan kita tidak memiliki panduan yang jelas, tetapi Tuhanlah yang jadi pengarang atas cerita kehidupan kita dan kita diberi Alkitab sebagai pedoman.
Pengkhotbah 3:1
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.
Pengkhotbah menjelaskan bahwa hidup kita ditandai dengan waktu yang terbatas, berbeda dengan Allah yang menjadi pengatur atas semua waktu yang kita alami dalam kehidupan kita.
Pada saat Pengkhotbah menuliskan ada empat belas variabel (bermacam-macam) paradoks (kontradiksi) yang kita baca, bukan berarti bahwa Alkitab menyuruh kita secara literal untuk membunuh/membenci, tetapi justru sedang menjelaskan bahwa semua yang terjadi di dunia ini ada musimnya.
Ada musim-musim kehidupan yang dapat, telah, atau mungkin terjadi dan seluruh rangkaian empat belas musim yang ditulis Pengkhotbah merangkum dengan lengkap seluruh peristiwa yang dialami manusia.
Pengkhotbah memulai dengan perkataan ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal.
Ini adalah fondasi yang begitu dalam dan jelas bahwa kehidupan kita ditandai dengan kelahiran dan kematian, menjelaskan peristiwa yang paling penting dalam hidup manusia.
Kemudian Pengkhotbah melanjutkan ada waktu untuk menanam dan mencabut, membunuh dan menyembuhkan, meruntuhkan dan membangun, ini semua menggambarkan kegiatan manusia baik itu yang baik, buruk, kreatif, destruktif semua ada dalam kendali Allah.
Ada waktu untuk menangis dan tertawa, meratap dan menari di sini menjelaskan tentang perasaan/emosi yang bisa dimiliki manusia.
Ada waktu untuk membuang dan mengumpulkan batu, memeluk dan menahan diri dari memeluk ini menjelaskan tentang kehidupan pertemanan dan permusuhan.
Ada waktu untuk mencari dan kehilangan, menyimpan dan membuang, ini semua terkait dengan barang kepemilikan dan cara kita mengelola barang-barang tersebut.
Ada waktu untuk merobek dan menjahit juga menjelaskan tentang aktivitas manusia. Ada waktu untuk berdiam diri dan berbicara, menjelaskan tentang ucapan manusia.
Ada waktu untuk mengasihi dan membenci, ini menyatakan hubungan afeksi manusia. Ada waktu perang dan damai, menyatakan perihal nasional diantara bangsa-bangsa.
Empat belas variabel ini tidak pernah ditulis secara kronologis (urutan), ini menunjukkan semua yang terjadi pada manusia tidak menentu. Tidak ada yang dapat memahami waktu.
Mungkin kita bisa membuat pilihan-pilihan yang bertanggung jawab pada hidup kita, tetapi kita tidak bisa mengatur hidup akan terus baik-baik saja tanpa masalah, ada masanya kita mengalami ini dan itu, tetapi bagaimana kita meresponi?
Kita tidak bisa mengendalikan waktu, tidak bisa merubah musim yang terjadi, tidak bisa mengulang waktu, tidak bisa melihat masa depan.
Pesan Firman Tuhan:
1. Ada 1 hal yang bisa kita lakukan, yaitu percaya bahwa segala waktu yang diizinkan terjadi oleh Tuhan, itu semua berada di dalam kontrolnya Tuhan yang tidak akan pernah secara sengaja mendatangkan celaka dalam kehidupan kita.
2. Maukah kita percaya kepada Allah yang merancangkan segala sesuatu yang sempurna dalam kehidupan kita?
Doakan dan renungkan
* Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.
* Manusia dapat melihat masa lalu dan masa kini, namun tidak bisa melihat masa depan. Itulah misteri kehidupan, dan Allah berjanji Ia tidak akan membiarkan kita berjalan sendirian.
Tuntun aku menapak esok